Dibaca: 659 kali Sabtu, 04 Juni 2011 09:45
Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan, pengungkapan Ramadhan Pohan.
Mr A bukan sebagai pengalihan isu yang sedang menghantam Partai Demokrat.
Ramadhan mengajak kepada lawan-lawan politik Partai Demokrat untuk bersikap fair dan ksatria dalam melakukan kompetisi politik.
“Saat bencana alam Wasior, kita pernah dibilang melakukan pengalihan isu. Jadi begini saja, kepada lawan-lawan politik dan siapa saja, mari kita berkompetisi politik secara fair dan ksatria. Mari kita bekerja untuk rakyat,” papar anggota Komisi II DPR itu.
Menurutnya, melakukan kritikan terhadap pemerintah boleh saja. Tapi jangan melakukan serangan politik yang sifatnya fitnah atau menonjolkan diri dengan menginjak kepala orang lain.
Untuk itu, lanjutnya, masing-masing partai politik silakan mengurus rumah tangganya. Jangan mencampuri urusan partai lain, apalagi sampai menyebarkan fitnah tidak jelas.
“Ke depan jangan ada lagi SMS gelap. Tidak ada lagi fitnah politik. Jangan ada lagi serangan politik dari ekternal ke internal partai politik. Lebih baik urus rumah tangga sendiri. Jangan mengompori rumah tangga partai lain agar meledak,” bebernya.
Berikut kutipan selengkapnya;
Apa yang mendasari Anda menyebut Mr A?
Hal ini berawal dari pertanyaan wartawan yang minta tanggapan saya soal SMS gelap terhadap SBY. SMS gelap itu disampaikan dengan sebuah rencana yang serius, terstruktur, rapi, dan mempunyai tujuan jelas. Ini bukan orang santai atau iseng. Kemudian saya jelaskan, tuduhan keji yang ada di SMS gelap itu merusak martabat serta pembunuhan karakter terhadap Pak SBY dan keluarga besar PD. Lalu saya katakan masih ada lagi serangan, tuduhan, tudingan yang memfitnah internal Demokrat.
Salah satunya serangan dari Mr. A yang ingin Demokrat rubuh reputasi dan citranya dengan memanfaatkan situasi internal di Demokrat. Dari sana baru muncul masalah Mr A yang merupakan hanya bagian dari jawaban saya terhadap rangkaian serangan-serangan terhadap PD yang begitu banyak dan panjang.
Awalnya Anda mendapatkan nama itu dari mana?
Nama itu awalnya muncul dari laporan internal Demokrat. Nah dari sana ada jejaknya. Masalah jejaknya seperti apa, tentu saya tidak bisa detailkan karena ini bukan kriminal, ini adalah manuver dan manuver politik biasa dilakukan dalam dunia politik. Artinya, ketika saya katakan Mr A, itu supaya dia tahu bahwa kami sudah mengetahui dan warning agar jangan melakukan lagi. Kalau misalnya dia melakukan lagi ke depan, jualan dia itu tidak hanya akan kami beli tetapi akan kami borong sekalian.
Kenapa Anda tidak membuka identitas Mr A?
Tujuan kami bukan untuk mengungkapkan, tapi warning saja. Saya yakin bahwa yang bersangkutan sadar dan tidak melakukan lagi. Karena kami di PD tidak pernah mengobok-obok partai lain, kami tidak pernah bermanuver untuk menghancurkan dan merubuhkan image partai lain, kurang kerjaan itu namanya.
Apa Mr A yang melakukan SMS yang gelap?
Saya bisa memastikan bahwa itu bukan dilakukan Mr A. Saya bilang kelasnya beda. 1.000 persen dugaan saya bukan dia yang melakukan. Yang satu adalah politisi dan satunya kelasnya mafia. Untuk SMS gelap itu adalah mafia kelasnya.
Kenapa Anda tidak melaporkan Mr A ke polisi?
Ini adalah peristiwa politik, ngapain saya mengadukan politisi A itu ke polisi. Kalau SMS gelap, kami polisi untuk menangkap segera pelakunya dan membongkar jaringannya.
Tapi ada partai yang meminta agar Anda menjelaskan kasus ini?
Saya sudah dengar itu, meminta saya menjelaskan, karena mereka merasa tidak melakukan. Saya katakan begini, Bambang Soesatyo tidak perlu panik, senyum-senyum saja lah. Ini bukan untuk orang-per orang.
Secara personal, ada yang komplain terhadap anda?
Ada juga yang komplain melalui twitter saya, mengaku politisi ini, politisi itu, tidak jelas intinya. Ada yang mengaku namanya Aidar, Ainul, Ahdar dan lain-lain yang men-twitter saya, mereka komplain bahwa mereka merasa terzolimi karena dibilang ingin merongrong PD. Maksud saya Mr. A ini kan politisi yang sudah dikenal di kelas menengah Indonesia, lalu siapa Ainul, siapa Aidar tidak ada yang kenal, jadi jangan langsung merasa.
Sumber: Rakyatmerdekaonline.com
| < sebelumnya | selanjutnya > |
|---|




Hanya orang-orang yang berjiwa jeleklah yang sering mengeluarkan kata-kata jelek"
malu mendengar kesaksian orang yang katanya pinter,cantik dan terlebih wakil rakyat...kacau ka..."