Dibaca: 876 kali Minggu, 29 Mei 2011 11:10
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD membantah pernyataan Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul yang menyebutkan dirinya hanya mencari sensasi untuk mencalonkan diri menjadi Presiden 2014.
“Itu (pernyataan Ruhut) tidak level untuk ditanggapi. Itu levelnya pelawak. Ada ratusan SMS masuk yang melarang saya menanggapi pernyataan orang itu (Ruhut, red). Bahkan, menyebut namanya pun saya dilarang karena hanya akan menaikkan rating orang,” ujar Mahfud kepada Rakyat Medeka, kemarin.
Sebelumnya Ruhut mengatakan, keinginan Mahfud menjadi presiden didasarkan pada peryataan Ketua Umum Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia (PKBI) Yenny Wahid. Menurutnya, Yenny sempat bertemu dengannya di Jambi, minggu lalu.
“Ketika itu, Yenny meminta saya mendukung PKBI yang rencananya akan mengusung Mahfud MD menjadi Presiden 2014.
Saya waktu itu mengiyakan, karena siapa pun teman saya, pasti saya dukung. Tapi tolong dalam masalah ini, masalah hukum ya masalah hukum, dan masalah politik ya masalah politik,” tegasnya.
Mahfud selanjutnya mengatakan, tudingan Ruhut yang menyebut dirinya mencari panggung Capres 2014, itu tidak benar.
“Sampai saat ini, saya tidak mempunyai niat untuk menjadi presiden. Saya tidak sebodoh Ruhut. Sebaiknya Ruhut bertanya langsung kepada Pak SBY, kenapa saya melaporkan kasus itu kepada Pak SBY,” tegas Bekas Menteri Pertahanan ini.
Berikut kutipan selengkapnya:
Bagaimana dengan capres?
Dulu, saya selalu bilang bahwa saya nggak ada jahitan untuk jadi Presiden. Tapi, karena dikait-kaitkan ke situ secara norak, sekarang saya bisa berkelakar, ‘kalau saya mau nyapres memangnya mengapa?’’
Saya dapat protes dari mantan Mendiknas Prof Bambang Sudibyo dan beberapa guru besar dari UGM. Kata mereka, semua isi wawancara saya degan Metro TV itu bagus, terpercaya. Kecuali satu yakni ketika saya mengatakan, saya nggak potongan jadi Presiden. Pak Bambang protes, katanya, statement saya itu salah. Sebab yang benar potongan saya sudah pas. Ha...ha...ha... Itu bergurau, ya. Kalau nggak percaya tanya pada Pak Bambang saja.
Seriusnya, saya nggak berminat sampai hari ini. Malu saya, nanti bisa jadi Presiden hanya seperti badut.
Tapi banyak kalangan menilai Anda layak menjadi presiden?
Saya merasa tidak punya modal, baik modal politik maupun modal personal. Makanya saya sering mengatakan saya tidak punya potongan, tetapi akhir-akhir ini banyak orang memaksa mengatakan saya pantas dan justru punya potongan. Saya tetap belum percaya itu.
Kalau nantinya berubah pikiran, lalu memutuskan maju sebagai capres, apakah Anda sudah memikirkan calon pendamping?
Karena saya belum sampai pada keputusan untuk maju menjadi capres,maka saya tidak pernah memikirkan kriteria untuk menjadi pendamping saya. Selama ini saya sudah didampingi oleh istri dengan sangat baik
Bagaimana kalau Anda dipasangkan dengan Sri Mulyani?
Kok pertanyaannya soal calon presiden terus sih. Saya yang sampai sekarang tidak ingin bisa tergoda menjadi ingin. Mari kita tunggu saja sejarah perjalanan bangsa. Saya sendiri mengagumi Sri Mulyani, tapi sayang dia pun tak punya partai
O ya, Anda dituduh telah memfitnah, sehingga Ruhut berkata seperti itu?
Menurut agama, fitnah itu mengada-adakan yang tidak pernah ada. Jadi, dalam hal ini, saya lah yang difitnah. Saya dibilang pembohong besar di media massa, padahal saya tidak berbohong. Sejak kecil, saya membangun pribadi dan berusaha selalu jujur, masa’ dibilang pembohong besar. Keadilan itu adalah hati nurani dan common sense.
Bagaimana Anda menghadapi perlawanan itu?
Biarlah muncul perlawanan, kan saya tak melakukan apa-apa. Saya hanya memenuhi permintaan Pak SBY. Politik kan memang begitu, selalu ada perlawanan. Tapi, kalau sudah diselesaikan, ya selesai.
Kalau pernyataan Anda dijadikan pengalihan isu?
Saya tidak peduli, apakah permintaan penyampaian pengumuman itu dimaksudkan untuk mengalihkan perhatian. Yang penting, saya memberi informasi.
Kemudian diminta mengumumkan ke publik oleh Pak SBY, ya sudah. Berarti, saya sudah bertanggung jawab bahwa informasi itu benar dan tidak mengada-ada.
Lagipula, saya percaya KPK bekerja profesional, sehingga tidak masalah ada pengalihan isu atau tidak. Ingat ya, kalau saya menyampaikan info kemudian saya tidak mau mengumumkannya, bisa dikira saya lah yang membuat info tidak benar, karena tidak berani mengumumkan.
Sumber: Rakyatmerdekaonline.com
| < sebelumnya | selanjutnya > |
|---|




Hanya orang-orang yang berjiwa jeleklah yang sering mengeluarkan kata-kata jelek"
malu mendengar kesaksian orang yang katanya pinter,cantik dan terlebih wakil rakyat...kacau ka..."