Dibaca: 1275 kali Sabtu, 23 April 2011 18:58
Keputusan majelis hakim dalam perkara pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen dengan terpidana bekas Ketua KPK Antasari Azhar, dinilai memiliki kejanggalan.
Dugaan kejanggalan ini mengusik Wikileaks mencari tahu sumber-sumber terpercaya yang memiliki dokumen-dokumen penting terkait kemungkinan adanya rekayasa. Lembaga pimpinan Julian Assange ini kabarnya akan mempublikasikan dokumen rahasia tentang kasus dan persidangan terpidana Antasari Azhar yang dituduh mendalangi pembunuhan Nasrudin.
Tak hanya itu, Komisi Yudisial (KY) menengarai adanya indikasi pelanggaran kode etik yang dilakukan majelis hakim dari tingkat pertama, banding, maupun kasasi dalam kasus Antasari Azhar. Dugaan itu berkaitan dengan pengabaian bukti-bukti penting.
Kecurigaan adanya rekayasa ini juga datang dari anggota Komisi Hukum DPR, Bambang Soesatyo. Politisi Partai Golkar ini bahkan menyebut Antasari sebagai korban peradilan sesat.
Berikut kutipan wawancara dengan anggota Komisi III DPR itu:
Belakangan ini kecurigaan akan adanya rekayasa dalam kasus Antasari kembali menguat, tanggapan Anda?
Ya, saya melihat upaya Wikileaks mengungkap dokumen terkait kasus Antasari setidaknya menunjukkan adanya sebuah hal yang terkait dengan dugaan rekayasa dalam kasus ini. Dan entah karena kebetulan atau memang ada kaitannya, KY juga mengungkapkan adanya ketidaklaziman persidangan kasus bekas Ketua KPK ini.
Kira-kira darimana sumber yang bisa dijadikan pegangan Wikileaks?
Entah darimana sumbernya, tetapi berbagai kalangan belakangan ini terus menggunjingkan rencana Wikileaks itu. Julian Assange kabarnya sedang mencari-cari media di negara mana yang akan diajaknya bekerja sama mengungkap dokumen tentang kasus Antasari itu.
Apa faktor kebetulan, kenapa KY mengungkap adanya dugaan rekayasa dalam kasus itu?
Setelah menelaah dokumen pengaduan Antasari dan dokumen investigasi, KY mengumumkan telah menemukan indikasi pelanggaran profesionalitas hakim yang menangani persidangan Antasari. Para hakim dinilai mengabaikan bukti-bukti kuat, serta mengabaikan keterangan ahli senjata, ahli balistik dan keterangan ahli teknologi informasi (IT). KY juga menilai para hakim mengabaikan bukti baju korban (Nazarudin, red) yang tidak pernah dihadirkan di persidangan. Sebagai tindak lanjutnya, KY akan meminta keterangan dari pelapor, para saksi, ahli senjata, ahli balistik dan ahli IT.
Apa yang diumumkan KY ini ibarat materi yang bisa memperkuat keyakinan sementara orang bahwa Antasari menjadi korban dari sebuah kasus yang direkayasa atau korban pengadilan sesat.
Anda yakin jika ada yang janggal dalam kasus ini?
Proses penampakan kebenaran dan kesalahan dalam kasus Antasari sudah dimulai sejak persidangan kasusnya. Bisa dipastikan bahwa tahap paling menentukan dari proses penampakan itu tidak masuk dalam skenario banding yang disusun Antasari dan para penasihat hukumnya. Bahkan mungkin tak pernah diperhitungkan Antasari sendiri. Tahap yang paling menentukan itu adalah terbongkarnya ketidaklaziman persidangan dan vonis kasus Gayus Halomoan Tambunan dalam kasus penggelapan pajak di Pengadilan Negeri Tangerang.
Kok Anda menghubungkannya ke sana?
Antasari mungkin tidak pernah memperhitungkan kalau kasus Gayus menjadi bagian dari proses penampakan kebenaran dan kesalahan atas kasus yang dituduhkan kepadanya. Sebab, kasus Gayus ternyata menyeret Cirus Sinaga, jaksa senior yang menjadi Ketua Tim penuntut umum dalam perkaranya. Penyelidikan internal tim Kejagung menyimpulkan, Cirus terbukti terlibat aktif dalam aksi pembocoran surat Rencana Tuntutan (Rentut) sekaligus pemalsuan Rentut Gayus. Sebagai tersangka pemalsuan dokumen negara, Kejaksaan Agung sudah melaporkan Cirus ke Polisi.
Awalnya, Cirus tak mau menyerah begitu saja. Memang, dalam kasus pembocoran Rentut itu, publik melihat adanya perlakuan istimewa terhadap Cirus. Beredar cerita di kalangan jaksa dan wartawan bahwa jika Cirus merasa tidak dilindungi koleganya dalam kasus pembocoran Rentut kasus Gayus, dia mengancam akan mengungkap rekayasa kasus Antasari.
Apa Anda percaya itu?
Ya, di luar dugaan kita semua. Pernyataan Gayus menambah bobot terhadap kebenaran ancaman Cirus itu. Kecewa karena divonis tujuh tahun penjara oleh PN Jakarta Selatan, Gayus langsung curhat dan buka-bukaan. Gayus mengatakan, Cirus terlibat dalam rekayasa kasus Antasari. Gayus juga mengaku bahwa Satgas Pemberantasan Mafia Hukum pernah mengungkapkan, kasus Jaksa Cirus Sinaga tidak ditindaklanjuti karena khawatir Cirus akan membongkar perkara Antasari.
Apalagi yang membuat Anda yakin adanya dugaan rekayasa?
Tidak berhenti pada pernyataan Gayus, adik kandung almarhum Nasruddin, Andi Syamsuddin juga mengemukakan hal yang sama dengan Gayus, walau dengan acuan yang sedikit berbeda. Andi, yang awalnya jelas-jelas berseberangan dengan Antasari, kini berada dalam satu barisan dengan bekas ketua KPK itu. Merespons temuan KY. Andi mengatakan, ada rekayasa dalam kasus pembunuhan Nasruddin untuk menjerat Antasari. Andi mengacu pada putusan sidang Antasari dan pembelaan pengacara Antasari. Rencana pemanggilan para hakim yang menangani kasus Antasari oleh KY juga menambah keyakinan Andi.
Saya juga ingat saat laptop Antasari disita. Laptop itu menyimpan banyak file sensitif. Termasuk rekaman percakapan hasil sadapan KPK tentang dugaan penyimpangan tender proyek IT KPU. Antasari konon diincar karena itu.
Benarkah rakyat sekarang sudah mulai berbalik arah dalam memandang kasus Antasari?
Perlahan tapi pasti. Persepsi publik terhadap peran Antasari dalam pembunuhan almarhum Nasruddin kini mulai berbalik. Antasari mulai dilihat sebagai korban rekayasa kasus hukum. Sebagian publik kita pun mulai yakin bahwa hanya kekuatan besar di negara ini yang mampu memerangkap Antasari. Pertanyaan usil berikutnya adalah mengapa Ketua KPK itu sampai tidak bisa menghindar dari jebakan itu? Jawabannya, ada orang kuat bekingi rekayasa ini. Sebab, orang itu sangat marah pada Antasari. ‘Dosa’ Antasari, katanya, sulit dimaafkan.
Sumber: Rakyatmerdeka.co.id
| < sebelumnya | selanjutnya > |
|---|




Hanya orang-orang yang berjiwa jeleklah yang sering mengeluarkan kata-kata jelek"
malu mendengar kesaksian orang yang katanya pinter,cantik dan terlebih wakil rakyat...kacau ka..."
Komentar