Ditulis oleh Nograhany Widhi K Senin, 08 Agustus 2011 19:00
Jakarta - Tersangka kasus suap wisma atlet di Kemenpora, M Nazaruddin tertangkap di Kolombia. Ada dua kemungkinan bila Nazaruddin di bawa ke Indonesia, mau membuka semua informasi keterlibatan politisi yang dituduhkan, atau malah diam.
"Mau buka semua infiormasi soal keterlibatan politisi, mau di-BAP mau melawan di persidangan atau akan diam setelah dibawa pulang ke sini. Kita pernah lihat Gayus yang pernah ngomong beberapa hal setelah itu berubah lagi, yang benar yang mana, melawan siapa," ujar peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM Hifdzil Alim.
Berikut wawancara detikcom dengan Hifdzil Alim, Senin (8/8/2011).
Ditulis oleh Nograhany Widhi K Kamis, 04 Agustus 2011 15:00
Jakarta - Serangkaian kerusuhan di Papua akhir-akhir ini menunjukkan bahwa masalah di Papua makin rumit. Pendekatan kemakmuran dengan memberikan dana otonomi khusus (otsus) saja tak cukup. Papua membutuhkan dialog dengan Pemerintah Pusat.
"Masalah Papua bukan menggelontorkan dana besar di sana, tapi bagaimana menciptakan situasi yang adil di sana dengan melibatkan tokoh-tokoh untuk berdialog," ujar anggota subkomisi mediasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) M Ridha Saleh yang menangani masalah Papua.
Ridha mempertanyakan hasil dari dana otsus Papua yang digelontorkan pemerintah pusat dan menegaskan bahwa pemerintah harus segera menggelar dialog, termasuk dengan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Berikut wawancara detikcom dengan Ridha Saleh, Kamis (4/8/2011):











kalau denger angie apa dia gk takut sama mendiang swaminya ya ....dan juga jd wakil rakyat jug..."
malu mendengar kesaksian orang yang katanya pinter,cantik dan terlebih wakil rakyat...kacau ka..."