Kamis, 23 Februari 2012
            Mobile

Terjemahkan

Browse this website in:

Wawancara

Tersangka Surat Palsu MK: Saya Korban

Wawancara

User Rating: / 3
PoorBest 

Jakarta - Mantan Panitera Mahkamah Konstitusi, Zaenal Arifin Hoesein, akan dipanggil pertamakalinya sebagai tersangka dalam kasus surat palsu MK. Zaenal tidak pernah menduga dirinya akan menjadi tersangka.

Dalam perbincangan dengan
VIVAnews.com semalam, Zaenal mengaku dirinya sebagai korban. Karena, tanda tangan dirinya diduga dipalsukan oleh mantan juru panggil MK, Masyhuri Hasan, yang sudah sejak awal menjadi tersangka.

Rencananya, Senin pagi 22 Agustus 2011, Zaenal akan memenuhi panggilan pertama sebagai tersangka. Meski tak pernah terpikir menjadi tersangka, Zaenal masih percaya penanganan hukum kasus yang menyeret nama mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum yang kini menjadi politisi Demokrat, Andi Nurpati.

Berikut wawancara singkat
VIVAnews.com dengan Zaenal Arifin Hoesein semalam:

 

"Nazaruddin yang Lobi DPR"

Wawancara

User Rating: / 2
PoorBest 

"Memang saya siapa, bisa ngatur-ngatur DPR," kata pegawai Nazaruddin ini.

Jakarta - Mindo Rosalina Manulang membeberkan asal mula perkenalan dengan Muhammad Nazaruddin, mantan Benndahara Partai Demokrat. Dia juga mengungkapkan mengenai proyek yang ditangani bersama dengan Nazaruddin di PT Anak Negeri.

Rosa bercerita bagaimana PT Anak Negeri dan PT Duta Graha Indah sukses mendapatkan proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games di Jakabaring, Sumatera Selatan. Menurutnya, keberhasilan itu tak luput dari peran bosnya, Nazaruddin.

Namun, proyek itu pula yang akhirnya menjerumuskan Rosa masuk ke bui. Dia ditangkap penyidik KPK saat bersama Manajer Marketing PT Duta Graha Indah, Muhammad El Idris, usai menyerahkan sesuatu kepada Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Wafid Muharram.

 

Daniel Sparringa: Jelaga yang Diungkap Nazar akan Berimplikasi Banyak

Wawancara

User Rating: / 2
PoorBest 

Jakarta - M Nazaruddin akhirnya tertangkap di Cartagena, Kolumbia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyerahkan proses hukum Nazaruddin pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Apa yang diungkap Nazaruddin akan berimplikasi banyak, dipastikan akan ada pembersihan di internal Partai Demokrat (PD).

"Presiden menunjuk KPK (menangani kasus Nazaruddin), KPK supaya orang tidak lagi memikirkan, wah ini nanti diatur. Tapi itu juga nanti implikasinya rumit ke dalam. Pasti akan ada pembersihan (di internal PD). Jelaga yang diungkap Nazaruddin akan berimplikasi banyak," kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparringa.

Berikut wawancara lengkap wartawan dengan Daniel di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (9/8/2011).

 

Hifdzil Alim: Nazar Bisa Buka Semua Borok Atau Malah Diam

Wawancara

User Rating: / 3
PoorBest 

Jakarta - Tersangka kasus suap wisma atlet di Kemenpora, M Nazaruddin tertangkap di Kolombia. Ada dua kemungkinan bila Nazaruddin di bawa ke Indonesia, mau membuka semua informasi keterlibatan politisi yang dituduhkan, atau malah diam.

"Mau buka semua infiormasi soal keterlibatan politisi, mau di-BAP mau melawan di persidangan atau akan diam setelah dibawa pulang ke sini. Kita pernah lihat Gayus yang pernah ngomong beberapa hal setelah itu berubah lagi, yang benar yang mana, melawan siapa," ujar peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM Hifdzil Alim.

Berikut wawancara
detikcom dengan Hifdzil Alim, Senin (8/8/2011).

 

Ridha Saleh: Tak Cukup Dana Otsus, Papua Butuh Dialog Secepatnya

Wawancara

User Rating: / 2
PoorBest 

Jakarta - Serangkaian kerusuhan di Papua akhir-akhir ini menunjukkan bahwa masalah di Papua makin rumit. Pendekatan kemakmuran dengan memberikan dana otonomi khusus (otsus) saja tak cukup. Papua membutuhkan dialog dengan Pemerintah Pusat.

"Masalah Papua bukan menggelontorkan dana besar di sana, tapi bagaimana menciptakan situasi yang adil di sana dengan melibatkan tokoh-tokoh untuk berdialog," ujar anggota subkomisi mediasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) M Ridha Saleh yang menangani masalah Papua.

Ridha mempertanyakan hasil dari dana otsus Papua yang digelontorkan pemerintah pusat dan menegaskan bahwa pemerintah harus segera menggelar dialog, termasuk dengan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Berikut wawancara detikcom dengan Ridha Saleh, Kamis (4/8/2011):

   

Maswadi Rauf: Usung Sri Mulyani, Partai SRI Hanya Emosi

Wawancara

User Rating: / 2
PoorBest 

Jakarta - Partai Serikat Rakyat Independen (SRI), partai baru yang mendaftar di Kemenkum HAM, mengusung Sri Mulyani sebagai calon presiden sebagai jualan utamanya. Partai SRI dinilai hanya emosional mendukung Sri Mulyani tanpa melihat realitas politik.

"Saya pikir para pendukung Sri Mulyani itu hanyalah didasarkan atas emosi saja. Tidak berdasar realitas politik karena Ani tokoh kontroversial karena adanya kasus Century itu. Nah, lalu dia ditarik ke pusat Bank Dunia di Washington, dianggap tokoh," ujar guru besar ilmu politik FISIP UI Prof Maswadi Rauf.

Para pendukung Sri Mulyani itu nekat karena meyakini Sri Mulyani benar dalam kasus itu.

Berikut wawancara detikcom dengan Maswadi Rauf, Rabu (3/8/2011):

 

Wawancara VIVAnews dengan Marzuki Alie "Saya Ingin Pulang Kampung"

Wawancara

User Rating: / 2
PoorBest 

Sang Ketua DPR mengaku tak cocok jadi politisi.

Jakarta - Ketua DPR Marzuki Alie kembali memicu kontroversi dengan mengangkat wacana pembubaran KPK.

Menurutnya, KPK tidak banyak membawa perubahan. Lebih banyak melakukan manuver politik ketimbang pemberantasan korupsi, dan beberapa petingginya diduga melanggar kode etik dengan menemui Nazaruddin untuk membicarakan suatu kasus.

Lantas, apa maksud dia saat melontarkan pernyataan itu. Simak wawancara dengan Marzuki Alie soal maksud di balik berbagai pernyataan kontroversialnya.

Pekan lalu Anda melontarkan wacana soal kemungkinan pembubaran KPK. Apakah Anda memang bermaksud membubarkan KPK?
Siapa yang suruh bubarkan KPK? Saya tidak suruh seperti itu. Saya katakan, kalau Panitia Seleksi Pimpinan KPK tidak menemukan calon pimpinan KPK yang kredibel, maka tidak usah dipaksakan, karena jika dipaksakan, maka hasilnya tidak akan baik. Kalau pimpinan KPK, tidak kredibel, bagaimana KPK melakukan percepatan pemberantasan korupsi? Jadi jelas, dalam konteks pernyataan saya, ada kata ‘kalau' di situ. Bukan berarti saya ingin membubarkan KPK.

   

EE Mangindaan: Pemerintah Tak Asal Angkat PNS

Wawancara

User Rating: / 2
PoorBest 

Jakarta - Pemerintah saat ini sedang menyiapkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) mengenai pegawai honorer yang akan diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Para pegawai honorer yang akan diangkat tidak asal angkat, melainkan harus sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan.

“Jumlah kita belum berani putuskan karena masih diverifikasi. Karena menyangkut formasi. Tidak asal angkat, tidak tahu harus ditaruh di mana. Baik pusat maupun daerah, kita harus sesuaikan juga bagaimana kesiapan daerah,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN(PAN) EE Mangindaan.

Berikut wawancara dengan EE Mangindaan usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, yang salah satunya membahas mengenai pengangkatan pegawai honorer menjadi PNS, Selasa (2/8/2011):

 

Arbi Sanit: Marzuki Tak Jalankan Fungsi Perwakilan Bagi Rakyat

Wawancara

User Rating: / 2
PoorBest 

Jakarta - Pernyataan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie tentang menghilangkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan memaafkan koruptor dinilai membodohi rakyat. Pernyataan Marzuki itu dinilai bentuk pimpinan yang tidak bertanggung jawab dan melanggar etika politik.

"Nggak ada seenaknya orang bicara dalam demokrasi. Dalam demokrasi ada tanggung jawab, apalagi pemimpin atau ketua DPR. Bukan membodohi rakyat. Harusnya dia memberikan pendidikan rakyat Indonesia bukan malah dia melanggar etika politik, etika kekuasaan itu," cetus pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit.

Berikut wawancara detikcom dengan Arbi Sanit, Senin (1/8/2011):

   

Halaman 1 dari 3

JAJAK PENDAPAT

Kasus Yang Menimpa Susno Duadji Penuh Rekayasa, Bagaimana Pendapat Anda?

SD TWITTER

Follow us on Twitter

SINDIKASI RSS

KOMENTAR BARU

PENGUNJUNG

Kami ada 109 tamu online
Mobile