Selasa, 22 Mei 2012
            Mobile

Terjemahkan

Browse this website in:

Pengakuan Susno

Testimoni Susno

Bookmark and Share

Dr. Adnan Buyung Nasution,"Bagi saya, Susno Duadji memiliki integritas yang sangat baik, cerdas, profesional dan juga memiliki keberanian untuk bertindak." BOLEH jadi, ini merupakan peristiwa langka dan layak tercatat dalam sejarah di Tatar Sunda, seorang tokoh kepolisian berdarah Palembang Sumatra Selatan bersikeras mencintai Jabar.

"Saya lahir di Pagaralam Palembang Sumatra Selatan. Pernah diamanahkan-Nya di Jawa Timur. Tapi, saya jatuh cinta dengan Jabar dan sulit melupakannya. KTP saya adalah warga Kota Bandung, karena dibuatkan KTP seumur hidup oleh Walikota Dada Rosada. Dalam pemilu Pilkada dan Caleg lalu, istri dan keluarga saya, mencoblos di TPS Jabar, bukannya di
Jakarta. Terus terang, hingga wafat kelak, saya tidak akan mempermalukan warga Jabar," kata Susno Duadji kepada Pemimpin Umum "PR", H. Syafik Umar dan tokoh Antikorupsi-Antikemaksiatan, H. Nanang Iskandar Ma'soem, di Bandung, Jumat (11/12) malam.
Seraya mengenang saat pertama kali bertugas sebagai Kapolda Jabar pada 2008, Susno Duadji menuturkan ceritanya tentang semaraknya kasus korupsi dan kemaksiatan atau "penyakit masyarakat" seperti perjudian, pelacuran, minuman keras (miras), tumbuh suburnya geng-geng premanisme angkutan transportasi,

pungli di jalan raya oleh oknum polisi, pungli di Kantor Samsat dalam pengurusan SIM/STNK, dan sejenisnya.

Seusai pelantikan dan serahterima jabatan pada Rabu, 30 Januari 2008, Susno Duadji mengumpulkan seluruh perwira Satlantas dari tingkat Polres hingga yang tugas di Polda Jabar. Pada pukul 16.00 WIB itu, Susno duadji memerintahkan pemberantasan pungli di lingkungan Satlantas.


"Tidak perlu ada lagi setoran-setoran. Tidak perlu ingin kaya. Dari gaji sudah cukup. Kalau ingin kaya jangan jadi polisi, tapi pengusaha. Polisi itu pelayan masyarakat, bukan malah ingin dilayani. Perwira Satlantas dari pangkat AKP hingga Kombes, seluruhnya menandatangani pakta kesepakatan bersama peningkatankuantitas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujar Susno Duadji. Dalam dialog yang diselenggarakan oleh Komunitas Antikorupsi-Antikemaksiatan Al Ma'soem, dan The Six Million Susno Duadji Fans Club itu, Susno Duadji sempat mendengarkan pula beberapa data yang diungkapkan peserta dialog seputar keberhasilannya menenteramkan warga Jabar tatkala masih menjabat Kapolda Jabar.


"Waktu itu, kami mengira Pak Susno Duadji minimal di Jabar sekitar dua tahun sehingga kasus korupsi dan kemaksiatan di Jabar bisa lebih banyak diberantas.Tapi, ternyata hanya 9 bulan 3 pekan. Ya, kami ikhlaskan kepergiannya bertugas di Mabes Polri," ujar H. Nanang Iskandar.


Lalu, bagaimana dengan nasib Susno Duadji sekarang di Mabes Polri?


Pertanyaan semacam itulah yang muncul berkali-kali selama Susno Duadji berdialog di tiga tempat (di Jln. Pudak
Bandung, Kampus Al Ma'soem, dan gedung IKA Unpad Bandung).

"Pertanyaan itulah yang saya jawab melalui kehadiran sekarang. Kehadiran dan pertemuan saya yang diprakarsai seorang sahabat (dari The Six Million Susno Duadji Fans Club) sesungguhnya merupakan pertanggungjawaban saya kepada warga Jabar. Yang terjadi dan saya alami sekarang ini adalah ketidakadilan, dan saya terpaksa harus melakukan klarifikasi sendiri karena lembaga yang saya harapkan membantu ternyata tidak melakukannya. Mungkin lembaga itu sedang sibuk," kata

Susno Duadji.

Dikemukakannya, ada anggapan bahwa Susno Duadji itu dicopot. Padahal yang sesungguhnya terjadi adalah atas keinginan sendiri demi kepentingan institusi Polri dan NKRI. Kenapa? Karena, bagi perwira seperti dirinya sebenarnya hanya dapat dicopot apabila ada keputusan salah dari instansi terkait. "Yang terjadi
kan saya sudah dua kali diperiksa oleh Irwasum, dan satu kali disidang oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, ternyata saya dinyatakan tidak bersalah," tuturnya.

Bagaimana dengan kasus Bibit-Chandra? "Dalam kasus itu, saya
kan tidak ikut campur karena yang menanganinya langsung dipimpin Kapolri, BHD. Saya ditugaskan oleh Kapolri menangani kasus Bank Century," jawabnya.

Soal isu menerima uang Rp 10 miliar? "Demi Allah, itu juga tidak benar, karena saya tidak menerimanya. Hingga sekarang, tidak ada pihak yang mengadukan kasus tersebut. KPK atau LSM tidak ada yang mengadukan saya. Jika saya mau, sejak dulu sudah dapat ratusan milyar rupiah. Dalam pengusutan kasus Bank Century, misalnya, saya malah menyelamatkan uang Negara puluhan trilyunan rupiah. Kalau

pun dibilang ada hasil sadapan, tolong buktikan? Orang yang saya ajak bicara dalam kaitan isu itu, kan masih hidup. Tinggal diperiksa saja kalau memang benar," kata Susno Duadji.

Ihwal istilah "Cicak-Buaya"? "Itu tidak benar, karena hasil rekayasa pihak ketiga. Yang benar ialah ada pers tanya apa bedanya Polri dan KPK? Saya jawab, kalau dalam hal teknologi, Polri itu buaya karena teknologinya canggih, sedangkan KPK itu mirip cicak. Tapi, kalau soal wewenangnya, KPK itu buaya karena berdasarkan UU bisa menangkap dan menahan tanpa terlebih dulu menyelidiki dan menyidik. Sedangkan Polri itu cicak. Tapi ada oknum pers yang langsung menstempel Polri itu buaya, KPK itu cicak dan masyarakat mau-maunya dibohongi oleh oknum pers tersebut," jawab Susno Duadji.


Tentang isu Susno Duadji memanggil Redaksi Kompas dan Sindo dalam pengusutan

kasus rekaman Anggodo tanpa koordinasi dengan Kapolri?

"Lagi-lagi itu, tidak benar, karena waktu itu
kan saya sedang non-aktif. Mestinya Divisi Humas Mabes Polri beramal sholeh menyanggah ini, tapi kan mereka diam saja. Jadi, pada perilaku apa sesungguhnya saya salah, itu hingga sekarang tidak jelas dan karenanya saya perlu meluruskan ini semua," ungkap Susno Duadji, seraya menawarkan kepada pihak mana pun untuk segera mengadukan kesalahan dirinya apabila memang ada dengan catatan "jangan direkayasa".

Mendengar klarifikasi itu, para peserta dialog yang mayoritas dari berbagai lapisan masyarakat ini pun terperanjat merasa prihatin. "Saya berdoa Pak Susno Duadji dan keluarga diberikan ketabahan menghadapi kezaliman ini. Mudah-mudahan, Allah SWT segera mengungkapkan kebenaran di atas kebathilan yang sudah telanjur semarak akhir-akhir ini," kata Ustadz Abu Syauqi, sesaat akan memimpin doa bersama di akhir dialog.


Pernyataan dan doa keprihatinan senada juga disampaikan oleh tokoh pembaca "PR" lainnya, yakni ustadz Drs. KH. Bukhari Muslim dan KH Saeful Abdullah tatkala dialog di Jl. Pudak,
Bandung, yang berakhir saat larut malam. Hadirin yang notabene para aktivis antikorupsi dan antikemaksiatan di Jabar ini, berharap
Allah SWT tetap memberikan sikap istiqomah dan kekuatan kepada Susno Duadji dan keluarga sehingga cita-cita mewujudkan negeri NKRI yang bebas dari korupsi dan kemaksiatan serta sejahtera dan penuh kedamaian dapat terwujud.

Di akhir acara, Susno Duadji memberi cendera mata kepada peserta pertemuan berupa buku hasil karyanya.
Ada yang mengejutkan, ternyata dalam bukunya berjudul "Perjalanan KUHAP Seperempat Abad Lebih" halaman XVI-XVII—Dr. Adnan Buyung Nasution menulis pada 8 April 2009,"Bagi saya, Susno Duadji memiliki integritas yang sangat baik, cerdas, profesional dan juga memiliki keberanian
untuk bertindak."

(Achmad Setiyaji/Pendiri grup facebook The Six Million Susno Duadji Fans
Club)***


Info TerkiniTerpopulerLain - lain

Komentar 

 
+1 #1 Guest 28-04-2010, 16:52
:love:
Balas tanggapan
 
 
+1 #2 produkgagal 28-04-2010, 17:12
diharapkan ada susno-susno lain yg mau mengungkap kejahatan di instansinya...
maju terus pak ;-))
Balas tanggapan
 
 
0 #3 Dukunganpujianto 28-04-2010, 17:41
Masyarakat sudah mulai sadar, dan kita akan dukung pengungkapan borok-borok yang ada dalam pemerintahan baik dulu maupun sekarang. semoga negeri ini berangsur baik, terima kasih
Maju terus bapak Susno Duadji
Balas tanggapan
 
 
0 #4 doa saya untuk bapaksujana mahartana 28-04-2010, 20:07
semoga apa yg bapak perjuangkan tercapai
GBU xxx
Balas tanggapan
 
 
+1 #5 Sukses di bumi sukses di akhiratTheo Kristian 28-04-2010, 20:44
BESOK seluruh warga Negara Indonesia bertindak seperti Pak Susno, maka LUSA Indonesia siap jadi Negara terbersih di dunia dari korupsi.
Balas tanggapan
 
 
+2 #6 Guest 29-04-2010, 00:14
Pak Susno smoga bpk di beri kekuatan dan ketabahan serta istiqamah dari pemilik Kehidupan ini.
Balas tanggapan
 
 
+1 #7 anton 29-04-2010, 03:35
sebenarnya jika polri menyadari pentingnya mereposisi diri semenjak reformasi digulirkan, maka sdh banyak para koruptor yg masuk buih, tetapi nampaknya polri terbuai situasi "super body"...semenjak pisah dari TNI seolah korps mereka paling berkuasa dibidang hukum, sementara oknum2 bermain kasus di dalam tubuhnya...jika tidak dibongkar oleh "org dalam" yg punya nyali, kecerdasan dan komitmen yg kuat untuk melawan mafia hukum di polri, maka bangsa ini tidak pernah akan bangkit dari keterpurukan, harapan saya barisan "org dalam" yg berpihak kepada Susno Duadji semakin banyak, sehingga semakin banyak lagi kasus yg terbongkar....karena saya punya keyakinan oknum polisi yg tdk reformis dan menjadi markus lebih dari separoh anggota polri...itu sdh menjadi rahasia umum...
Balas tanggapan
 
 
+1 #8 \"Kebenaran memang pahit\" Pak SUSNOUnggul Seno Adji 29-04-2010, 07:44
Telah dicontohkan oleh para Nabi dan Rosul kita dalam menegakan kebenaran sesuai kehendak Allah SWT sangatlah berat,walaupun mendapat gunjingan, hasutan, hinaan bahkan nabi Ibrahim sampai dibakar hidup-hidup, namun para Nabi dan Rosul tetap berjuang dijalan Allah SWT.
Kita sangat membutuhkan warga republik ini seperti Pak Susno, tidaklah mungkin hal itu bisa dilakuan warga negara biasa, jenderal bintang tiga menginginkan republik ini bebas dari korupsi saja sangat sulit dan tantangannya berat apa lagi yg bukan jenderal, marilah kita bertobat bersama sama dengan merendahkan hati dan pikiran kita... jangan sampai jenderal Yang Maha Kuasa yang menciptakan langit dan bumi yang akan membongkar dan melaknat kita, sangat mudah bagi Allah SWT untuk menghancurkan kita semua... semoga itu tidak terjadi di negeri ini yang tercinta yang saat mendirikian republik ini dengan darah dan kematian, Sejarah akan mengukir namamu jenderal Susno... doa kami dari jutaan masyarakat Indonesia yang mendambakan negeri yang makmur
Balas tanggapan
 

Tulis komentar


Kode Keamanan
Refresh

Mobile