Selasa, 22 Mei 2012
            Mobile

Terjemahkan

Browse this website in:

It's a Long Long Winding Road...

Bookmark and Share

Pada masa itu, persisnya di tahun 1974, Akabri menyatu­kan seluruh calon taruna tahun pertama dari berbagai ang­katan dan Kepolisian di Magelang. Di kota sejuk itu, mereka akan menerima pendidikan awal. Nanti di tahun ke dua baru akan dibagi dan digembleng di jurusan masing-masing.

Susno mengikuti semua pelajaran dengan tekun. Setahun di Magelang membuat dia tumbuh sebagai anak rantau yang kokoh, sama sekali tanpa bantuan orang tua. Tidak ada hubungan surat menyurat dan hubungan telepon, bahkan tak ada kerinduan, karena perasaan cengeng yang melemah­kan tekad harus dibunuh.

Setelah melewati tahun pertama penuh gemblengan, Susno diberi hak untuk menuju Sukabumi lagi, masuk ke Akademi Polisi (Akpol). Dia sama sekali tidak memberitahu ayah dan seluruh keluarganya. Tanpa kabar, tanpa rindu. Bagi keluarga Duadji, tidak ada kabar berarti semua baik­-baik saja. "No news is a good news, " kata Susno.

Dua minggu mengenyam pendidikan di Sukabumi, Susno menerima surat dari ayahnya. Pak Duadji mengetahui keberadaan Susno setelah menerima pemberitahuan resmi dari Akpol. Hatinya haru. Rindu berkecamuk. Ibu tentu sudah renta. Susno ingin memeluknya. Namun tidak ini hari. Susno masih harus menepati janji diri, tidak akan pulang sebelum tamat belajar. Hanya bersujud sajalah yang mengobati jiwanya, memanjatkan doa untuk kesehatan semua keluarga. "Saya berserah. Selalu berpasrah. Tiada peristiwa apapun yang bisa berlaku tanpa izin-Nya."

Di Sukabumi, Susno menempa diri mati-matian. Hampir tidak ada waktu buat leha-leha. Hidup adalah otot dan otak. Taat tugas dan patuh jadwal. Inilah masa-masa ketat yang sangat tertata. Semua musti dijalani hingga Susno akhirnya ditabalkan menjadi Perwira Muda Polri.

Setapak demi setapak, Susno beringsut-ingsut mengukir karir. Bukan hal mudah, tetapi juga tidak terlalu sulit, ter­utama bila semua mengikuti ketentuan dan aturan. Niat dan tekad harus terus kobar, selalu tampil tegas dan tak takut ber­sikap. Berani bersuara lantang pada apa yang bathil. Ketaatan azas dan rasa takut kepada Allah membuat Susno memiliki keyakinan kuat. Dia tidak takut beda, berani tidak popular dan selalu vokal dalam mengemukakan pendapat.

Sikap hidup inilah yang kemudian membawa Susno menelusuri alur panjang karirnya. Sikap berani angkat suara membuat teman-teman sependidikan melihatnya sebagai sosok yang kontroversial. Susno menyadari hal itu, tapi ter­serahlah. Susno tak terlalu ambil pusing, karena ini memang sudah hakikat diri dan kebiasaan di kampung. Di Pagar Alam semua orang bicara blak-blakan dan terbuka. Satu kata dengan perbuatan. Tidak berbelit-belit, apalagi mencla-­mencle.

Susno tutup mata dan terus melaju dengan berbagai pendidikan dan berbagai jabatan, sekaligus membina diri dengan berbagai penugasan.

Di bidang pendidikan, dari Akpol Semarang, Susno ber­lanjut ke:

  1. Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) di Jakar­ta, tahun 1986.
  2. Fakultas Hukum Ubara di Surabaya, tahun 1998.
  3. S2 Manajemen di Surabaya, tahun 1999.
  4. Sesko AD di Bandung, tahun 1995.
  5. Sespati Polri di Lembang, tahun 2003.
  6. Lemhanas KSA XIV di Jakarta, tahun 2006.
  7. S2 Hukum di Jakarta, tahun 2008.

Dalam bidang pekerjaan, jabatan yang pernah dipegang Susno adalah:

  1. Kasatserse Polres Wonogiri, tahun 1979.
  2. Kapolsekta Banjarsari Solo, tahun 1984.
  3. Kabagserse Polwil Banyumas, tahun 1988.
  4. Wakil Kapolresta Yogyakarta, tahun 1991.

5.  Kapolres Maluku Utara, tahun 1995.

6.  Kapolres Ambon & Pulau-pulau Lease, tahun 1997.

  1. Kapolres Madiun, tahun 1998.

8.  Kapolres Malang, tahun 1999.

  1. Wakil Kapoltabes Surabaya, tahun 2000.

10.  Kabidrapkum Divbinkum Polri, tahun 2002.

11.  Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi

Keuangan (PPATK) , tahun 2004

12.  Kapolda Jawa Barat, tahun 2007 – 2008.

13.  Kabareskrim Polri, Oktober 2008 - November 2009.

14.  Pati Mabes Polri 30 November 2009 – sekarang

Adapun beberapa kursus dan penugasan yang diikutinya adalah:

  1. Hostage Negotiation Course &Anti Terror Program di Succorro, New Mexico, AS, 2000.
  2. Training Report &Analisys Suspicious Transaction Report (STR) di Den Huge, Nederland, tahun 2004.
  3. Training Law Inforcement for Money Laundering Case di Brussel, Belgia, tahun 2004.
  4. Training Financial Information Exchange & International Network di Madrid, Spanyol, tahun 2004 5.
  5. Comparative Study for Crime Justice System di Kuala Lumpur, Malaysia, 2001.
  6. Senior Official Meeting for Transnational Crime (SOMTC) di Brunei Darussalam, 2003.
  7. Comparative Study for Police System di Seoul, Korea Selatan, 2003.
  8. Comparative Study for Money Laundering di Washington DC AS, 2003.
  9. Comparative Study for Money Laundering di Switzerland, 2004.
  10. Visiting Study for Financial Intelligence Unit di Warsawa Polandia, 2004.
  11. Comparative Study for Arbitration Alternative Dispute Resolution di New York, AS, 2004.
  12. Senior Official Meeting for Transnational Crime (SOMTC) 4th di Brunei Darussalam, 2004.
  13. Senior Official Meeting for Transnational Crime (SOMTC) 5th di Siem Reap, Kamboja, 2005.
  14. Trans Organize Crime (TOC) Conference di Bangkok, 2005.
  15. Comparative Study forAnti Money Laundring Law di Pilipina, 2005.
  16. National Resilience Comparative Study di Germany, Austria, Mei 2006.
  17. International Criminal Police Organization (ICPO) 75 di Rio de Janeiro, Oktober 2006.
  18. Drafting and Sign MoU & Comparative Study for Money Laundering and Financial Intelligence Unit di Pretoria, Afrika Selatan, November 2006.
  19. Drafting and Sign MoU & Comparative Study for Money Laundering and Crime Justice System di Tokyo, Jepang, Desember 2006.
  20. Financial Action Task Force (FATF) on Money Laundering and Monival Conference di Strasbourg, Perancis, Februari 2007.
  21. Senior Official Meeting for Transnational Crime (SOMTC) 7th di Vientiane, Laos, Juni 2007.
  22. Drafting and Sign MoU & Comparative Study for Money Laundering and Crime Justice System di Ankara, Turki, Agustus 2007.
  23. Drafting and Sign MoU & Comparative Study for Money Laundering di Helsinki, Finladia, Septem­ber 2007

Selain semua itu, Susno Duadji juga ikut dalam penyusunan beberapa Undang-Undang, antara lain:

  1. Undang-Undang Anti Korupsi.
  2. Undang-Undang Pencucian Uang.
  3. Undang-Undang KUHAP.
  4. Undang-Undang Terorisme.
  5. Undang-Undang Rekonsiliasi Nasional.
  6. Undang-Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
  7. Undang-Undang TNI dan lain-lain

Susno.juga menulis buku, yaitu:

  1. Selayang Pandang Praktik Pencucian Uang dan Kejahatan Asal, terbit Juli 2008.
  2. Perjalanan KUHAP Seperempat Abad Lebih : Masalah Substansi dan -Implementasi', terbit April 2009

Bekal pengalaman itulah yang kemudian membawa Susno melangkah pasti menjadi Kapolda Jawa Barat, meski tak semua jalan bebas onak duri dan tak semua langkah menapak mulus. It's a long long winding road

sumber: Buku Bukan Testimoni Susno


Info TerkiniTerpopulerLain - lain

Tulis komentar


Kode Keamanan
Refresh

Mobile