Selasa, 22 Mei 2012
            Mobile

Terjemahkan

Browse this website in:

TRANSAKSI : SD, JOHNY SITUWANDA, DAN ZULKARNAIN

Susno Menjawab

Bookmark and Share

Walau sudah berkali-kali dijelaskan baik oleh saya sendiri (SD), Johny Situwanda (JS), maupun Zulkarnain (Z) terkait transaksi pada rekning kami tidak ada sangkut pautnya dengan masalah PIDANA semua underlying transaksi adalah masalah KEPERDATAAN.

Saya tidak tau mengapa wakadivhumas Brigjen Zainuri Lubis langsung menuduh bahwa transaksi JS kepada saya terkait upaya membantu Meringankan hukuman Z yg sedang kasasi perkaranya di Mahkamah Agung. Jelas statment ini BOHONG BESAR, tanpa dasar, bersifat fitnah.

 Saya heran mengapa Wakadivhumas mengeluarkan statment yang demikian membahayakan, lebih heran lagi Zainuri Lubis berani dengan terang-terangan mempublikasikan transaksi kami (SD, JS, dan Z), bukankah transaksi kami dilindungi oleh undang-undang ? Dan heran lagi mengapa Zainuri Lubis yang telah melanggar undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang dan Undang-undang Perbankan koq didiamkan saja ! Mestinya langsung diproses, disidik karena karena apa yang dilakukanya adalah perbuatan pidana yang tidak tergolong ke dalam delik aduan.

Lebih memperihatian lagi statment ini sangat bertolak belakang dengan statment Divhumas saat menanggapi issu rekning Rp 95 M milik Pati bintang dua berinisial BG yang dibantah habis-habisan oleh Divhumas Polri.

Mungkin mereka lupa kalau SD adalah Perwira Tinggi Polri yang masih aktif yang semestinya kalau ada isu yang tidak benar melanda SD mestinya tanggung jawab Divhumas Polri untuk meluruskan, bukan malah ikut memutar balikan.

Transaksi SD denga JS tak satupun terkait pidana, semua undelyingnya jelas dan dapat dipertanggung jawabkan secara yuridis, sebelum mendapat ijin dari pemilik rekening tentunya saya tidak boleh memerinci transaksi saya dengan JS sebab transaksi JS dengan siapapun dilindungi hukum. Demikian juga transaksi saya dengan Z, dia mempunyai hubungan kekeluargaan yang dekat dengan saya sehingga sering sekali terjadi pinjam meminjam uang, kadang diambil dan dibayar dengan chas money dan adakalanya juga dengan transfer.

Antara JS dengan Z tidak ada hubungan kekeluargaan, hubungan kerja maupuin hubungan hukum, mereka berdua tidak saling kenal satu dengan yang lain. Jadi sangat disesalkan kalau Wakadivhumas menyatakan transaksi uang antara JS dan Z dengan SD ada keterkaitan dengan perkara yang menimpa Z karena Z tidak kenal JS dan Z bukan pula klien JS.

Justru yang mestinya perlu dijelaskan oleh Divhumas Polri dari mana mendapatkan data transaksi JS dan Z ? Mengapa dikaitkan dengan SD ? Sengaja dicari atau datang sendiri ? Mengapa dipublikasi ? Siapa yang bertanggung jawab pada publikasi data tersebut ? Silahkan Bareskrim melacak dan Humas memberi keterangan yang menyejukan, divhumas harus menghilangkan kesan bahwa SD melawan Polri.  Sekedar diingat SD adalah Polri aktif.

Info TerkiniTerpopulerLain - lain

Komentar 

 
0 #1 muha 25-05-2010, 16:01
semangaaaaaat pak susno. mungkin tiada kata lain yang lebih meyejukkan selain SABAAARRRRR.


Sabar tidak ada batasnya pak.

Paling-paling 70 tahun saja. sesuai jatah umur kita pada umumnya.

Dan kesabaran itu adalah yang terbaik bagi orang mukmin bila ditimpa musibah. Pasti ada kemudahan dan jalan keluar. Insya Allah.
Balas tanggapan
 
 
+1 #2 beben 26-05-2010, 09:06
Jangan bingung toh pak, emang cara2 Polisi spt itu, bikin skenario sesuai keinginan Atasan dan tergantung kebutuhan plus banyaknya uang. Mungkin ini dinamakan senjata makan tuan kali ya??? Tapi rakyat SALUT sama SD, krn semua pasti pernah khilaf, jadi SAATNYA BERUBAH. Jangan takut pak, banyak rakyat yang ngawal kasus bapak.
KAPOLRI pasti cari selamat, wong entar lagi pensiun dengan banyak penghargaan dan segala macam emblem....bapak skrg bernasib sbg rakyat biasa aja pak, walau masih aktif. Nggak mungkin KAPOLRI punya keberanian, pasti!!!
Lah yang dibelakang dia kan kita tahu, tuh yang jadi penguasa.
Balas tanggapan
 
 
+1 #3 REKAYASA & REKAYASA POLRI 1000 %ROBY 26-05-2010, 10:38
ASLI 1000% REKAYASA POLRI, ORANG YANG GAK TAU TENTANG HUKUM SAJA BISA MEMUTUSKAN INI ADALAH REKAYASA, ANTARA TAKUT KOBANGKAR DAPURNYA POLRI, DAN YANG KEDUA DENDAM, BANYAK YANG MAU DI BONGKAR PAK SUSNO, AKHIRNYA POLRI KEBAKARAN JENGGOT, MUNGKIN BHD TAKUT...DAN NANA S, ITO S, EDWARD A, TERMASUK ORANG YANG BEREBUT JABATAN..MAKANYA PAK SUSNO DI JEBLOSIN AGAR PERSAINGAN TIDAK TERLALU KETAT..DAN ANEHNYA SATGAS MAFIA HUKUM SEKARANG IKUT MEMBANTU REKAYASA KASUS INI, SEOLAH OLAH PURA2 BODOH, MUSNAHKAN SAJA SATGAS, GAK BERGUNA, NYARI2 PROJECT, PILIH2 PROJECT, MAU DIKATA APA SIH SATGAS???, SUPER HERO?...INDONESIA BUTUH ORANG SEPERTI PAK SUSNO, GAK BUTUH ORANG YANG MENCARI MUKA, TUKANG JILAT...
Balas tanggapan
 
 
0 #4 Petinggi Polri licikalmanduro 30-05-2010, 00:23
HAI PETINGGI-PETINGGI POLRI MANA DADAMU, INI DADAKU TUNJUKKAN BAHWA ANDA KESATRIA JANGAN LICIK DAN DENGKI INGAT ANAK CUCU ANDA NANTI AKAN MENERIMA PEMBVALASAN YANG SETIMPAL. INGAT PEMBALASAN LEBIH KEJAM DARI PERBUIATAN. AWAS JURAGAN ITOK, ZAINURI KUBIS, BHD SUATU SAAT ANDA AKAN MENERIMA PETAKA YANG LEBIH DAHSAT.
Balas tanggapan
 
 
-1 #5 John Demers 01-06-2010, 15:13
I am very sure that Police Instituion is affraid that Susno will break all the corrupt polices.

Instituion will give a learn to existing Police that thay cannot fight with the Instituion. So that is way the instituon will do anything on any way to win the battle.
Balas tanggapan
 
 
-1 #6 Sabar pak, orang sabar kekasih Tuhanyulia artati 10-06-2010, 13:33
Sabar pak, orang sabar kekasih Tuhan. Akan datang waktunya yang dusta akan sirna bila kebenaran telah datang.
Saya usul pak, apa yg bapak tulis di atas bisa saya sharing tidak hanya via email tp jg via FB jadi bisa ditambahkan di kanan kiri atas sebelah gambar amplop dengan FB, tk.
Balas tanggapan
 
 
-1 #7 oooohhyono 08-07-2010, 06:19
p.susno
kaulah sang pejuang semangat
kebenaran pasti terungkap
Balas tanggapan
 
 
-1 #8 Guest 15-08-2010, 15:02
kok ngk dari dulu mau brantas koropsi pk susno.sekarang udah ngk punya taring mau gigit heeee.....
Balas tanggapan
 

Tulis komentar


Kode Keamanan
Refresh

JAJAK PENDAPAT

Kasus Yang Menimpa Susno Duadji Penuh Rekayasa, Bagaimana Pendapat Anda?

SD TWITTER

Follow us on Twitter

SINDIKASI RSS

KOMENTAR BARU

PENGUNJUNG

Kami ada 44 tamu online
Mobile