Dibaca: 1156 kali Ditulis oleh Susno Duadji Senin, 03 Mei 2010 20:21
Assalaamu’alaikum Wr.Wb.,
kepada yth Masyarakat Indonesia, ijinkan saya menjawab beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan kepada saya, sbb :
MENGAPA SD BARU MENGUNGKAP KASUS SETELAH TIDAK MENJABAT LAGI, BUKAN KETIKA WAKTU SAAT MENJABAT?
Jawaban :
Saya mengungkap kasus di dalam tubuh Polri bukan baru kali ini, beberapa kali saya ungkap dan suarakan dari dalam tubuh Polri, gaungnya TIDAK ADA apalagi dampaknya, yang terjadi justru saya dicopot dari jabatan karena berbeda pendapat dengan atasan dan rekan sejawat ; antara lain saat pangkat Letnan Satu karena mengungkap kasus korupsi di Kantor Agraria, saat Kapten karena mengungkap kasus illegal logging, saat pangkat Letkol Pol dicopot karena tidak mau membebaskan pelaku kasus uang palsu, demikian seterusnya dan terakhir saat Pangkat Komjen Pol saya rela melepaskan jabatan dari pada saya berada pada posisi yang membebek.
Alasan kedua saya tau persis kondisi di dalam yang sangat tidak mendukung oleh karenanya saya suarakan di luar institusi Polri, hasilnya silahkan dirasakan sangat efektif. Bola api bergulir tambah kencang, energy bertambah dari segenap komponen bangsa yang anti kezoliman, anti rekayasa, anti ketidakadilan, anti korupsi, anti kemiskinan, dan punya jati diri dan integritas, seperti ; LSM, Pers, Tokoh agama, tokoh Masyarakat, akademisi, mahasiswa, Politisi, buruh, pedagang, rakyat kecil dan lain-lain.
Efek lainya menggelinding ke semua Instansi ; bukan hanya mafia hukum, tapi ke mafia Pajak, bea cukai, pertambangan, kehutanan, dan mafia lainya. Sekarang, tinggal bagaimana kita memelihara momentum ini untuk mereformasi dan merubah moralitas bangsa khususnya pemimpin bangsa pada semua level instansi.
Saya sangat sedih kalau ada purnawirawan petinggi Polri / jenderal Polisi yg berteriak menyalahkan SD karena mengungkap kebobrokan institusi ke luar, justru saya mempertanyakan kenapa para senior saya tidak berbuat apapun saat berkuasa, mungkin terbuai oleh kenikmatan jabatan, takut dicopot kali.
Para senior yang bersuara demikian tidak pernah malu pada dirinya sendiri hanya pandai mencela tak mampu berbuat padahal kesempatan terbuka luas (maaf agak keras), kita semua tau siapa si senior yang saya maksud, semoga beliau membaca tulisan ini. Terima kasih. (Susno duadji)
| < sebelumnya |
|---|




Hanya orang-orang yang berjiwa jeleklah yang sering mengeluarkan kata-kata jelek"
malu mendengar kesaksian orang yang katanya pinter,cantik dan terlebih wakil rakyat...kacau ka..."
Komentar
jangan takut kami mendukung bapak, maju trus pak susno Djuaji