Selasa, 22 Mei 2012
            Mobile

Terjemahkan

Browse this website in:

Dari Mana Saya Peroleh Kekayaan?

Susno Menjawab

Bookmark and Share

Saya selalu menjaga usaha keluarga yang dirintis sanak famili. Keluarga saya memang sudah bergenarsi mengelola usaha pertanian. Meski Cuma untung kecil dan bernilai seperak dua perak, tetapi usaha dagang itu jalan. Hasil bumi dari lahan di dusun di jual ke kampung-kampung lain, diboyong ke kota dan labanya digulung atau dinikamati bersama. Dan selaras dengan perjalan waktu, bisni kecil-kecilan itu semakin hari semakin tumbuh menjadi besar dengan daya jangkau pasar yang luas. Kini kami bangga bisa menyebutna sebagai trading

Bersama dengan saudra-saudara sekampung, kini usaha keluarga itu bergerak di bidang perdagangan hasil bumi seperti kopi, karet dan cengkeh, juga hasil tambang seperti batubara, pasir dan galena.

Usaha kecil ini sah dan legal, surat-surat lengkap, segala bentuk pajak di bayar. Pajak dunia bayar, pajak akhirat 2,5 persen pun bayar. Kadang-kadang lucu juga, karena sekali-kali pungli (pungutan liar) pun kita bayar. Saya sih bisa bereskan masalah itu, tapi kalau saya muncul, berarti saya sudah mencampurkan bisni dengan kedinasan saya.

Bisnis trading memang sepenuhnya di jalankan oleh keluarga dan teman-teman sekampung yang menyemplungkan diri di bidang bisnis. Yang punya jabatan tidak boleh menjadi pelaksana. Saya tidak boleh, abang sepupu saya yang bekerja di kantor pajak juga tidak boleh ikut. Kami hanya ikut rapat, memantau dari jauh, menjaga agar tetap di jalur resmi nan halal dan memberikan sumbangan pikiran

Cerita selengkapnya bisa di baca di “Dapur Berasap, Tugaspun Selesai”


Info TerkiniTerpopulerLain - lain

Komentar 

 
+4 #1 ella 04-05-2010, 13:30
sekedar saran aza, gmn kalo kekayaan anda diaudit ma account public dan dipublikasikan biar jelas semua sumber kekayaan n sekaligus menjawab keraguan masyarakat atas apa yg anda sampaikan mengenai darimana kekayaan di dapat.
Saya mendukung anda untuk menegakkan kebenaran di bumi Indonesia tercinta...
Balas tanggapan
 
 
-1 #2 melonjak 2007sahrul 04-05-2010, 19:43
aku inget waktu tahun 2007 waktu reformasi, harga kopi dari Rp. 2000 jadi Rp. 10.000 - Rp 19.000 lada dari Rp 4.000 jadi 40.000 cengkeh apalagi dari Rp 5.000 jadi 60.000-80.000, punya stok 5 ton aja jadi berapa tuh.
apa lagi klo toke biasanya stok bisa 5-10truk 1 truk 5-7 ton apa lagi klo 5 fuso 1 fuso 18-20ton. ini yang banyak bikin toke-toke kaya mendadak thn 2007/2008.
Balas tanggapan
 
 
0 #3 basirudin 08-05-2010, 22:27
Saya percaya pak dengan dagang orang bisa jadi kaya raya, saya pernah alami itu di daerah pagar alam dan sekitarnya, dagang balur aja bisa beduit pak apalagi kopi, cengkeh, cabe rawit aja bejibun.
Balas tanggapan
 
 
+1 #4 luar biasasurya pratama 10-05-2010, 07:40
anda patut saya contoh pak susno!!
Balas tanggapan
 
 
+2 #5 ahmad purba 10-05-2010, 07:42
bila aja masih ada yg mempermasalahka n harta pak susno membuat negeri ini semakin memuakkan, itu kasus gayus juga seharusnya usut gayus-gayus lainnya dan kasus bank century Rp.6,7Trilyun, bisa buat jalan tol cikampek surabaya atau bangun jalan kereta api di kalimantan or papua berguna buat rakyat banyak. tapi apa??? gaung century meredup, kemarin saya baca koran 1 trolli barang bukti kasus centry hilang. benar2 gilaaaa negeri ini.
Balas tanggapan
 
 
-2 #6 bolehkan tidak percaya?boy hasan 10-05-2010, 08:21
saya kurang percaya dg pernyataan di atas, rasanya pasti ada uang kotor yg diterima, karena memegang jabatan tinggi di linkungan polri yg kotor, pasti ada sedikit banyak terciprati uang kotor.
Balas tanggapan
 
 
0 #7 Guest 10-05-2010, 08:22
Kabf Susno, lanjutkan jabatan Khalifah Fil Ardh, hanya takut pada Allah, harga diri, kehormatan, menjaga nama baik, pesan kisak nenek buyut..lawan kebatilan, Bismillah...
Balas tanggapan
 
 
0 #8 deden 10-05-2010, 09:19
punten, ka akang2 or ibu2...saya orang bandung yg waktu itu pernah merasakan kepemimpinan pa susno sebagai KAPOLDA JABAR.....dimana pada waktu itu...kita benar2 ditiadakan dgn yg namanya pungli..calo..(pokonya mau bikin sim, perpanjang stnk tidak bisa nembak) jadi sy sangat percaya dgn kredibilitas pa susno..(Saya merasa tidak perlu berkompak-kompak memelihara kejahatan, lebih baik pecah untuk kebaikan)itu moto bikin sy merinding pa
Balas tanggapan
 

Tulis komentar


Kode Keamanan
Refresh

JAJAK PENDAPAT

Kasus Yang Menimpa Susno Duadji Penuh Rekayasa, Bagaimana Pendapat Anda?

SD TWITTER

Follow us on Twitter

SINDIKASI RSS

KOMENTAR BARU

PENGUNJUNG

Kami ada 38 tamu online
Mobile