Dibaca: 3146 kali Ditulis oleh Solihin GP, Pejuang 45 Selasa, 01 Juni 2010 00:32
Yth. Kepala Kepolisian Republik Indonesia Bapa Jenderal (Polisi) Bambang Hendarso Danuri
Perihal: Rehabilitasi Nama Baik Komjen Susno Duadji
Assalamu alaikum Warahmatullohi Wabarokatuh,
Pertama kali, perkenankan saya memperkenalkan diri, saya Solihin Gautama Purwanegara, salah seorang sesepuh rakyat Tatar Sunda dan prajurit Pejoang Kemerdekaan ’45, mendoakan semoga Bapa Bambang Hendarso Danuri beserta keluarga selalu dalam lindungan dan bimbingan Allah SWT.
Sebagai prajurit Pejoang Kemerdekaan ‘45, semangat dan jiwa saya tetap sangat concern, commit, dan consistent berjoang sekuat tenaga agar Negara dan Bangsa Republik Indonesia bangkit berjaya, dan benar-benar sangat mengharapkan para pemimpin generasi muda mampu melaksanakan pemerintahan yang clean government dan good governance.
Surat Dukungan dari Angkatan 45 (61 kB)
| < sebelumnya | selanjutnya > |
|---|




Hanya orang-orang yang berjiwa jeleklah yang sering mengeluarkan kata-kata jelek"
malu mendengar kesaksian orang yang katanya pinter,cantik dan terlebih wakil rakyat...kacau ka..."
Komentar
tetapkanlah`sus no`duadji`dalam `barisan`Muhama d`SAW
wafatkanlah`Sus no`duadji`dalam `Garisan`Muhama d`SAW
terangkanlah`ia `cahaya`hatiMu` Abu`Bakar`sidiq `Ra
kuatkanlah`ia`d gn`pedangMu`Uma r`Ibn`Khatab`Ra
ajarilah`ia`dgn `bukuMu`Ustman` Ibn`Affan`Ra
arahkan`ia`dgn` penaMu`Ali`Ibn` Abi`Thalib`Ra
warnai`ia`dgn`t intaMu`para`ahl i`Badar
hiasi`ia`dgn`em as`permataMu`pa ra`syuhada`fisa bilillah
kembalikan`ia`s ebagaimana`kemb alinya`Daud`AS`
dari`kemenangan `atas`goliath`f ilistin...
Amin`ya`wahai`A llah`Tuhanku`Ra ja`orang`orang` teraniyaya
Kepada :
Yth. Kepala Kepolisian Negara
Republik Indonesia
Bpk Jenderal (Polisi)
si-Bambung Hendarso Pencuri
Assalamu alaikum Warahmatullohi Wabarokatuh,
Pertama kali, perkenankan saya memperkenalkan diri, saya Solihin Gautama Purwanegara, salah seorang sesepuh rakyat Tatar Sunda dan prajurit Pejoang Kemerdekaan ’45, mendoakan semoga Bpk si-Bambung Hendarso Pencuri beserta keluarga selalu dalam lindungan dan bimbingan Allah SWT.
Sebagai prajurit Pejoang Kemerdekaan ‘45, semangat dan jiwa saya tetap sangat concern, commit, dan consistent berjoang sekuat tenaga agar Negara dan Bangsa Republik Indonesia bangkit berjaya, dan benar-benar sangat mengharapkan para pemimpin generasi muda mampu melaksanakan pemerintahan yang clean government dan good governance.
Selanjutnya, sehubungan dengan kasus yang menyangkut Komisaris Jenderal (Polisi) Susno Duadji, yang oleh banyak pihak dinilai bahwa masalahnya adalah internal institusi kepolisian, namun ternyata dampaknya telah membuat risau masyarakat dan telah menurunkan wibawa nasional, maka bersama ini dengan hormat saya menyampaikan testimony sebagai berikut:
1. Memetik hikmah untuk memulihkan wibawa pemerintah
Saya sangat prihatin, sejak peristiwa kasus KPK, Bank Century, munculnya istilah “cicak dan buaya”, hingga Komisaris Jenderal (Polisi) Susno Duadji dicopot dari jabatannya sebagai Kabareskrim, kemudian berkembangnya issue makelar kasus (markus) di tubuh Polri, dan pada akhirnya justru institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia yang banyak menuai sorotan masyarakat, sedangkan para koruptor masih tetap bebas berkeliaran.
Ketika Bpk dilantik sebagai Kapolri pada tanggal 9 Oktober 2008 yang lalu, saya sangat mendukung program yang Bpk canangkan, antara lain yaitu:
Polri akan tetap konsisten dengan tegas dalam memberantas judi, korupsi, illegal logging, illegal fishing, dan penyakit masyarakat lainnya
Melakukan kelanjutan program operasi pembersihan internal Polri dari oknum-olknum yang melakukan pelanggaran aturan hukum
Peningkatan kerja sama lintas sektoral bersama TNI dan jajaran pemerintah
Melanjutkan dan menyelesaikan reformasi internal Polri.
Mungkin saja apa yang dilakukan oleh Komisaris Jenderal (Polisi) Susno Duadji dalam melaksanakan program Kapolri tidak sesuai dengan prosedur formal dan kode etik kepolisian. Namun terobosan-terobosan dan langkah-langkah yang dilakukan oleh Komisaris Jenderal (Polisi) Susno Duadji dalam pemberantasan korupsi di tubuh Polri, telah menghembuskan angin sejuk kepada masyarakat, yang telah lama sangat berharap agar Polri menjadi bersih dan berwibawa sebagai Bhayangkara Negara.
Hikmah besar yang dapat dipetik dari peristiwa ini adalah justru menjadi kesempatan Polri untuk memperbaiki citranya. Ini bukan sekedar masalah internal Polri, tetapi sudah menyangkut kewibawaan pemerintah, yang telah membuat risau masyarakat. Oleh sebab itu, sebagai bagian dari rakyat Indonesia, saya mendesak supaya segera dilakukan pengusutan atas dugaan markus itu, untuk membuktikan benar atau tidaknya hal tersebut. Sebenarnya bukan menjadi rahasia umum lagi, bahwa citra polisi hingga kini masih kurang baik.
2. Nama baik Komisaris Jenderal (Polisi) Susno Duadji harus direhabilitasi
Ketika Komisaris Jenderal (Polisi) Susno Duadji menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat, saya dan seluruh rakyat Tatar Sunda benar-benar sangat mensyukuri, bahwa Provinsi Jawa Barat memiliki Kepala Kepolisian Daerah yang telah membawa harapan untuk mampu memelihara keamanan, ketenteraman, dan ketertiban di wilayah Provinsi Jawa Barat. Beliau telah berhasil menyelesaikan masalah-masalah negatif di lingkungan kepolisian di Jawa Barat secara tegas dan tuntas. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai Kapolda Jawa Barat selalu bersikap sederhana, jujur, terbuka, dekat dengan rakyat, dan akhirnya menjadi panutan semua lapisan rakyat.
Gebrakan-gebrakan Komisaris Jenderal (Polisi) Susno Duadji selaku Kapolda telah membuat pelaku-pelaku kejahatan di Jawa Barat, termasuk para oknum polisi yang tidak bertanggung jawab telah menjadi ‘mengkeret’ nyalinya. Sebaliknya rakyat Tatar Sunda merasa senang memiliki pemimpin Kepolisian yang tegas dan berani memberantas kejahatan.
Perintah Komisaris Jenderal (Polisi) Susno Duadji kepada jajaran Satlantas untuk meniadakan pungutan liar atau pungli, baik tilang di lapangan maupun kutipan-kutipan liar dalam pelayanan SIM, STNK, BPKB, dan lainnya, sungguh sangat menggembirakan masyarakat Jawa Barat. Ucapannya kepada para stafnya perlu saya garis bawahi: “ Tidak perlu ada lagi setoran-setoran. Jangan ingin kaya dari pungli. Kalau ingin kaya jangan jadi polisi. Ingat, polisi adalah pelayan masyarakat. Pungli adalah korupsi. Bagaimana mungkin aparat bisa memberantas korupsi, kalau aparatnya sendiri melakukan korupsi. Sebagai tahap awal, saya bersihkan dulu di kalangan dalam, baru membersihkan di luar. Kalau aparatnya korupsi, tamatlah republik ini. Silahkan bebenah, kalau masih ada yang nakal, saatnya saya main copot-copotan jabatan!” Sungguh ucapan pemimpin Kepolisian sebagai penegak hukum seperti itu yang patut saya acungi jempol.
Masyarakat menilai bahwa langkah-langkah yang terus dilakukan oleh Komisaris Jenderal (Polisi) Susno Duadji sampai saat ini adalah untuk memperbaiki citra polisi. Dalam pandangan rakyat Tatar Sunda, langkah-langkah Komisaris Jenderal (Polisi) Susno Duadji di tingkat pusat telah membuka keburukan-keburukan di lingkungan pimpinan aparatur negara yang sudah lama di sesalkan oleh rakyat banyak, karena telah dibiarkan berlangsung lama dan sangat merugikan Negara.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, saya selaku sesepuh rakyat Tatar Sunda dan prajurit Siliwangi pejoang Kemerdekaan ’45 menyarankan agar semua pimpinan aparatur terkait untuk sebaiknya menarik manfaat dari masukan Komisaris Jenderal (Polisi) Susno Duadji untuk koreksi diri ke dalam, dari pada secara mati-matian mempertahankan keburukan dan kebrokbrokan yang pasti bakal disesalkan oleh rakyat banyak, dan akhirnya mengakibatkan malapetaka kepada Negara dan Bangsa.
Oleh sebab itu, tidak pantas dan tidak patut bila seorang polisi seperti Komisaris Jenderal (Polisi) Susno Duadji ini bahkan kemudian dijadikan tersangka dengan tuduhan pencemaran citra Polri. Saya selaku sesepuh rakyat Tatar Sunda dan prajurit Siliwangi pejoang Kemerdekaan ’45, mendesak kepada Kapolri untuk segera merehabilitasi nama baik Komisaris Jenderal (Polisi) Susno Duadji, dan menempatkannya sebagai jajaran senior teladan kepolisian.
3. Kepentingan Negara dan Bangsa di atas segalanya
Kasus Komisaris Jenderal (Polisi) Susno Duadji adalah bukan sekedar kasus internal di tubuh Polri, namun telah merupakan issue nasional dalam rangka percepatan pemberantasan korupsi yang telah menjadi kangker Negara.
Saya menaruh harapan besar kepada Bpk selaku Kapolri, dan kepada seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia untuk dengan concern, commit, dan consistent melaksanakan Tri Brata dan Catur Prasetya Kepolisian Republik Indonesia, sebagai Bhayangkara Negara menjaga keselamatan dan ketenteraman masyarakat.
Akhir kata, saya selaku salah seorang Pejoang ’45 yang masih hidup, mengajak kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia, marilah kita bersyukur ke hadirat Allah SWT, bahwa kita masih diberi kesempatan untuk menikmati kehidupan di muka bumi ini. Semoga sisa-sisa hidup yang diberikan oleh Allah SWT ini dapat kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara NKRI, kita abdikan segala kekuatan dan kemampuan secara habis-habisan untuk mengangkat wibawa Negara dan Bangsa dari kesulitan-kesulitan yang tiada habisnya.
Semoga pimpinan generasi penerus aparatur negara diberi kekuatan moral oleh Allah SWT untuk bersikap “benar adalah benar, dan salah adalah salah”, dan mampu mendahulukan kepentingan Negara dan Bangsa di atas segalanya.
Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga menjadi bahan pemikiran dan pertimbangan Bpk selaku Kapolri.
Wassalamu alaikum Warahmatullohi Wabarokatuh.
Hormat saya,
Solihin GP
Sesepuh Rakyat Tatar Sunda
Prajurit Pejoang ‘45
Tembusan kepada yang terhormat:
1. Presiden Republik Indonesia, Bpk Susilo si-Bambung Yudoyono
2. Pimpinan Kejaksaan Agung Republik Indonesia
3. Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi
4. Bpk Komisaris Jenderal (Polisi) Susno Duadji
5. Media Massa
6. Metro TV
7. TV. ONE
8. Arsip
Mari kita sama2 bersatu padu mendorong perubahan yang lebih baik, yang namanya pemerintah adalah pengayom dan pelindung masyarakat, bukan amtenar yang bisa berbuat seenaknya