Selasa, 22 Mei 2012
            Mobile

Terjemahkan

Browse this website in:

Surat Dukungan dari Angkatan 45

Surat Pembaca

Bookmark and Share

Yth. Kepala Kepolisian  Republik Indonesia Bapa Jenderal (Polisi) Bambang Hendarso Danuri

Perihal: Rehabilitasi Nama Baik Komjen Susno Duadji 

Assalamu alaikum Warahmatullohi Wabarokatuh,

Pertama kali, perkenankan saya memperkenalkan diri, saya Solihin Gautama Purwanegara, salah seorang sesepuh rakyat Tatar Sunda dan prajurit Pejoang Kemerdekaan ’45, mendoakan semoga Bapa Bambang Hendarso Danuri beserta keluarga selalu dalam lindungan dan bimbingan Allah SWT.

Sebagai prajurit Pejoang Kemerdekaan ‘45, semangat dan jiwa saya tetap sangat concern, commit, dan consistent berjoang sekuat tenaga agar Negara dan Bangsa Republik Indonesia bangkit berjaya, dan benar-benar sangat mengharapkan para pemimpin generasi muda mampu melaksanakan pemerintahan yang  clean government dan good governance. icon Surat Dukungan dari Angkatan 45 (61 kB)


Info TerkiniTerpopulerLain - lain

Komentar 

 
+4 #1 Cul 01-06-2010, 05:41
Pak Solihin yg terhormat, Kapolri kita ini memang bebal klu tidak merespon baik saran bapak. Jika masih demikian adanya, saya menyarankan kepada bapak untuk menjadi lokomotif terjadinya REVOLUSI RAKYAT untuk keadilan dan kesejahteraan!!
Balas tanggapan
 
 
+3 #2 rakyat marahrakyat marah 01-06-2010, 12:57
KALAU TIDAK TERLIBAT MANA MUNGKIN SESEORANG MAU MELINDUNGI YANG SALAH. BENAR ATAU TIDAK???????
Balas tanggapan
 
 
+4 #3 ya`Allah`timpakan`murkaMu`pada 01-06-2010, 15:36
ya..TuhanKu``
tetapkanlah`sus no`duadji`dalam `barisan`Muhama d`SAW
wafatkanlah`Sus no`duadji`dalam `Garisan`Muhama d`SAW
terangkanlah`ia `cahaya`hatiMu` Abu`Bakar`sidiq `Ra
kuatkanlah`ia`d gn`pedangMu`Uma r`Ibn`Khatab`Ra
ajarilah`ia`dgn `bukuMu`Ustman` Ibn`Affan`Ra
arahkan`ia`dgn` penaMu`Ali`Ibn` Abi`Thalib`Ra
warnai`ia`dgn`t intaMu`para`ahl i`Badar
hiasi`ia`dgn`em as`permataMu`pa ra`syuhada`fisa bilillah
kembalikan`ia`s ebagaimana`kemb alinya`Daud`AS`
dari`kemenangan `atas`goliath`f ilistin...
Amin`ya`wahai`A llah`Tuhanku`Ra ja`orang`orang` teraniyaya
Balas tanggapan
 
 
+1 #4 Revolusibegale sakti 01-06-2010, 16:19
Bila keadilan tidak mampu di tegakan lagi di republik ini sebuah REVOLUSI harus terjadi, jadi pak Susno sebagai pemimimpin REVOLUSI di Negri....
Balas tanggapan
 
 
+4 #5 CapekAndy 01-06-2010, 17:49
Capek,polri tidak akan mau dengar,pemangku kepentingan dineggri ini juga ga bakalan mau karna kalau korupsi dihapus maka akan mengurangi pundi pundi mereka.kita hanya perlu minta tolong sama TNI untuk mengkudeta polri.karna TNI adalah harapan satu satunya skrg.
Balas tanggapan
 
 
+10 #6 bhd malingsi-Bambung Hendarso Pencuri 01-06-2010, 18:53
Bandung, 01 JUNI 2010

Kepada :
Yth. Kepala Kepolisian Negara
Republik Indonesia
Bpk Jenderal (Polisi)
si-Bambung Hendarso Pencuri




Assalamu alaikum Warahmatullohi Wabarokatuh,

Pertama kali, perkenankan saya memperkenalkan diri, saya Solihin Gautama Purwanegara, salah seorang sesepuh rakyat Tatar Sunda dan prajurit Pejoang Kemerdekaan ’45, mendoakan semoga Bpk si-Bambung Hendarso Pencuri beserta keluarga selalu dalam lindungan dan bimbingan Allah SWT.

Sebagai prajurit Pejoang Kemerdekaan ‘45, semangat dan jiwa saya tetap sangat concern, commit, dan consistent berjoang sekuat tenaga agar Negara dan Bangsa Republik Indonesia bangkit berjaya, dan benar-benar sangat mengharapkan para pemimpin generasi muda mampu melaksanakan pemerintahan yang clean government dan good governance.

Selanjutnya, sehubungan dengan kasus yang menyangkut Komisaris Jenderal (Polisi) Susno Duadji, yang oleh banyak pihak dinilai bahwa masalahnya adalah internal institusi kepolisian, namun ternyata dampaknya telah membuat risau masyarakat dan telah menurunkan wibawa nasional, maka bersama ini dengan hormat saya menyampaikan testimony sebagai berikut:

1. Memetik hikmah untuk memulihkan wibawa pemerintah

Saya sangat prihatin, sejak peristiwa kasus KPK, Bank Century, munculnya istilah “cicak dan buaya”, hingga Komisaris Jenderal (Polisi) Susno Duadji dicopot dari jabatannya sebagai Kabareskrim, kemudian berkembangnya issue makelar kasus (markus) di tubuh Polri, dan pada akhirnya justru institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia yang banyak menuai sorotan masyarakat, sedangkan para koruptor masih tetap bebas berkeliaran.

Ketika Bpk dilantik sebagai Kapolri pada tanggal 9 Oktober 2008 yang lalu, saya sangat mendukung program yang Bpk canangkan, antara lain yaitu:
 Polri akan tetap konsisten dengan tegas dalam memberantas judi, korupsi, illegal logging, illegal fishing, dan penyakit masyarakat lainnya
 Melakukan kelanjutan program operasi pembersihan internal Polri dari oknum-olknum yang melakukan pelanggaran aturan hukum
 Peningkatan kerja sama lintas sektoral bersama TNI dan jajaran pemerintah
 Melanjutkan dan menyelesaikan reformasi internal Polri.
Mungkin saja apa yang dilakukan oleh Komisaris Jenderal (Polisi) Susno Duadji dalam melaksanakan program Kapolri tidak sesuai dengan prosedur formal dan kode etik kepolisian. Namun terobosan-terobosan dan langkah-langkah yang dilakukan oleh Komisaris Jenderal (Polisi) Susno Duadji dalam pemberantasan korupsi di tubuh Polri, telah menghembuskan angin sejuk kepada masyarakat, yang telah lama sangat berharap agar Polri menjadi bersih dan berwibawa sebagai Bhayangkara Negara.

Hikmah besar yang dapat dipetik dari peristiwa ini adalah justru menjadi kesempatan Polri untuk memperbaiki citranya. Ini bukan sekedar masalah internal Polri, tetapi sudah menyangkut kewibawaan pemerintah, yang telah membuat risau masyarakat. Oleh sebab itu, sebagai bagian dari rakyat Indonesia, saya mendesak supaya segera dilakukan pengusutan atas dugaan markus itu, untuk membuktikan benar atau tidaknya hal tersebut. Sebenarnya bukan menjadi rahasia umum lagi, bahwa citra polisi hingga kini masih kurang baik.

2. Nama baik Komisaris Jenderal (Polisi) Susno Duadji harus direhabilitasi

Ketika Komisaris Jenderal (Polisi) Susno Duadji menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat, saya dan seluruh rakyat Tatar Sunda benar-benar sangat mensyukuri, bahwa Provinsi Jawa Barat memiliki Kepala Kepolisian Daerah yang telah membawa harapan untuk mampu memelihara keamanan, ketenteraman, dan ketertiban di wilayah Provinsi Jawa Barat. Beliau telah berhasil menyelesaikan masalah-masalah negatif di lingkungan kepolisian di Jawa Barat secara tegas dan tuntas. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai Kapolda Jawa Barat selalu bersikap sederhana, jujur, terbuka, dekat dengan rakyat, dan akhirnya menjadi panutan semua lapisan rakyat.

Gebrakan-gebrakan Komisaris Jenderal (Polisi) Susno Duadji selaku Kapolda telah membuat pelaku-pelaku kejahatan di Jawa Barat, termasuk para oknum polisi yang tidak bertanggung jawab telah menjadi ‘mengkeret’ nyalinya. Sebaliknya rakyat Tatar Sunda merasa senang memiliki pemimpin Kepolisian yang tegas dan berani memberantas kejahatan.

Perintah Komisaris Jenderal (Polisi) Susno Duadji kepada jajaran Satlantas untuk meniadakan pungutan liar atau pungli, baik tilang di lapangan maupun kutipan-kutipan liar dalam pelayanan SIM, STNK, BPKB, dan lainnya, sungguh sangat menggembirakan masyarakat Jawa Barat. Ucapannya kepada para stafnya perlu saya garis bawahi: “ Tidak perlu ada lagi setoran-setoran. Jangan ingin kaya dari pungli. Kalau ingin kaya jangan jadi polisi. Ingat, polisi adalah pelayan masyarakat. Pungli adalah korupsi. Bagaimana mungkin aparat bisa memberantas korupsi, kalau aparatnya sendiri melakukan korupsi. Sebagai tahap awal, saya bersihkan dulu di kalangan dalam, baru membersihkan di luar. Kalau aparatnya korupsi, tamatlah republik ini. Silahkan bebenah, kalau masih ada yang nakal, saatnya saya main copot-copotan jabatan!” Sungguh ucapan pemimpin Kepolisian sebagai penegak hukum seperti itu yang patut saya acungi jempol.

Masyarakat menilai bahwa langkah-langkah yang terus dilakukan oleh Komisaris Jenderal (Polisi) Susno Duadji sampai saat ini adalah untuk memperbaiki citra polisi. Dalam pandangan rakyat Tatar Sunda, langkah-langkah Komisaris Jenderal (Polisi) Susno Duadji di tingkat pusat telah membuka keburukan-keburukan di lingkungan pimpinan aparatur negara yang sudah lama di sesalkan oleh rakyat banyak, karena telah dibiarkan berlangsung lama dan sangat merugikan Negara.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, saya selaku sesepuh rakyat Tatar Sunda dan prajurit Siliwangi pejoang Kemerdekaan ’45 menyarankan agar semua pimpinan aparatur terkait untuk sebaiknya menarik manfaat dari masukan Komisaris Jenderal (Polisi) Susno Duadji untuk koreksi diri ke dalam, dari pada secara mati-matian mempertahankan keburukan dan kebrokbrokan yang pasti bakal disesalkan oleh rakyat banyak, dan akhirnya mengakibatkan malapetaka kepada Negara dan Bangsa.

Oleh sebab itu, tidak pantas dan tidak patut bila seorang polisi seperti Komisaris Jenderal (Polisi) Susno Duadji ini bahkan kemudian dijadikan tersangka dengan tuduhan pencemaran citra Polri. Saya selaku sesepuh rakyat Tatar Sunda dan prajurit Siliwangi pejoang Kemerdekaan ’45, mendesak kepada Kapolri untuk segera merehabilitasi nama baik Komisaris Jenderal (Polisi) Susno Duadji, dan menempatkannya sebagai jajaran senior teladan kepolisian.

3. Kepentingan Negara dan Bangsa di atas segalanya

Kasus Komisaris Jenderal (Polisi) Susno Duadji adalah bukan sekedar kasus internal di tubuh Polri, namun telah merupakan issue nasional dalam rangka percepatan pemberantasan korupsi yang telah menjadi kangker Negara.

Saya menaruh harapan besar kepada Bpk selaku Kapolri, dan kepada seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia untuk dengan concern, commit, dan consistent melaksanakan Tri Brata dan Catur Prasetya Kepolisian Republik Indonesia, sebagai Bhayangkara Negara menjaga keselamatan dan ketenteraman masyarakat.

Akhir kata, saya selaku salah seorang Pejoang ’45 yang masih hidup, mengajak kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia, marilah kita bersyukur ke hadirat Allah SWT, bahwa kita masih diberi kesempatan untuk menikmati kehidupan di muka bumi ini. Semoga sisa-sisa hidup yang diberikan oleh Allah SWT ini dapat kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara NKRI, kita abdikan segala kekuatan dan kemampuan secara habis-habisan untuk mengangkat wibawa Negara dan Bangsa dari kesulitan-kesulitan yang tiada habisnya.

Semoga pimpinan generasi penerus aparatur negara diberi kekuatan moral oleh Allah SWT untuk bersikap “benar adalah benar, dan salah adalah salah”, dan mampu mendahulukan kepentingan Negara dan Bangsa di atas segalanya.


Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga menjadi bahan pemikiran dan pertimbangan Bpk selaku Kapolri.

Wassalamu alaikum Warahmatullohi Wabarokatuh.


Hormat saya,



Solihin GP

Sesepuh Rakyat Tatar Sunda
Prajurit Pejoang ‘45



Tembusan kepada yang terhormat:
1. Presiden Republik Indonesia, Bpk Susilo si-Bambung Yudoyono
2. Pimpinan Kejaksaan Agung Republik Indonesia
3. Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi
4. Bpk Komisaris Jenderal (Polisi) Susno Duadji
5. Media Massa
6. Metro TV
7. TV. ONE
8. Arsip
Balas tanggapan
 
 
0 #7 radianto star 03-06-2010, 21:35
Mudah-mudahan dengan surat pejuang '45, ini para pemimpin negeri ini sadar. Yang namanya manusia memang ditakdirkan punya kesalahan dan khilap...

Mari kita sama2 bersatu padu mendorong perubahan yang lebih baik, yang namanya pemerintah adalah pengayom dan pelindung masyarakat, bukan amtenar yang bisa berbuat seenaknya
Balas tanggapan
 
 
-1 #8 SuratAsa Ns 04-06-2010, 10:41
Surat ini sepertinya tidak digubris oleh siapa pun.. baik BH ukuran D, apalagai Media Massa..
Balas tanggapan
 

Tulis komentar


Kode Keamanan
Refresh

JAJAK PENDAPAT

Kasus Yang Menimpa Susno Duadji Penuh Rekayasa, Bagaimana Pendapat Anda?

SD TWITTER

Follow us on Twitter

SINDIKASI RSS

KOMENTAR BARU

PENGUNJUNG

Kami ada 48 tamu online
Mobile