Selasa, 22 Mei 2012
            Mobile

Terjemahkan

Browse this website in:

Soal Tuduhan Terbaru : Prihatin Anak Buah Jendral BHD Tujuh Kali Melucu

Surat Pembaca

Bookmark and Share

Yth, Kapolri Jenderal BHD, saya rakyat kecil, dan mengenal Anda dari Jendral Sholeh Susno Duadji. Katanya, Anda Jenderal Polri yang sangat reformis. Tapi kok punya anak buah selalu saja melakukan kekeliruan dan adegan yang lucu di mata rakyat Indonesia. Ya,..lucu lagi, lucu lagi,... Kami sebagai rakyat kecil menjadi bingung, dan prihatin. Kalau ngga salah ada beberapa peristiwa lucu yang saya catat tentang anak buah Anda :

1.       Ketika ada segelintir pers sengaja tidak memuat penjelasan selengkapnya tentang ucapan Komjen Susno Duadji ihwal "Dari aspek tekonologi penyadapan, Polri itu buaya, sedangkan KPK itu cicak. Adapun dari aspek wewenang, KPK itu buaya karena bisa langsung menangkap dan menahan sesuai UU KPK, sedangkan Polisi itu cicak karena wewenangnya terbatas tidak seperti KPK". Saat itu, anak buah Anda (Kadiv Humas Mabes Polri dkk) tidak memberikan bantahan dan penjelasan yang utuh agar masyarakat tidak salah memahami dan tidak menyudutkan Komjen Susno Duadji seperti hingga kini dan berakhir dengan pencopotannya. Susno Duadji pun sudah rela berkorban lho... demi nama baik institusi Polri, membiarkan dirinya dicopot tanpa ada kesalahan (sesuai hasil sidang PN Jaksel dan dua kali sidang Tim Propam Mabes Polri) (Lucu 1)

2.       Ketika Komjen Susno Duadji membeberkan informasi ke Satgas Mafia ihwal adanya dugaan Mafia Kasus di tubuh Mabes Polri, anak buah Anda langsung jumpa pers melakukan bantahan, eh, ternyata beberapa jam kemudian Mabes Polri mengakui adanya dugaan kasus Maifa tersebut, tapi yang dicopot kok hanya satu orang jenderal, kan ada beberapa lainnya lagi yang diduga terlibat. (Lucu 2).

3.       Ketika Anda Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI--saat akhir 2009--Anda tampak membela anak buah, dan berkata akan menindak tegas jika ada anak buah yang salah dan akan membela jika benar. Nyatanya, ada beberapa anak buah Anda yang kini diketahui masyarakat luas sebagai berindikasi salah, tapi tidak ditindak tegas, bahkan "adem ayem" (Lucu 3)

4.       Ketika Anda RDP dengan Komisi III DPR RI beberapa hari lalu, Anda mengatakan Susno Duadji adalah aset Polri dan bukan musuh Polri. Bahkan Anda merasa tersinggung ketika seragam Susno Duadji dipersoalkan anggota DPR RI. Saat itu, rakyat Indonesia sempat kagum, tapi hanya beberapa saat saja, karena setelah itu terkejut ternyata Susno Duadji ditangkap dan ditahan hingga sekarang. Dalam pemahaman rakyat kecil, yang namanya aset kan dimana-mana pasti dilindungi, bukannya ditangkap, ditahan dan dibatasi kemerdekaan hidupnya seperti yang dialami Susno Duadji sekarang. (Lucu 4)

5.       Ketika Anda RDP dengan Panja Komisi III DPR RI, ternyata anak buah melucu lagi dengan memberikan berkas keterangan yang keliru. Anda dipermalukan di depan rakyat yang menonton televisi dengan keterangan keliru membahas Opsi A, padahal kan yang dimaksud Komisi III adalah Opsi C (Lucu 5)

6.       Ketika Komisi III melakukan RDP dengan Jaksa Agung, Rabu (26/5), ternyata terbetik kabar Kejaksaan Agung belum menyatakan apa-apa tentang apakah dari segi bukti berkas yang diajukan Polri berkaitan dengan kasus Susno Duadji itu sudah lengkap atau belum lengkap Anak buah Anda sudah tergesa-gesa mengatakan berkasnya sudah lengkap, sedangkan Kejaksaan belum berkomentar apa-apa (Lucu 6)

7.       Ketika mengumumkan Susno Duadji dinyatakan sebagai tersangka kasus Dana Pengamanan Pilkada Jabar 2008, dengan dasar sudah adanya pemanggilan sejumlah saksi dari Polda Jabar, ternyata pihak Polda Jabar sendiri membantahnya. Karena, hingga Rabu (26/5) Polda Jabar tidak tahu-menahu tentang adanya langkah-langkah dari Mabes Polri (Lucu 7). Anda ngga percaya?
Nih, ya, saya kutipkan penjelasan resmi dari Humas Polda Jabar, sebagaimana dimuat koran "Galamedia" edisi Kamis (27/5) hari ini.

(Kalau sudah membaca berita koran ini, mohon jangan tertawa ya, harap maklum saja...kasihan Jenderal BHD punya anak buah yang seringkali keliru dan sering melucu. Kita doakan saja semoga Allah SWT memberikan petunjuk-Nya dan hidayah-Nya sehingga bersedia membela kebenaran dari-Nya, berani membela para pejuang kebenaran,...bukannya membela para koruptor dan pelaku kemaksiatan).

--- Hormat dan salam saya, pegiat Masyarakat FaceBooker Indonesia (M-FBI) / pendiri grup FB The Six Million Susno Duadji Fans Club---


Info TerkiniTerpopulerLain - lain

Komentar 

 
+1 #1 Super LucuBrian Tetelepta 27-05-2010, 12:18
Semoga tidak menjadi dagelan Srimulat
Balas tanggapan
 
 
+2 #2 Andri Kandi Putra 27-05-2010, 12:19
SETUJU !!! :-)

kalo lucu berarti kita harus tertawa dong pak, tp sy tertawa, sambil menangis dihati melihat kondisi ini :sad:
Balas tanggapan
 
 
+1 #3 putra lematang 27-05-2010, 12:34
biasalah orang indo....mau cari selamat...tapi kn mereka lupa bahwa Allah yang kuasa..
dagelan2 tsb hanya sebagian kecil Allah tunjukan...kalau watak para pejabat khususnya polisi gitu...mau diapain lagi...biarlah mereka mendapat balasannya yang sama...sampai 7 keturunan mereka..
biarkanlah ketamakan,dan tipu muslihat mereka berkoar-koar..percaya...semua itu akan mendapat karmanya...
Balas tanggapan
 
 
-1 #4 Guest 27-05-2010, 13:44
Seperti hikayat Nasruddin Hoja yang disalahkan beberapa jamaah karena kehilangan Kuda saat ke Masjid.
1.Mengapa Pakai Kuda? Kok tidak pakai Keledai?
2.Mengapa Kuda tersebut ditaruh di depan Masjid? Kok tidak di samping Masjid
3.Mengapa pakai tali kulit? kok tidak pakai tali yang lain sebagai pengikat??

Jawaban Nasruddin Hoja adl:
"Anda benar, benar dan benar, tapi masak malingnya tidak disalahkan sih???"
Balas tanggapan
 
 
0 #5 medusa 27-05-2010, 18:30
untuk pak susno: hati2 pak, kesalahan anda lagi dicari2 ma orang yang lagi kalap, klo anda kentut sembarangan anda pasti ditangkap juga.....gegeegegegegege , perjuangan untuk kebaikan pasti banyak halangan, yang sabar n keep smile ya pak....ALLAH yang jaga bapak.....
Balas tanggapan
 
 
+3 #6 betul betul betulCapunG 27-05-2010, 21:51
gimana kalo pak BHD kita angkat jadi KAPOLAT (KepalA POLisi srimulAT), . . . . . setuju?
Balas tanggapan
 
 
+4 #7 Wonk Gedhe 28-05-2010, 04:25
MAKANYA KALO KITA KEMALINGAN ATAU DIJAMBRET...PIKIR2LAH DULU SEBELUM LAPOR POLISI, KITA BISA SAJA DITANGKAP POLISI DGN TUDUHAN: "KELALAIAN" YG MENYEBABKAN KERUGIAN BAGI DIRI SENDIRI DAN MENGUNTUNGKAN PIHAK LAIN...HA HA HA(memang dasar edan)lebih baik kita pake Hukum Rimba aja kalo Penegak hukum kita udah pada bejad...
Balas tanggapan
 
 
+5 #8 soeharto 28-05-2010, 11:46
kebiasaan penegak hukum emang begitu, nge defence dulu...baru mikir...Ingat kasus pengemudi motor yang istrinya tewas karena kecelakaan di jawa tengah, istri jatuh terus ditabrak mobil polisi, eh sang suaminya di penjara dengan delik kelalaian, nah yang nabrak malah bebas (maklum perwira polisi yang nabraknya. apes-apes bangsa ini, udah 50 tahun merdeka dari penjajah ehh sekarang yang menjajah bangsa sendiri yang katanya mau menegakkan hukum.
Balas tanggapan
 

Tulis komentar


Kode Keamanan
Refresh

JAJAK PENDAPAT

Kasus Yang Menimpa Susno Duadji Penuh Rekayasa, Bagaimana Pendapat Anda?

SD TWITTER

Follow us on Twitter

SINDIKASI RSS

KOMENTAR BARU

PENGUNJUNG

Kami ada 50 tamu online
Mobile