Dibaca: 1850 kali Ditulis oleh Antung Amrullah Sabtu, 19 Juni 2010 11:05
Setelah melakukan orasi sekitar kurang lebih satu jam di depan Istana Negara, yang dimulai pukul 13.30 dan berakhir 14.30 Wib, kami sebagai salah satu utusan NCW Kaltim, didampingi oleh Rizal Korlap unjuk rasa di Jakarta berkunjung ke Mako Brimob-Kelapa Dua tempat di mana Komjen Pol Susno Duadji ditahan.
Sesampainya di tahanan Mako Brimob, SD nampak keceriaannya menyambut kedatangan kami dari NCW Kaltim. “Saya berterimakasih sekali karena telah didukung oleh orang Kaltim dan jauh-jauh datang ke Jakarta untuk melakukan unjukrasa di depan Istana Negara, perjuangan yang kita lakukan ini bukan semata-mata untuk Susno Duadji, namun untuk rakyat, untuk bangsa Indonesia menuju perbaikan,” kata Susno Duadji, sembari menambahkan bila nanti dirinya sudah bebas, daerah yang pertama ia kunjungi adalah Kalimantan Timur.
Keceriaan yang nampak diwajah SD memang bukan dibuat-buat, bahkan ia sering bercerita sembari bercanda. Apalagi dukungan perjuangan SD ini semakin lama semakin banyak, bukan saja dari kalangan tokoh masyarakat, LSM juga dari tokoh nasionalpun memberikan dukungannya.
Tidak ada satu katapun keluhan yang diucapkannya, bahkan SD selalu bersuyukur. “Mungkin inilah jalan yang terbaik diberkan Allah SWT, mungkin untuk sementara saya memang harus beristirahat di sini (tahanan Mako Brimob-Kelapa Dua) dulu, dibanding di luar banyak kegiatan yang dilakukan bisa saja saya kurang istirahat lalu jatuh sakit, “papar Pati bintang tiga ini.
Di tahanan Mako Brimob ini Susno Duadji masih melakukan berbagai kegiatan seperti biasanya seperti menulis, olahraga, beribadah termasuk puasa sunah Senin-Kamis, kecuali kegiatan yang berhubungan dengan barang elektronik, karena di dalam tahanan tidak boleh menggunakan telepon selular dan laptop.
Sambil menunggu berbuka puasa sunah, Susno Duadji mengatakan kita harus memulainya, kapan lagi akan melakukan perbaikan-perbaikan khususnya di tubuh institusi Polri ini. “Rakyat jangan selalu dibodohi terus, justru rakyat harus tahu apa pekerjaan polisi itu. Polri itu adalah milik rakyat bukan milik segelintir oknum,”katanya.
Pria kelahiran Pagar Alam ini juga menyayangkan akhir-akhir ini pemberitaan di beberapa media yang kurang sekali menyorot tentang apa yang telah diungkapkannya, seperti kasus pajak yang melibatkan beberapa oknum di beberapa institusi dan juga kasus Arwana.
Apa yang telah diungkapkannya juga merupakan masalah besar, seperti pajak, lanjut Susno, saat ini penerimaan pajak yang terserap dari orang-perorangan maupun perusahaan diperkirakan hanya 20-25% saja. “Seandainya pajak tersebut benar-benar dapat terserap sampai 100%, bukankah ini dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat, berbagai pembangunan dapat dilaksanakan dengan maksimal dan gaji pegawai bisa dinaikan beberapa kali lipat dari yang sekarang ini,” ujar Susno sembari menambahkan dengan demikian bila gaji sudah tinggi bagi pegawai untuk berpikiran dan melakukan korupsi akan berkurang, dan Insya Allah Indonesia bukan lagi Negara terkorup di Asia Tenggara ini.
Justru saat ini berbagai media masa sekarang disibukan dengan berita tentang beredarnya video porno yang mirip artis Indonesia itu setiap hari, bahkan lanjutnya, presidenpun mengomentari soal beredarnya video porno itu.
Namun Susno tidak berkecil hati soal perjuangan ini, walau media massa kurang memberitakan soal yang dia ungkap, masih ada forum di dunia maya tempat para facebooker berinteraktif. “Forum facebooker Dukung SUSNO DUAJI Untuk KEBENARAN yang didirikan oleh putera Kalimantan Timur ini merupakan wadah strategis untuk berbagi informasi dan saling berinteraksi untuk perjuangan membela kebenaran,” tutur Susno.
Tidak masalah forum itu pendirinya orang Kaltim namun adminnya ada di beberapa daerah di dunia, Susno menambahkan, inikan sifatnya global dimanapun dibuatnya, media ini dapat diakses diseluruh dunia. “Syukur Alhamdulillah, hingga saat ini dukungan terhadap forum ini telah melebihi 300 ribu orang, ini artinya lebih 300 ribu orang telah berinteraksi dan berbagi informasi di forum ini untuk perjuangan kebenaran,” katanya.
Usai berbuka puasa sunah dan mendirikan shalat magrib, Susno Duadji mengomentari tentang sumberdaya alam di Kalimantan Timur. Kaltim adalah provinsi yang paling kaya sumberdaya alam di Indonesia, namun masyarakatnya belum sejahtera secara keseluruhan. “Kalau sudah demikian berarti ada yang salah dalam mengelola SDA di Kaltim ini, “kata Susno.
Mungkin ini ujian bagi kita, khususnya rakyat Kaltim, Allah memberikan berkah dengan berbagai SDA di provinsi ini, dulu ramai mengelola rotan kini rotannya habis, hasil kayu yang kemudian berakibat banyak hutan gundul, lalu saat ini Migas yang tidak lama lagi juga bakal habis, kemudian tambang mineral seperti batubara dan emas bila sudah habis hanya akan meninggalkan kerusakan lingkungan dan lobang besar bekas digali.
Oleh karena itu, tambah Susno, kita harus bijak dalam mengelola SDA, jangan sampai nanti anak cucu kita yang menerima dampak jeleknya dari salah kelola SDA ini.
Antung Amrullah
Admin/Pendiri/Sekretaris NCW Kaltim
| < sebelumnya | selanjutnya > |
|---|




Hanya orang-orang yang berjiwa jeleklah yang sering mengeluarkan kata-kata jelek"
malu mendengar kesaksian orang yang katanya pinter,cantik dan terlebih wakil rakyat...kacau ka..."
Komentar
Anggaplah semua apa yang menimpa bpk adalah ujian,Seandainy a apa yang mereka tuduhkan adalah tidak benar dan bapak selama jadi abdi negara tidak melakukan penyimpangan baik dari segi Agama maupun Negara,ane berani jamin AllAh SWT sedang memberi jalan menuju ke kursi RI1 tahun 2014.kuncinya bpk bisa ikhlas gak menjalaninya??? :love:
pemimpin pada ***-*** tolol..
polri 1 nya ga kuat iman... liat yg ijo"/duit
Gedung Bundar 1 tangannya gatal smua ama ijo"/duit
Harapan NKRI cuma 1 ... terletak pada TNI. andaikan TNI dan purnawirawannya mau mem"push" penguasa agar bertindak dengan jujur.... dan sepertinya aparat yg bisa d percaya rakyat saat ini hanya TNI.. sejatinya TNI yang bergerak.. ato memang klo perlu skalian kudeta aja hehehehehe biar rame... biarlah kita mulai dari awal/nol lagi drpd negara ini hancur perlahan-lahan karena yang meraskan nantinya adalah anak cucu kita anak cucu gw juga
Indonesia tanah air beta/tiada tandingnya di dunia/
(Ciptaan Ismail Marzuki, Penyanyi F Alverina, http://www.youtube.com/watch?v=VccPL1jkBy8&feature=related)
Selamat "iktikaf" (dan merenung dalam-dalam) dlm Sel Tahanan, Pak Susno Duadji). Salam hangat dari Majasanga, Indonesia, Revolution V