Selasa, 22 Mei 2012
            Mobile

Terjemahkan

Browse this website in:

RESONANSI

Surat Pembaca

Bookmark and Share

Komjen Susno Duadji dengan tulisan tangan berkirim sepucuk surat kepada saya, tertanggal 29 Mei 2010. Dengan perantaraan seorang kurir, surat itu baru saya terima pada 21 Juni 2010, sewaktu saya sedang berada di kantor PPAD (Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat) untuk sebuah diskusi. Agar pembaca dapat mengikuti isi surat itu, di bawah ini saya turunkan selengkapnya. Jika ada perubahan, hanyalah menyangkut ejaan dan kependekan kata yang saya tulis secara utuh.

 

Kepada 
Yth Buya H Syafii Maarif

di Tempat
Assalamualaikum wr.wb. Salam hormat dari balik tembok tahanan. Semoga Buya dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah swt. Amin. 

Buya, rupanya menegakkan keadilan, kebenaran, dan hukum di negeri ini sangatlah sulit, harganya mahal sekali, penjara/sel tahanan taruhannya. Penguasa sangat pandai merekayasa kasus, saya sebagai pelapor yang mengungkap kasus justeru dijebloskan ke dalam sel. 

Namun, saya tetap tegar dan tidak akan berhenti bersuara dan berupaya. Momentum perang terhadap ketidakadilan, kedzaliman, rekayasa, korupsi yang merupakan embrio reformasi birokrasi sedang berjalan di Nusantara, sayang kalau terhenti. Mohon dukungan moral Buya selaku negarawan untuk tetap mendorong reformasi tetap bergulir. Terima kasih, mohon maaf kalau ada salah ucap.


Jakarta, 29 Mei 2010            
Ditandatangani     
Susno Duadji

 Catatan saya: 

Saya bukanlah seorang negarawan. Posisi saya amat jauh dari kualitas itu. Saya tidak tahu kepada siapa saja Pak Susno berkirim surat dari dalam sel tahanan. Sebagai mantan kabareskrim, Komjen Susno punya jaringan sangat luas, domestik dan internasional, yang berkaitan dengan tugasnya sebagai aparat penegak hukum untuk mengungkap segala jenis kriminal yang merugikan negara. 

Kesaksiannya yang sedikit meringankan Antasari Azhar telah menghebohkan pihak kepolisian dan kejaksaan. Karena terus saja bersuara lantang, akhirnya Pak Susno ditangkap dan dikerangkeng. Sesuai dengan bunyi suratnya, perwira tinggi ini akan tetap tegar dan akan terus bersuara. Adapun tuduhan terhadapnya, biarlah diproses secara hukum melalui peradilan terbuka, fair, dan bebas dari rekayasa. Pengungkapan kasus Gayus Tambunan tentu akan tetap saja misterius sampai hari ini, sekiranya perwira tinggi kelahiran Pagaralam ini tidak membongkarnya untuk publik.

Begitu juga, informasi tentang Bank Century pasti dapat ditanyakan kepada Pak Susno, siapa sebenarnya yang berada di belakang megaskandal ini. Akhirnya, saya berharap apa pun ujungnya nanti kasus penahanan Pak Susno ini, data kriminal yang ada di tangannya harus dibeberkan kepada publik. Perlawanan terhadap segala bentuk kriminal akan sia-sia belaka jika para petinggi negeri ini masih saja berlindung di balik sikap kepura-puraan. Dalam ucapan, ingin menegakkan hukum, tetapi dalam praktik hukum itu diinjak-injak, karena sudah terlalu banyak pihak yang berkubang dalam dosa dan dusta terhadap bangsa dan negara yang bernasib malang ini.
Ditulis diharian Republika, tgl 13 Juli 2010

 

 


Info TerkiniTerpopulerLain - lain

Komentar 

 
0 #1 peramal 15-07-2010, 14:00
hanya ada satu cara agar nkri bebas dari korupsi yaitu revolusi.
Balas tanggapan
 
 
0 #2 sumanto 15-07-2010, 14:02
ada baiknya kita mencontoh cara2 rrc memberantas korupsi
Balas tanggapan
 
 
0 #3 ocretony 15-07-2010, 14:32
mantaap
Balas tanggapan
 
 
+1 #4 ranto 15-07-2010, 14:51
Anda saja pusing pak,apalagi kita2 ini yg sebagai pengusaha kecil kerap dijadikan bahan perasan oknum pemerintah....saya setuju yang bilang harus ada revolusi,bukan reformasi ataupun reinkarnasi
Balas tanggapan
 
 
0 #5 kemungkaran yang nyataben hacq 15-07-2010, 17:37
kemungkaran yang nyata yang dilakukan penguasa hanya dengan kekuatan rakyat (people power) yang dapat melawannya (Dr. Yusuf Al-Qaradhawi)
Balas tanggapan
 
 
0 #6 Jual beli hukumAndry 15-07-2010, 18:53
Jika hukum dapat di beli tak akan pernah bangsa ini keluar dari Keterpurukan,ta pi bagaimana bisa merubah itu semua sementara yang berkuasa para Koruptor dan antek2nya.
Balas tanggapan
 
 
+1 #7 Togu Pan 15-07-2010, 20:01
Yth Buya H Syafii Maarif.
Saya sangat menghargai keterbukaan anda dalam mengungkapkan surat Pak Susno. Hanya sayang anda tidak terusterang menjelaskan kecurigaan yang anda selipkan dlam surat penjelasan tersebut. Apakah anda yakin bahwa keberanian KAPOLRI memperlakukan Pak SUSNO secara sewenamg-wenang demikian , adalah tindakan sendiri. Terimakasih
Tambhan: Saya masih menduga ada invisible hand dibelakang kasus SUSNO dan ANTASARI. Kalau anda mau menyelamatkan negeri ini , bangkitlah. Please.
Balas tanggapan
 
 
0 #8 Guest 16-07-2010, 00:04
itu harus ! sudah terlalu parah korupsi di negeri ini, kita perlu pemimpin yang kuat dan berwibawa untuk memberantas korupsi ala RRC
Balas tanggapan
 

Tulis komentar


Kode Keamanan
Refresh

JAJAK PENDAPAT

Kasus Yang Menimpa Susno Duadji Penuh Rekayasa, Bagaimana Pendapat Anda?

SD TWITTER

Follow us on Twitter

SINDIKASI RSS

KOMENTAR BARU

PENGUNJUNG

Kami ada 50 tamu online
Mobile