Dibaca: 1287 kali Ditulis oleh RBF Senin, 09 Agustus 2010 10:26
Marilah kita mulai dari diri kita sendiri dan lingkungan terdekat. Dinegeri ini berteriak tentang kebenaran seperti sesuatu yang aneh dan langka. Kalaupun toh ada, seperti Jenderal Susno Duadji misalnya, pada akhirnya pasti ditumbalkan, dengan berbagai cara dan berbagai dalih pembenar lainnya.
Kenapa bisa begitu? Di Negeri ini, PRODUSER, SUTRADARA DAN ARTIS/AKTOR duduk bersama untuk bikin cerita, yang akhir ceritanya sudah di buat sedemikian rupa agar menarik minat penonton. Nah...Jenderal Susno Duadji ini tidak suka dengan alur ceritannya. Proteslah SD. Tapi protesnya hanya dianggap angin lalu. Tidak berhenti disitu, lantas teriaklah Susno Duadji. Karena teriakan SD menggema ke seantero negeri, Munculah reaksi dari penonton, dari yang Pro maupun yang Kontra.
Melihat situasi yang tidak menguntungkan, digelarlah rapat akbar dan paripurna untuk menyelamatkan kepentingan pembuat sinetron. Karena terjadi gelombang dukungan yang hebat dari penonton untuk SD, maka harus diputuskan untuk mengeluarkan skenario ke 2. Lantas apa skenario ke 2 itu?? salah satu isinya yaitu: Harus MENG"KANDANG"KAN SD, agar tidak berteriak-teriak, yang dapat mengganggu alur cerita yang berjudul: KEPENTINGAN BEJAT PARA PEJABAT".
Kok bisa?? kenapa nggak bisa, mau dibuat hitam, coklat atupun ungu tinggal ngatur kok. Di negeri ini tidak ada yang namanya TIDAK BISA, semuanya bisa dengan mudah diatur, kepentingan bersama untuk berbuat bejat, akan menumbuhkan rasa kebersamaan, kekompakan yang kuat. Saling menutupi, saling membela satu sama lain. Dan itulah kehebatannya. KOMPAK DALAM BERBEJAT RIA. Jadi kesendiriannya Susno Duadji saat ini, membuahkan dukungan do'a dari warga bangsa yang masih punya moral dan harga diri. Susno Duadji ditinggikan dalam perjuangannya, sedangkan kelompok bejat akan direndahkan, bahkan tidak bernilai sama sekali ditengah gelimangan materi. SEJARAH AKAN MENCATAT.
| < sebelumnya | selanjutnya > |
|---|




Hanya orang-orang yang berjiwa jeleklah yang sering mengeluarkan kata-kata jelek"
malu mendengar kesaksian orang yang katanya pinter,cantik dan terlebih wakil rakyat...kacau ka..."
Komentar
Kalau kita rakyat kecil bisa mngubah nasib negara ini, mari segera lakukan, a.l kalau milih pemimpin pilihlah dengan hati dan akal yang cerdas, yg terbaik karena akhlaq dan prestasinya bukan karena fisik penampilan, jangan diam saja melihat ketidakadilan, jangan tertipu calon/mantan koruptor untuk diterima sbg petinggi dst...tapi kalau yg bisa mengubah carut marut ini adalah penguasa negara....what else we can do selain bermimpi yg tak berujung.