Dibaca: 1444 kali Ditulis oleh Kang Suradi Minggu, 29 Agustus 2010 19:20
” Indonesia oh Indonesiaku . .” Kata ini yang selalu ku ucapkan dalam hati sambil mengelus dada ketika membaca pemberitaan-pemberitaan yang di sajikan di berbagai media akhir-akhir ini. Dari mulai kasus lapindo, rekasaya kasus bibit dan candra, kasus century, adanya praktek makelar kasus, rekening gendut polisi, ledakan tabung gas 3 kg, pengroyokan aktivis ICW, harga kebutuhan pokok yang semakin mahal dan terakhir yang lagi heboh adalah pelecehan bangsa indonesia oleh malaysia, semua seakan-akan tidak ada ujungnya.
Semua masalah ini heboh pada waktunya dan kemudian hilang begitu saja tanpa ada solusi yang jelas karena tertutup kasus-kasus yang lebih heboh lagi, paling-paling hanya beberapa aktivis-aktivis LSM saja yang mengungkit namun lama-lama hilang juga karena jenuhnya berkomentar tanpa ada tanggapan dari pemerintah.
Lantas kemanakah Bapak Presiden kita sekarang, dimanakah beliau berada ? Teriakan dan jeritan-jeritan rakyat saat ini seolah-olah tak pernah dihiraukan oleh Pak Presiden kita, rakyat dan pemimpin berjalan sendiri-sendiri, padahal selalu di gembor-gemborkan Presiden bahwa negara indonesia adalah negara demokrasi yang selalu menganspirasi suara rakyat dan menomor satukan kepentingan rakyat, ternyata itu hanyalah slogan saja di negeri ini. Para wakil rakyatpun hanya lebih merupakan wadah tempat curhat rakyat yang tanpa solusi, ketika rakyat teriak merekapun teriak namun tak mampu berbuat apa-apa ketika suaranya tidak di dengar pemerintah, ironis memang tapi begitulah adanya.
Masalah demi masalah tak pernah mendapatkan respon langsung dari Presiden, paling-paling juru bicara dan kaki tangannya saja yang berkomentar, padahal dulu sewaktu berkampanye hampir semua daerah beliau sambangi, hampir setiap hari muncul di media-media untuk mengutarakan janji-janji ketika berkuasa nanti, menunjukan beliau selalu ada untuk rakyat negeri ini baik dalam kondisi susah maupun senang, tapi nyatanya disaat kami bangsa Indonesia saat ini membutuhkan kehadirannya, Presiden menghilang begitu saja.
Bahkan seperti kasus hubungan Indonesia dengan saudaranya malaysia yang sudah memanas dan membakar kemarahan rakyat indonesia inipun presiden juga tak juga menunjukkan ketegasannya di media atau di televisi untuk memberi peringatan kepada malaysia, malahan beliau berkirim surat kepada malaysia yang bisa jadi di balas pantun oleh negeri malaysia itu. Tegas bukan berarti perangkan pak ? Marah bukan berarti ngajak berantemkan ?
Kami semua rindu kehadiran Presiden ketika kami rakyat indonesia sedang mendapatkan masalah, rindu untuk solusi dari Presiden, rindu kemunculan presiden di media- media dan di televisi mendengarkan solusi dan langkah-langkah nyata pemerintahan mengambil kebijakan untuk segera tanggap menyelesaikan berbagai masalah yang ada, Namun sayangnya bangsa indonesia sekali lagi kecewa, rakyat Indonesia hanya mendengar dan melihat kemunculan presiden ketika beliau jiwanya terancam oleh teroris, merasa di dzolimi oleh lawan-lawan politiknya atau ketika peluncuran album baru.
Bukan hanya presiden yang terancam, sebagian besar rakyat Indonesia juga terancam, terancam dengan ledakan gas 3 kg yang bisa meledak sewaktu-waktu, terancam hak-hak kami yang hilang karena di pangkas oleh koruptor dan juga terancam tingginya harga-harga kebutuhan pokok. Bukan Presiden yang curhat ke kami namun curhatan kamilah yang seharusnya di dengar oleh Bapak Presiden. Karena kita warga Indonesia sudah sepakat menyerahkan kepemimpinan bangsa ini kepada Bapak Presiden kita sekarang ini sampai tahun 2014.
Seyogyanya jika memang Bapak Presiden masih sanggup untuk memimpin bangsa ini sampai 2014, hadirlah, busungkan dadamu tantang semua yang merintangi cita-citamu untuk memakmurkan negeri ini, tantang semua yang melecehkan bangsamu, dan ambillah keputusan-keputusan yang memihak kepada rakyatmu.
Hadirlah Presiden dan tunjukkan bahwa dirimu memang masih Ada untuk rakyat Indonesia.
Sumber: Kompasiana
| < sebelumnya | selanjutnya > |
|---|




Hanya orang-orang yang berjiwa jeleklah yang sering mengeluarkan kata-kata jelek"
malu mendengar kesaksian orang yang katanya pinter,cantik dan terlebih wakil rakyat...kacau ka..."
Komentar
yang penting kan aman biar ada tulisan tgl 10 bln 10 thn 2010 itu.