Kamis, 23 Februari 2012
            Mobile

Terjemahkan

Browse this website in:

Surat Pembaca

Korupsi ala Polantas

Surat Pembaca

Sebagai masyarakat pengguna alat transportasi sudah tentu akan mengerti arti dari rambu-rambu lalu lintas di jalanan beserta peranan petugas dari kepolisian lalu lintas yang ada. Namun, kesadaran untuk taat berlalu lintas tetap saja menjadi persoalan klasik yang selalu mengusik para penjaga peraturan jalan. Tidak jarang kita temui bahwa para pengendara baik sepeda motor, mobil dan alat transportasi lainnya terkena sanksi atas kesalahan yang sama hingga berulang-ulang. Meskipun demikian, tetap saja efek jera yang diberikan kepada pengendara alat transportasi tersebut tidak berarti apa-apa, malah semakin menimbulkan kekebalan atau mencari cara untuk menghindari para polisi lalu lintas (Polantas).

 

GERAM Kecewa Putusan MK Tolak Seluruh Gugatan Susno Duadji Tentang Pengujian UU LPSK

Surat Pembaca

Koordinator Eksekutif Gerakan Rakyat Marjinal (GERAM) Yanthi Mkgr dan Penasehat GERAM Teddy Syamsuri HS usai menghadiri sidang pleno pengucapan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada hari Jum'at (24 September 2010, jam 16:00) di gedung MK di jalan Medan Merdeka Barat Nomor 6 Jakarta Pusat, langsung menyampaikan rasa kecewanya yang mendalam sehubungan putusan MK atas Nomor Perkara 42/PUU-VIII/2010 tentang pengujian materi Pasal 10 ayat (2) UU No. 13 Tahun 2006 tentang Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Menurut Yanthi Mkgr dari kesembilan hakim konstitusi yang diketuai Mahfud MD, hanya seorang anggota hakim konstitusi, Hamdan Zoelva, yang dengan tegas menyampaikan dissenting opinion atas putusan MK yang telah ditetapkan oleh delapan anggota hakim konstitusi tersebut, yang telah menolak seluruh pengajuan pihak pemohon, yaitu Kuasa Hukum mantan Kabareskrim, Komjen Pol. Susno Duadji.

 

Di Mana Presiden Kita..??

Surat Pembaca

” Indonesia oh Indonesiaku . .” Kata ini yang selalu ku ucapkan dalam hati sambil mengelus dada ketika membaca pemberitaan-pemberitaan yang di sajikan di berbagai media akhir-akhir ini. Dari mulai kasus lapindo,  rekasaya kasus  bibit dan candra,  kasus century,  adanya  praktek  makelar kasus,  rekening gendut polisi,  ledakan  tabung gas 3 kg,  pengroyokan  aktivis ICW,  harga  kebutuhan   pokok  yang semakin mahal dan terakhir yang lagi heboh adalah pelecehan bangsa indonesia oleh malaysia, semua seakan-akan tidak ada ujungnya.

Semua masalah ini heboh pada waktunya dan kemudian hilang begitu saja tanpa ada solusi yang jelas karena tertutup kasus-kasus yang lebih heboh lagi, paling-paling hanya beberapa aktivis-aktivis LSM saja  yang   mengungkit namun  lama-lama hilang  juga karena  jenuhnya  berkomentar  tanpa  ada tanggapan dari pemerintah.

 

Saya dukung Perang melawan malaysia.

Surat Pembaca

Bangsa kita ini sudah begitu lama melempem, jadi bisanya cuma mengajak  untuk intropeksi diri, belajar dan bekerja lebih keras, walau harga diri bangsa di injak-injak tetep aja di himbau agar sabar. Apakah mereka tidak melihat begitu banyak pekerja yang telah belajar dan bekerja keras ?

Seandainya sampai saat ini bangsa kita masih berjalan di tempat itu bukan karena tidak ada yang bekerja keras tapi pemerintahlah yang belum maksimal bekerja, apakah kita akan menutup mata melihat anak- anak bangsa dari sabang sampai marauke yang gigih bekerja ?

Karenanya   tugas kita saat ini adalah memilih pemimpin yang benar, berani , dan tegas, jadikanlah kesalahan masa silam sebagai pelajaran yang berharga. Pemimpin tidak perlu  ganteng serta  pandai bernyanyi.

Pemimpin yang benar adalah pemimpin yang tahu keinginan rakyatnya, mampu memberikan solusi bagi permasalahan rakyatnya serta sanggup  menenangkan rakyatnya yang di landa kecemasan. Bukan pemimpin yang kerjanya curhat . he he he

Saya akan pulang dari rantau seandainya pemimpin yang peragu dan ” sabar ” itu mengumumkan perang terhadap malaysia, saya akan mendaftar menjadi sukarelawan untuk memberikan pelajaran kepada malaysia.

Menjadi pertanyaan sekarang, berani enggak pemimpin yang ganteng itu mengumumkan perang ? he he he he boro-boro mengumumkan perang, eh malah kirim surat agar permasalahan di selesaikan lewat jalan damai.

Sampai  kapan rakyat harus bersabar menerima pelecehan demi pelecehan ? saya jadi khawatir nih, seandainya pemerintah tetep dengan politik sabarnya, akan banyak posko-posko ganyang malaysia yang akan di dirikan.

Justru dengan diamnya pemerintah akan membuat mereka yang sudah muak dengan malaysia bergerak sendiri-sendiri, padahal jika pemerintah peka, sudah tarik semua TKI  dan perwakilan kita di kuala lumpur,setelah itu umumkan perang melawan malaysia.

Jika SBY mengumumkan perang nya  malam hari maka esok pagi saya sudah di bandara untuk pulang ke tanah air. Sekali lagi ini bukan persoalan sepele harga diri sebuah bangsa di pertaruhkan.
Dubai, di saat mental bangsa sudah menjadi tempe.

Sumber:  Kompasiana

 

Surat Terbuka untuk YTH Bapak Presiden Republik Indonesia

Surat Pembaca

Assalamualaikum wr wb. Bapak Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono Yang Terhormat. Bulan Ramadhan 65 tahun lalu, saat Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan tepat hari Jumat.

Ya... 65 tahun Indonesia telah merdeka, dan selama itu, bapak telah beberapa kali menyaksikan dan mengetahui bahwa Indonesia pernah dipimpin oleh beberapa penguasa, yang adil maupun yang dzalim. Dan sejak dulu kala, rakyat senantiasa memperhatikan tindak tanduk para penguasa itu, dan saat inipun rakyat akan dan selalu melakukan hal yang sama terhadap bapak, persis seperti saat itu, ketika bapak sedang mengamati dan memperhatikan tindakan-tindakan para penguasa sebelum bapak. Dan, seperti yang bapak ketahui, pada akhirnya nanti, rakyat pasti akan menilai kinerja bapak seperti yang pernah bapak lakukan saat menilai para penguasa terdahulu.

   

Presidenku Bikin Malu

Surat Pembaca

Beberapa hari lalu beliau berkeluh kesah tentang ancaman yang diterimanya. Hati ini bingung, kenapa beliau curhat ke rakyatnya? Mantan Anggota TNI yang ditempa mental dan fisiknya, hanya karena ancaman semata lalu mengeluh? Pantaskah? Badan besar kok mental imut..

Ancaman menurut saya adalah wajar bagi seorang presiden. Itu memang resiko yang diemban jabatan tinggi. Toh, apalagi ada Paspampres, ada Polisi, ada pengawal, kenapa takut? memalukan, hanya dengan gertak sambal ocehan orang tak jelas bisa bikin presidenku ini kelabakan..

Sekarang, justru presidenku ini tak konsekuen. Kemarin baru saja curhat yang didengarkan oleh seluruh rakyatnya, sekarang ada seorang pencari keadilan yang ingin sekadar bertatap muka dan bercakap barang 5 menit untuk didengarkan keluh kesahnya atas ketidakadilan pengadil di negeri ini, hingga berjuang ratusan km untuk bertemu toh tak digubris juga. oh presidenku..

Memang pencari keadilan ini hanya seorang, tapi tahukah anda wahai presidenku, seorang ini adalah wakil rakyatmu yang juga tidak diadili secara adil oleh pengadilmu! Kau berdiri di sana atas suara kami, sekarang dengarkan suara kami!

Atau memang pantas sang pencari keadilan kini hanya berkeluh kesah dengan patung gorila. Besar, kuat, tak takut akan ancaman, dan selalu

Sumber: Kompasiana

 

Jeritan Rakyat yang ingin tau Kebenaran

Surat Pembaca

Marilah kita mulai dari diri kita sendiri dan lingkungan terdekat. Dinegeri ini berteriak tentang kebenaran seperti sesuatu yang aneh dan langka. Kalaupun toh ada, seperti Jenderal Susno Duadji misalnya, pada akhirnya pasti ditumbalkan, dengan berbagai cara dan berbagai dalih pembenar lainnya.

 Kenapa bisa begitu? Di Negeri ini, PRODUSER, SUTRADARA DAN ARTIS/AKTOR duduk bersama untuk bikin cerita, yang akhir ceritanya sudah di buat sedemikian rupa agar menarik minat penonton. Nah...Jenderal Susno Duadji  ini tidak suka dengan alur ceritannya. Proteslah SD. Tapi protesnya hanya dianggap angin lalu. Tidak berhenti disitu, lantas teriaklah Susno Duadji. Karena teriakan SD menggema ke seantero negeri, Munculah reaksi dari penonton, dari yang Pro maupun yang Kontra.

Melihat situasi yang tidak menguntungkan, digelarlah rapat akbar dan paripurna untuk menyelamatkan kepentingan pembuat sinetron. Karena terjadi gelombang dukungan yang hebat dari penonton untuk SD, maka harus diputuskan untuk mengeluarkan skenario ke 2. Lantas apa skenario ke 2 itu?? salah satu isinya yaitu: Harus MENG"KANDANG"KAN SD, agar tidak berteriak-teriak, yang dapat mengganggu alur cerita yang berjudul: KEPENTINGAN BEJAT PARA PEJABAT".

Kok bisa?? kenapa nggak bisa, mau dibuat hitam, coklat atupun ungu tinggal ngatur kok. Di negeri ini tidak ada yang namanya TIDAK BISA, semuanya bisa dengan mudah diatur, kepentingan bersama untuk berbuat bejat, akan menumbuhkan rasa kebersamaan, kekompakan yang kuat. Saling menutupi, saling membela satu sama lain. Dan itulah kehebatannya. KOMPAK DALAM BERBEJAT RIA. Jadi kesendiriannya Susno Duadji  saat ini, membuahkan dukungan do'a dari warga bangsa yang masih punya moral dan harga diri. Susno Duadji ditinggikan dalam perjuangannya, sedangkan kelompok bejat akan direndahkan, bahkan tidak bernilai sama sekali ditengah gelimangan materi. SEJARAH AKAN MENCATAT.

 

 

   

Pak SBY Bercerminlah

Surat Pembaca

Dalam suatu kunjungan kesuatu daerah bapak presiden kita pak SBY berpidato yang isinya mengintruksikan agar pemeritah daerah tidak boros dalam belanja daerah yang mempergunakan APBD….!
adapun yang dianggap pemborosan belanja daerah adalah pengadaan mobil dinas yang mewah, pengadaan rumah dinas…..!!!
sebagai seorang kepala negara adalah hal yang lumrah memberikan intruksi kepada pemerintah daerah (pemda) ….!
tapi biasanya pemda setempat dalam membuat aggaran belanja pasti mencontoh pemerintah pusat……..!
nah dalam hal ini bapak presiden SBY sebagai kepala negara atau pemimpin pusat apakah sudah memberi contoh yang baik kepada pemda ….???
pengadaan mobil dinas untuk menteri dan anggota DPR yang per unitnya mencapai harga milyaran apakah ini bukan pemborosan……????
pembangunan atau renovasi :
Pagar istana yang menghabiskan puluhan milyar
rumah dinas anggota DPR yang biaya renovasi aja perunit mencapai satu milyar…??
belum lagii biaya biaya perawatan rumah dinas dan istana yng cukup mahal walaupun hanya dijadikan pajangan tanpa dimanfaatkan….!!!
pemborosan yang dilakukan pemerintah pusat yang dicontoh oleh pemda sangat menyakiti perasaan rakyat kecil…!!
makanya saya mendengar pidato bapak SBY dalam hati kecil saya tersenyum kecut sambil berguman;”huh kasi contoh hidup bersahaja dulu baru ngasi intruksi bawahan hemat”…….!!!!

maaf kan kalo saya memposting uneg uneg saya karena kami sebagai rakyat sangat kecewa bila pajak yang kami bayarkan hanya untuk melayani nafsu para penguasa……!
Sumber: Kompas Online

 

Hilangnya Rasa Kepercayaan Rakyat Kepada sang Pemimpin

Surat Pembaca

Kekecewaan rakyat sudah mulai terlihat, apalagi mereka mendengar janji-janji yang diucapkan oleh paran pemegang kekuasaan sebelum mereka memangku jabatan kepemimpinan. Rakyat merasa dibohongi dengan adanya janji-janji yang pernah diutarakannya. Rasa kecewa ini bisa dimaklumi, karena setelah merasa memangku jabatan kekuasaannya, mereka tidak lagi bisa memenuhi janji yang pernah terucap sebelumnya karena berbagai macam alasan.

   

JAJAK PENDAPAT

Kasus Yang Menimpa Susno Duadji Penuh Rekayasa, Bagaimana Pendapat Anda?

SD TWITTER

Follow us on Twitter

SINDIKASI RSS

KOMENTAR BARU

PENGUNJUNG

Kami ada 105 tamu online
Mobile