Dibaca: 1379 kali Ditulis oleh Z. Armin, SH Jum'at, 12 November 2010 13:51
Terdakwa Mafia hukum perkara Gayus HP Tambunan yang juga menjadi saksi dalam perkara Susno duadji atas dugaan menerima suap, Sjahrir Djohan dipersidangan mengaku kenal akrab dengan Susno duadji, sering berkunjung ke ruang kerja Susno duadji yang saat itu memjabat sebagai Kabareskrim, mengaku kalau berkunjung tidak mengisi buku tamu dan lewat pintu belakang.
Di muka sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan jawaban Sjahrir Djohan atas pertanyaan majelis hakim maupun atas pertanyaan Tim Penasehat Hukum komjen Susno duadji sering menjadi bahan tertawaan atau ejekan dari pengunjung sidang.
Sebagai contoh nyata Sjahrir Djohan mengaku sering berkunjung menemui Susno duadji di ruang kerjanya, seminggu sampai dua atau tiga kali, kemudian Tim Penasehat hukum Susno duadji menanyakan kepada Sjahrir Djohan dalam rangka apa sdr Sjahrir Djohan berkunjung seminggu sampai dua atau tiga kali ? Ternyata jawaban Sjahrir Djohan berbelit-belit, mungkin karena ketakutan pekerjaanya sebagai Mafia atau calo perkara ketahuan.
Kemudian DR. Maqdir Ismail, SH, MH anggota Tim Penasehat hukum Susno duadji menanyakan apa warna prabot di ruang kerja Susno duadji, atas pertanyaan ini Sjahrir Djohan menjawab COKELAT. Semua Tim penasehat hukum tertawa karena semua anggota Tim penasehat hukum tau kalau warna prabot ; baik kursi kerja, kursi rapat, kursi tamu, meja kerja warnanya hitam ( terbuat dari kulit berwarna hitam ), kemudian Tim pengacara mengatakan ya, tidak apa-apa karena COKELAT dan HITAM itu mungkin mirip !
Terungkap juga bahwa Sjahrir Djohan tidak mengisi buku tamu dan lewat pintu belakang bukan atas prioritas atau ijin yang diberikan oleh Susno duadji, melainkan karena Sjahrir Djohan sudah bertahun-tahun hilir mudik di Bareskrim Polri sejak era Kabareskrim Komjen Makbul Padmanegara sehingga semua staf Spri Kabreskrim dan ada juga ajudan yang sudah kenal akrab dengan Sjahrir Djohan.
Apakah Sjahrir Djohan akrab dengan Susno duadji ?
Dalam persidangan atas pertanyaan hakim Artha Therisia Silalahi terungkap bahwa Hubungan Sjahrir Djohan dengan Susno duadji adalah " Cinta buah kelapo " artinya " kito conto wong dak meraso " itu peribahasa Palembang yang artinya cinta buah kelapa, kita merasa cinta orang tidak merasa.
| < sebelumnya | selanjutnya > |
|---|




Hanya orang-orang yang berjiwa jeleklah yang sering mengeluarkan kata-kata jelek"
malu mendengar kesaksian orang yang katanya pinter,cantik dan terlebih wakil rakyat...kacau ka..."