Dibaca: 1257 kali Ditulis oleh Z. Armin, SH Kamis, 11 November 2010 09:16
Di persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Ketua Henry Yosodiningrat, SH selaku Ketua Tim Penasehat Hukum Komjen Susno duadji pernah mengajukan pertanyaan kepada saksi Haposan Hutagalung yang konon adalah sahabatnya Sjahrir Djohan yang memberikan order kepada Haposan Hutagalung untuk menangani perkara Arwana
Pertanyaan yang diajukan Henry terkait dengan jawaban pertanyaan No 28 pada Berita Acara Pemeriksaan Haposan Hutagalung yang dibuat pada tanggal 5 Mei 2010 jam 19.30 WIB. Jawaban pertanyaan tersebut sangat menarik.
Keterangan Haposan Hutagalung sebagai berikut ; " Setelah saya kaji dan ingat berulang-ulang bantahan Sdr SUSNO DUADJI dengan pengacaranya di TV dan mass media cetak, serta mengingat penghadapan pertama ke Sdr. SUSNO DUADJI bersama dengan Sdr. SJAHRIR DJOHAN, TANPA MEMBERI APAPUN sdr. SUSNO DUADJI mengeluarkan perintah tangkap ke ANWAR SALMAH, lantas saya menyimpulkan JANGAN-JANGAN UANG YANG SAYA SERAHKAN Rp. 500. Juta ke Sdr. SJAHRIR DJOHAN DIGUNAKAN UNTUK KEPENTINGAN PERIBADINYA, karena sdr. SJAHRIR DJOHAN berulang-ulang mau MEMINJAM UANG yang relatif BESAR.
Keyakinan saya dengan memanfaatkan SMS yang berisikan " tangkap, tahan, sita aset tersangka ", dan karena TANPA UANGPUN SAYA SUDAH BUKTIKAN bahwa sdr. SUSNO DUADJI sangat dekat dengan sdr. SJSHRIR DJOHAN, dan saya akan GUGAT Pidana dan Perdata sdr. SJAHRIR DJOHAN untuk pengembalian uang saya Rp 500. Juta karena saya merasa DIBOHONGI
Keterangam saksi Haposan Hutagung ini bukan atas pertanyaan penyidik melainkan ungkapan yang keluar fari hati nuraninya pada saat akan menutup Berita Acara Pemeriksaan.
Apakah benar uang Rp 500. Juta digelapkan oleh Sjahrir Djohan, fakta teringkap dipersidangan tidak ada satu saksipun yang menyatakan bahwa Dusno duadji meminta uang, bahwa Susno duadji menerima uang. Selain saksi juga tidak ada barang bukti yang menguatkan bahwa Dusno duadji pernah ,enerima uang atau janji akan menerima sesuatu terkait penanganan kasus arwana.
Mari kita ikiti jalanya peesidangan berikut !
| < sebelumnya | selanjutnya > |
|---|




Hanya orang-orang yang berjiwa jeleklah yang sering mengeluarkan kata-kata jelek"
malu mendengar kesaksian orang yang katanya pinter,cantik dan terlebih wakil rakyat...kacau ka..."