Dibaca: 1167 kali Ditulis oleh Husni, SH, MSi Jum'at, 12 November 2010 10:57
Terdakwa Andi Kosasih dalam perkara Mafia hukum terkait dengan Gayus HP Tambunan yang saat itu diberi peran oleh Haposan Hutagalung, SH dan Sjahrir Djohan sebagai saksi palsu seolah-olah dialah pemilik uang Rp 28 Milyar pada rekning Gayus HP Tambuanan. Dan uang tersebut diakuinya sebagai titipan kepada Gayus HP Tambunan untuk membeli tanah dalam rangka membangun Proyek Perumahan, Saat itu Andi Kosasih diberi peran sebagai pengusaha Properti.
Karena kepandaian Andi Kosasih memainkan peranya mengakibatkan uang pada rekning Gayus sebesar Rp 28 Milyar bisa dicairkan, dan Gayus HP Tambunan divonis BEBAS sebagai orang yang tidak bersalah.
Karena keberhasilan peranya ini maka dalam kasus PT. SAL ( Salma Arwana Lestari ) Andi Kosasih diberi peran lagi sebagai saksi palsu terkait dengan kepemilikan saham PT. SAL untuk menguatkan posisi klain Haposan Hutagalung dan memuluskan peran Sjahrir Djohan.
Penyidikan Kasus Arwana yang dipakai untuk menjerat Komjen Susno duadji dilakukan oleh Tim yang sama untuk menyidik Kasus Mafia hukum terkait perkara Gayus HP Tambunan yaitu Tim Penyidik independent, sayangnya penyidik tidak cermat atau memang sengaja tidak mau tau kalau si Andi Kosasih adalah residvis untuk saksi palsu dan termasuk group mafia hukum Sjahrir Djohan Cs.
Mestinya penyidik lebih mendalami Mafia hukum ini dari pada berupaya keras mebuatkan kasus untuk menjerat Susno duadji.
| < sebelumnya | selanjutnya > |
|---|




Hanya orang-orang yang berjiwa jeleklah yang sering mengeluarkan kata-kata jelek"
malu mendengar kesaksian orang yang katanya pinter,cantik dan terlebih wakil rakyat...kacau ka..."
Komentar
dalam hal ini masih juga berbelit-belit kita lihat aja yang maha kuasa yang memutuskan sebab ngak ada yang berani mengambil keputusan dari hal itu ada sarang saya panggil seorang ulama yang betul-betul karamah doanya lalu panggil mereka bersumpah bila mereka masih juga tidak mengaku akan nampak dari doa pa. ulama itu yaitu dalam dalam 2/3 hari dipanggil Allah kalau memang salah dan kenapa kita harus pusing terus masalah ini tidak selesai karena kemungkinan ada unsur politik para pejabat di dalamnya sehingga susah untuk ngaku itu jalan keluar dari saya