Selasa, 22 Mei 2012
            Mobile

Terjemahkan

Browse this website in:

SURAT DARI INNSBRUCK, AUSTRIA

Secangkir Kopi

Bookmark and Share

Di atas meja di ruang tahanan papa ada sebuah amplop bagus sekali tertulis "Leopold-Franzens-Universitat Innsbruck" yang dialamatkan kepada Komjen Drs. Susno Duadji, SH, MH, Msi d/a Mako Brimob Kelapa Dua Ruang B-4 , Depok, Jawa Barat, Indonesia. Pengirimnya adalah salah seorang pemuda terbaik  Indonesia HF yang sedang menuntut ilmu di Negeri componis termashur Mozard, Austria tepatnya di kota Innsbruck. Surat dikirim tanggal 21 Juni 2010 dan diterima papa dua hari yang lalu.

Surat dibuka dengan Assalammualaikum Wr.Wb Wahai Pejuang Kebenaran Negara RI !!!  Ditutup dengan Maju terus, tetap bersemangat dan berjuang selalu atas nama kebenaran !!!  Isi dari surat pada intinya perkenalan, dorongan semangat dan ungkapan perasaan kecewa atas perlakuan ketidak adilan dalam penegakan hukum yng diterapkan pada papa.

Si pengirim surat HF walaupun berada nun jauh di sana rupanya selalu memantau perkembangan berita tentang papa melalui media online termasuk situs www.susnoduadji.com

Tak lupa HF dalam suratnya melampirkan dua kartu Pos yang sangat indah gambarnya tentang pemandangan objek wisata di Austria khususnya di kota Innsbruck. Kebetulan papa waktu masih dinas di PPATK pernah dua kali tugas ke Austria yaitu ke Markas UNO di Wina dalam rangka conference Trans National Organize Crime dan ke dua terkait dengan Tugas PPATK. Dan papa hobbynya ngunjungi museum, tepat sekali di Wina kata papa banyak museum bersejarah dan museum seni.

Melalui tulisan ini papa titip salam dan ucapan terima kasih kepada HF, dan do'a papa semoga kuliahnya berhasil dengan baik dan kembali ke tanah air menjadi generator pemba haruan dan pembangunan di republik tercinta.


Info TerkiniTerpopulerLain - lain

Komentar 

 
+3 #1 ichwan adam 03-07-2010, 16:05
Saya dapat merasakan betapa menjadi pejuang membutuhkan energy yg luar biasa, semoga kekuatan lahir bathin diberikan Allah SWT. tetap Istiqomah kepada Hamba Allah, susno duaji ,maju terus untuk kebaikan.
Balas tanggapan
 
 
0 #2 saranandri 03-07-2010, 16:09
:D dalam setiap penulisan sebaiknya menghindari kata papa agar lebih terlihat independen dan transparan
Balas tanggapan
 
 
0 #3 NiatAgusTan 03-07-2010, 17:59
Dalam berjuang, niat bisa selalu berubah-ubah dalam perjalanan.
Perjuangan ini memang sangat berat, untuk ditanggung 'sendirian'. Luruskan niat selalu, saya hanya bisa mendukung dengan doa.
Balas tanggapan
 
 
0 #4 Seno Prabowo 03-07-2010, 20:24
Maju terus dan tetap berjuang dalam kebenaran.sekalipun nyawa sebagai taruhannya.....
Balas tanggapan
 
 
0 #5 Syarif 03-07-2010, 21:25
sy sngat bangga pux jendral kaya' beliu cepat ato lmbat manusia laknat yng tlh memfitnh beliu akan dapt bala lbh pahit dri beliu rasakan di sel smpit mako brimob
Balas tanggapan
 
 
0 #6 denbagus 04-07-2010, 08:35
BHD dan konco2nya lebih diktator dari markos dan polpot,,,,,,,,, ,,
Balas tanggapan
 
 
0 #7 Support kamiDewi 04-07-2010, 09:04
Pak Susno,
Maafkan kami hanya bisa support melalui komentar saja,
Mudah-mudahan kami bisa sedikit membuat Pak Susno & keluarga lebih tegar menghadapi cobaan ini.
Sebetulnya masalah yang Pak Susno & keluarga alami sekarang adalah masalah negara Indonesia ini dengan pemerintahannya . Tapi kami juga belum mendapatkan ide bagaimana menyelesaikanny a.
Balas tanggapan
 
 
0 #8 adji 04-07-2010, 11:52
kan wajar aja bro kalau seorang anak masih menyebut panggilan ortunya, bukankah ini jg menunjukkan btp bangga si anak thdp papanya, mmg terkesan subyektif sih cmn kan msh dlm kerangka kewajaran, yg penting kan substansinya kt pejabat2 skrg.
Balas tanggapan
 

Tulis komentar


Kode Keamanan
Refresh

JAJAK PENDAPAT

Kasus Yang Menimpa Susno Duadji Penuh Rekayasa, Bagaimana Pendapat Anda?

SD TWITTER

Follow us on Twitter

SINDIKASI RSS

KOMENTAR BARU

PENGUNJUNG

Kami ada 49 tamu online
Mobile