Dibaca: 1477 kali Ditulis oleh Indira Tantri Senin, 24 Mei 2010 15:45
Baru saja saya mengunjungi papa di Sel Brimob, Kelapa Dua, Bogor. Ternyata papa juga mengikuti sidang Prapradilan di PN Jaksel yang menyidangkan gugatan kuasa hukum SD atas terjadinya penangkapan dan penahanan yang tidak sah, tidak dilandasi oleh landasan yuridis. Tentu dampaknya terjadi perampasan kemerdekaan dan pelanggaran Hak Azasi Manusia terhadap papa. Kata papa dia mengikuti prapradilan tadi dari awal sampai akhir melalui siaran langsung TV One, papa sempat juga nanya kemana Metro TV ? Terus dijawab sendiri oleh papa oh ya MetroTv tidak lagi menyiarkan suara rakyat, gugatan kebenaran dan keadilan rakyat karena MetroTV sudah ada perubahan logo, jadi fokus pemberitaannya juga berubah, ya ! Kata papa dalam nada tanya.
Ada kegusaran papa milihat sikap dan perilaku anggota Polri yang mewakili Polri karena mereka terkesan memposisikan diri sebagai pihak lawan papa, padahal papa adalah anggota Polri aktif. Papa bergumam mestinya Polri itu berada pada barisan yang linier dengan papa, merapatkan barisan menyusun kekuatan untuk MELAWAN MAFIA.
Papa ditangkap, dijadikan tersangka dan ditahan atas fitnah Mafia hukum yang dilaporkan papa, jadi yang digugat oleh Tim Pengacara papa adalah REKAYASA kesaksian para mafia ; Sjahrir Johan, Haposan, dll, tapi mengapa terkesan pihak Polri membela para mafia itu.
Alangkah indah dan bangganya masyarakat Indonesia menonton sidang prapradilan tadi manakala Tim Pengacara SD dan pihak Polri satu bahasa di dalam memerangi mafia hukum. Demikian juga dari awal kasus mafia hukum ini diangkat kepermukaan Tim Pengacara SD berupaya untuk tidak bersebrangan dengan Polri. Namun anehnya pihak yang mewakili Polri selalu memposisikan papa pada posisi yang berseberangan, bahkan salah seorang staf khusus Kapolri DR. Kastorius Sinaga dengan trerang-terangan menyebut SD adalah musuh Polri.
SD tidak pernah satu patahpun terucap dari mulutnya memusuhi Polri dan Pimpinan Polri, SD mengatakan bahwa yang ia perangi adalah mafia. Kalau demikian masyarakat akan bertanya ; Polri sebenarnya memihak siapa ?
| < sebelumnya | selanjutnya > |
|---|




Hanya orang-orang yang berjiwa jeleklah yang sering mengeluarkan kata-kata jelek"
malu mendengar kesaksian orang yang katanya pinter,cantik dan terlebih wakil rakyat...kacau ka..."
Komentar