Dibaca: 1080 kali Ditulis oleh Indira dan Ana Selasa, 07 September 2010 15:09
Tidak pernah terlintas dalam pikiran kami bahwa menyambut bulan suci Ramadhan tahun ini orang tua kami Komjen Susno duadji (SD) tidak berada di tengah - tengah kami.
Hari ini puasa sudah memasuki hari ke 27 mestinya papa juga 27 kali sudah makan sahur, namun karena beberapa alasan papa hanya 22 kali makan sahur, alasan tersebut antara lain kami yang terlambat bangun sehingga terlambat mengantar menu sahur, dan jauhnya jarak dari Cinere ke Brimob Kelapa Dua, apalagi mengantarnya malam hari dan kami harus sopir sendiri, karena sudah hampir satu tahun ini sejak papa bersaksi di persidangan Anta Sari semua fasilitas yang ada pada papa ditarik, misal ; sopir, ajudan, pengawal, rumah dinas, termasuk jatah bensin. Padahal papa masih berstatus sebagai Perwira Tinggi Polri aktif, anehnya Anggota Polri yang sudah pensiunpun banyak yang masih memakai sopir anggota Polri dan menggunakan fasilitas dinas.
Sebenarnya papa selalu pesan pada kami supaya menu sahur diantar sekalian bersama menu buka puasa, tapi kami kasihan nanti nasi dan lauknya basi, karena tidak ada tempat menyimpan supaya tahan lama.
Semoga papa tetap kuat iman dan bertambah ketaqwaan-nya dengan melaksanakan puasa dalam kondisi seperti ini.
Kami sekeluarga juga sudah membayangkan bahwa saat hari raya nanti kami juga tidak bisa sungkem pada papa dirumah, kami harus datang ke ruang tahanan papa.
Tidak terlihat wajah sedih dan perubahan sikap dari papa, beliau tetap ceria dan selalu penuh canda setiap ketemu dengan kami, misalnya setiap akan membuka rantang menu makanan papa selalu menerka apa menunya dengan cara mencium aroma masakan, papa bilang penciumannya lebih tajam dari kucing.
Kalau ngantar menu sahur ada kalanya kami mengajak cucu - cucu papa walau sang cucu masih ngantuk kami ajak ke ruang tahanan dan papa sangat senang karena bertemu dengan cucunya, biasa papa cepat - cepat menyelesaikan makan dan langsung bermain dengan cucu.
Setiap kami akan pulang kami tidak bisa melepas kesedihan walau berupaya kami tahan, dan selalu dihati kami bertanya "inikah hadiah yang diberikan oleh penguasa terhadap orang yang ingin memberantas kejahatan" ?
| < sebelumnya | selanjutnya > |
|---|




Hanya orang-orang yang berjiwa jeleklah yang sering mengeluarkan kata-kata jelek"
malu mendengar kesaksian orang yang katanya pinter,cantik dan terlebih wakil rakyat...kacau ka..."
Komentar
benar kata mereka allah maha adil ada balasan bagi mereka, qt liat saj gimna nanti.....
jendral usahakan anda jaga kondisi.....
kami masih ingin melihat anda diluar......
kami siap mendukung dan bergerak membela anda......
info ttg anda selalu kami ikuti.......