PAGARALAM - Dusun tempat lahir akan selalu dikenang. Apalagi, memori setiap orang asal Sumatera, kampung halaman menghadirkan nuansa yang tetap abadi. Tak terkecuali bagi Komjen Pol Susno Duadji, mantan Kabareskrim Polri.“Saat masih bersekolah dulu, setiap pulang saya mencari uang jadi kernet sopir angkutan kota. Trayeknya Bandar Jaya (Lahat) ke Pagaralam. Sopirnya, Sukadi (kakak Susno-Red: sekarang Wakil Bupati Lahat),” ujar Susno kepada wartawan di kediaman ibunya, Dusun Tebat Gunung, Kelurahan Lubuk Buntak, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Rabu (28/4/2010).
Tapi, katanya, kernet yang lihai biasanya memperoleh pendapatan uang selalu lebih banyak ketimbang sopir. Sebab kernet yang menerima ongkos dari penumpang. “Maka, setiap pulang ke rumah, kakak saya selalu bertanya-tanya mengapa uangnya (setoran) perolehannya sedikit,” kata Susno seraya tersenyum lebar.
Selain menjadi kondektur kendaraan, Susno ternyata penggemar makanan rujak tahu. “Yang jualan di simpang empat jalan itu,” ujarnya sambil menunjuk lokasi tak jauh dari rumah ibunya.
Kegemaran itu bukan isapan jempol. Ketika salah seorang kerabat menghidangkan santapan yang dikatakannya itu, sang whistle blower tentang makelar kasus itu tanpa menunggu lama, langsung mengunyah rujak tahu kesukaannya.
Selain menjadi kondektur kendaraan, Susno ternyata penggemar makanan rujak tahu. “Yang jualan di simpang empat jalan itu,” ujarnya sambil menunjuk lokasi tak jauh dari rumah ibunya.
Kegemaran itu bukan isapan jempol. Ketika salah seorang kerabat menghidangkan santapan yang dikatakannya itu, sang whistle blower tentang makelar kasus itu tanpa menunggu lama, langsung mengunyah rujak tahu kesukaannya.
Sumber: Okezone.com
| < sebelumnya |
|---|



Komentar
HIDUP SUSNO... KITA DUKUNG PERJUANGAN BELIAU DLM BERANTAS MARKUS
SAYA CINTA INDONESIA..!
"ALLAHU AKBAR" TERUS BERJUANG UNTUK KEBENARAN" Setiap keringat dan uang yang bapak keluarkan untuk kebenaran pasti Allah akan ganti 1000 X lipat.