Kamis, 23 Februari 2012
            Mobile

Terjemahkan

Browse this website in:

Profil Susnoduadji

Komjen Pol Drs. Susno Duadji, S.H, M.Sc

Komjen Pol Drs. Susno Duadji, S.H, MH, M.Sc. (lahir di Pagar Alam, Sumatera Selatan, 1 Juli 1954; umur 55 tahun) adalah mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim Polri) yang menjabat sejak 24 Oktober 2008[1] hingga 24 November 2009 [2]. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Kapolda Jawa Barat.

Susno Duadji merupakan lulusan Akabri Kepolisian tahun 1977 dan mengenyam berbagai pendidikan antara lain S-1 Ilmu Kepolisian ( PTIK ),  S-1 Hukum, S-2 Hukum, S-2 Manajemen. Pendidikan Pengembangan adalah Sesko AD tahun 1995, dan Sespati Polri 2003, dan Lemhanas Tahun 2006. Ia juga mendapat kursus dan pelatihan di antaranya Senior Investigator of Crime Course (1988), Hostage Negotiation Course (Antiteror) di Universitas Louisiana AS (2000), Studi Perbandingan Sistem Kriminal di Kuala Lumpur Malaysia (2001), Studi Perbandingan Sistem Polisi di Seoul, Korea Selatan (2003), serta Training Anti Money Laundering Counterpart di Washington, DC, AS. Switzerland, Spanyol, Belgia.

 

Susno Duadji Dikenal Berpendirian Tegas Sejak Kecil

Susno Duadji memiliki sejumlah kelebihan sejak masih kecil. Selain cerdas, Susno kecil juga mempunyai prinsip dan pendirian yang tegas, sederhana, suka tantangan, dan tidak mau menyerah sebelum mencoba dan meraih sukses. Hal tersebut dituturkan Maldi Duadji, adik kandung Susno, di Kota Pagaralam, Sumatra Selatan, Rabu (14/4).

Kecerdasan Susno mulai terlihat sejak sekolah dasar. Susno sekolah di SD Lubuk Buntak dari kelas satu hingga kelas empat dan selalu meraih juara. Karena selalu juara dua di kelas, dia merasa tidak puas dengan prestasinya hingga Susno pindah ke Lahat, Sumatra Selatan. Di sana, dia hanya sampai kelas lima dan langsung mengikuti ujian kelas enam dan lulus.

 

Sudah 3 Bulan Susno Berhenti Menulis

Sejak semakin santernya pemberitaan di media massa mulai dari isu cicak vs buaya hingga penggelapan pajak di Ditjen Pajak dengan tersangka Gayus Tambunan, mantan Kabareskrim Mabes Polri Konjen Pol Susno Duadji mengaku telah berhenti dari kebiasaan menulis sejak 3 bulan lalu.

"Saya sering nulis bahkan beberapa buku sudah ada yang beredar," katanya lembut di kediamannya, Puri Cinere, Depok, Sabtu 24/4/2010).

ia menambahkan dalam kegiatan menulisnya itu, ia sudah menghasilkan 9 buah buku diantara buku Tinjauan Seperempat Abad KUHP dan buku tentang Money Loundring. Buku tersebut, akunya, merupakan karyanya yang saat itu masih menjabat di Kapolda Jawa Barat dan saat ia aktif di PPATK.

 

Sekelumit Perjalanan Hidup Susno Duadji

PAGARALAM - Maldi Duadji, adik kandung Susno sudah melihat kelebihan kakaknya itu sejak kecil. Selain cerdas, Susno kecil juga mempunyai prinsip dan pendirian yang tegas, sederhana, suka tantangan, dan tidak mau menyerah sebelum mencoba dan meraih sukses.

Menurut pria yang kini duduk sebagai anggota DPRD Kota Pagaralam itu mengatakan, Rabu (14/4), kecerdasan Susno ini mulai terlihat sejak sekolah dasar (SD). Susno sekolah di SD Lubuk Buntak dari kelas satu hingga kelas empat dan selalu meraih juara. Karena selalu juara dua di kelas, dia merasa tidak puas dengan prestasinya hingga Susno pindah ke Lahat, Sumsel. Di sana, dia hanya sampai kelas lima dan langsung mengikuti ujian kelas enam dan lulus.

 

Susno Duadji Terkenang Masa Kecil di Dusun

PAGARALAM - Dusun tempat lahir akan selalu dikenang. Apalagi, memori setiap orang asal Sumatera, kampung halaman menghadirkan nuansa yang tetap abadi. Tak terkecuali bagi Komjen Pol Susno Duadji, mantan Kabareskrim Polri.

“Saat masih bersekolah dulu, setiap pulang saya mencari uang jadi kernet sopir angkutan kota. Trayeknya Bandar Jaya (Lahat) ke Pagaralam. Sopirnya, Sukadi (kakak Susno-Red: sekarang Wakil Bupati Lahat),” ujar Susno kepada wartawan di kediaman ibunya, Dusun Tebat Gunung, Kelurahan Lubuk Buntak, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Rabu (28/4/2010).

   

JAJAK PENDAPAT

Kasus Yang Menimpa Susno Duadji Penuh Rekayasa, Bagaimana Pendapat Anda?

SD TWITTER

Follow us on Twitter

SINDIKASI RSS

PENGUNJUNG

Kami ada 105 tamu online
Mobile