Dibaca: 972 kali Ditulis oleh Didit Tri Kertapat Jum'at, 07 Mei 2010 00:15
Jakarta - Mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji menanggapi sinis Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri yang menyebut dirinya sebagai aset Polri dan bukan musuh Polri. Menurut dia apa yang Mabes Polri lakukan terhadapnya belakangan ini menunjukkan hal yang sebaliknya.
Sinisme ini dia sampaikan menjawab pertanyaan seorang peserta diskusi bertajuk "Membenahi Penegakan Hukum di Indonesia". Acara berlangsung di Hotel Kartika Chandra, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (7/5/2010) petang.
"Pertanyaannya sekarang apakah yang dikatakannya sesuai dengan perbuatan? Jika sesuai artinya tidak munafik dan termasuk orang beriman," kata Susno.
Mantan Kabareskrim Mabes Polri ini kemudian memaparkan berbagai kejadian yang menimpa dirinya yang membuat pernyataan penghargaan Kapolri Bambang HD layak diragukan. Yakni fakta bahwa semua fasilitas Mabes Polri yang pernah dia nikmati sekarang sudah dicabut.
Fasilitas yang paling awal dicabut adalah sopir dinas yang menurut aturan Kementerian Pemberdayaan Aparat Negara menjadi hak dia. "Mobil dinas masih ada, tapi jatah BBM dicabut," sambung Susno.
Fasilitas pengawalan juga telah dicabut dengan alasan Polri membutuhkan tambahan personel untuk ditempatkan di NAD. Pasca mutasi dirinya dari Bareskrim, Susno tidak lagi mendapatkan tugas-tugas yang sesuai dengan kompetensi dan kapabilitasnya sebagai perwira tinggi alias lebih banyak menganggur.
"Penghargaan ukurannya dari gaji. Dulu gaji bulanan saya Rp 11,7 juta tapi sekarang jadi Rp 4,7 juta. Itu fakta," tambah Susno yang mengenakan kemeja batik warna coklat itu.
Percepatan proses hukum dugaan makelar kasus dan mafia pajak, menurut Susno juga merupakan membuktikan dirinya tidak mendapat penghargaan dari Mabes Polri. Terutama yang dia gugat adalah cepatnya statusnya meningkat menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik dan pelanggaran displin internal Polri.
"Satu saat saya disanjung sehingga saya merasa sangat tersanjung. Tapi satu saat dikatakan seperti itu dan ini, jabatan saya dilepas, supir diambil dan gaji saya kurang. Saya bisa down dan sakit hati, tapi tidak. Hati saya masih bagus," tandas Susno. (lh/nwk)
Sumber: Detik News
| < sebelumnya | selanjutnya > |
|---|




Hanya orang-orang yang berjiwa jeleklah yang sering mengeluarkan kata-kata jelek"
malu mendengar kesaksian orang yang katanya pinter,cantik dan terlebih wakil rakyat...kacau ka..."
Komentar
Yg disebut dgn ASET berarti jika sudah tidak dibutuhkan dapat dijual, juga dapat DIBUANG..
GITU LOH pak SD.....
inilah sebabnya jangan pernah setuju jika para pekerja/pegawai/buruh disebut dengan ASET... ntar anda akan dibuang jika terjadi KORSLETING... sebutan yg paling tepat adalah SUMBER DAYA MANUSIA
:-?: Diam atau
:sad:Marah
jika hak kita diambil ??? manusiawi jika
Tapi keyataanya. di negara tercinta ini semua terbalik yang benar jadi salah, salah jadi benar, mudah jadi sulit, sulit jadi mudah. Kapan majunya?
Menagis tinggal dinegara kita jika seperti ini situasinya
kemerdekaan dirampas,,,,yan g benar dipenjara,,, yang tidak punya uang ditekan dan dimiskinkan... Maju terus pak demi kebenaran