Kasus Pilkada Jabar
Situasi Politik Daerah agak menghangat, namun masih dalam koridor demokrasi sehubungan akan segera berakhirnya masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawab Barat Periode 2003-2008
KPUD Provinsi Jawa Barat sebagai penyelenggara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat untuk Masa Bhakti 2008-2013.
Pengamanan diserahkan kepada kapolda Jawa Barat waktu itu di jabat oleh, IRJEN POL SUSNO DUADJI. Kapolda langsung mengadakan Rapat Staf untuk membuat:
Kapolda Jabar mengajukan Surat Kepada Gubernur Jawa Barat untuk meminta dukungan Anggaran Pengamanan Pilkada Gubernur dan Wagub Jabar sebesar Rp.. 27. 732. 127. 244,-
Permohonan Danan Pengamanan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar yang diajukan oleh Kapolda Jabar di bahas pada Sidang DPRD Provinsi Jabar, yang akhirnya DISETUJUI dan diteta.pkan dalam PERDA PROVINSI JAWA BARAT. Dana di ambil dari Mata Anggaran Dana HIBAH
Kabidku Polda Jabar menghadap Kapolda Jabar Irjen Pol SUSNO DUADJI, mengusulkan untuk membuka rekening di Bank Jabar untuk menampung Dana Pengamanan Pilkada, hal ini sesuai permintaan pihak Pemberi Hibah.
Kapolda Susno Duadji mengirim Nota kepada Kabidku Kombes M. ABDRUCAHMAN PASYA, isinya sbb;
Kapolda Susno Duadji mengirim Nota Kepada Karo Ops Polda Jabar, Kombes Rachmat E, isinya sbb:
"Buat surat kepada gubernur jabar minta pencairan dana pengamanan pilkada"
Kapolda Jabar irjen Pol SUSNO DUADJI mengajukan sruat Pol : B/2180/II/2008/Ro Ops, kepada Gubernur Jabar untuk mencairkan Dana Hibah pengamanan Pilkada Jabar Tahun 2008 ke Rekening Polda Jabar , c.q. M. ABRURACHMAN PASYA selaku BENDAHARA Operasi Pam Pilkada, No. Rek. 003877825101, pada Bank Jabar Cabang Gede Bage
Kapolda SUSNO DUADJI mengecek Ruang Posko Operasi di lantai I dekat tangga naik ke Lantai II, ternyata ruang Posko masih belum berfungsi dengan baik, masih belum tertib, belum rapi, data belum up to date. Kapolda menegur Karo Ops Kombes Rachmat Efendi, untuk menertibkan, kalau tidak ada uang segera ajukan permintaan anggaran.
Lainnya
Halaman 1 dari 3
















kalau denger angie apa dia gk takut sama mendiang swaminya ya ....dan juga jd wakil rakyat jug..."
malu mendengar kesaksian orang yang katanya pinter,cantik dan terlebih wakil rakyat...kacau ka..."