susnoduadji.com - susnoduadji.com

susnoduadji.com

 

IKSS Jakarta Buka Puasa Bersama

JAKARTA – “Alhamdulillah hirobbilalamin acara buke besame IKSS minggu 19 Juni 2016 di Gedung Serba Guna RJA DPR RI KALIBATA JAKARTA SELATAN berlangsung sukses yg di ikuti olh 11 organisasi lokal yg tergabung dlm.IKSS an. IMK GUMAY. IK BESEMAH KIKIM.SEHEPAT IKA 4LAWANG IKA TANJUNG SAKTI IKA MULAK IKA LEMATANG YAYASAN JURAI BESEMAH ALSANTYLA IKA PADANG GUCI IKA KEDURANG” Demikian di sampaikan Syafrie Gumay pada Lahat Online tengah malam Minggu (19/6)

“suasana keakraban di silaturahim ini semakin erat dihadiri oleh para senior penasihat dan pembina seperti Susno Duadji yang menjadi bintang idola pada acara berbuka puasa ini, ade para jenderal Purn. kkd Junaidi Djahri, kkd Hambali Hanafiah, kkd Serunting Sakti, dan para mantan pejabat PNS kkd Harunata, Kkd Bidawi Zubir, kkd Wan Alkadri, kkd Saripudin Mesabim, dan dilengkapi oleh para srikandi IKSS yunda Ir Sri Meliyana anggota DPR RI, yuk Zulhana, Lily Wanalkadri dan ibu Ketum IKSS”

Masih kata Syafrie “Acara ini diawali sambutan Ketum IKSS kkd MARSMA RAKHMAN HARYADI dan sbg penceramah ustad kondang KH NAJAMUDIN SIDDIQ jak di Ponpes Khasanah Kebajikan Pondok Cabe jemo.Lintang asli, dengan pembawa acara ustxa Anna Malisi, pembaca ayat suci Alquran Sunirman sandi Padang Guci saritilawah Taufik Z dan Imam Sholat maghrib isya tarawih witir ustd DR KH ABD. MAKY, sebagainketua panitia kkd Umri Yasa sandi Ketum IKA PADANG GUCI KELAM”

Read more:

Prihatin Pasang Surut Cengkih di Sumatera Selatan, Ini Cerita Susno

PAGAR ALAM – Berubah, perubahan, hijrah pola pikir, hijrah dari kebiasaan, ternyata memang benar perubahan/berubah itu penting untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi, ternyata benar juga siapa yang tidak mau berubah maka dia akan menjadi korban dari perubahan itu sendiri.

Adagium ini ternyata tidak terkecuali untuk dunia pertanian, khususnya bagi para petani. Memang sudah menjadi label bahwa perubahan di kalangan petani khususnya petani kecil tradisional sulit sekali dilakukan.

 

Sebagai contoh, Jenis tanaman padi dari padi umur 6 bulan ke padi umur 4 bulan atau kurang, merubah dari jenis tanaman kopi ke tanaman keras lain seperti cengkih, kelapa , dan lain – lain, Merubah pola tanaman dari satu jenis tanaman misal kopi dicampur dengan lada juga sulit sekali dilakukan walaupun harga hasil bumi yang ditanamam merosot tajam.

Read more:

Inilah Kekompakan Tokoh Sumbagsel Saat Gelar Buka Puasa Bersama di Bintaro

Jakarta, – Momentum Ramadhan tahun ini tak ingin dilewatkan begitu saja oleh berbagai tokoh-tokoh bangsa. Salah satunya, antara lain dari tokoh-tokoh Sumatera Bagian Selatan yang selama ini turut serta berkiprah memajukan negeri ini.

“Kita ini bagian dari NKRI, oleh sebab itu, sebagai putra daerah asal Sumatera Bagian Selatan, sudah jadi kewajiban untuk membuat prestasi dan meningkatkan kualitas daya saing pemuda Sumbagsel terhadap tenaga-tenaga kerja negara lain,” ucap H. Hafidz Tohir berapi-api saat menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan anak-anak yatim dan tokoh-tokoh Sumatera Bagian Selatan di River Park blok GH I/6 Bintaro Jaya Sektor VIII, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu sore, (18/06/2016).

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Umum Tenaga Pembangunan Sriwidjaya, Susno Duadji serta Pengurus Kesatuan Angkatan Muda Sriwidjaya (Kamsri), Iwan Asaari. Menurut Susno, peran pemuda dalam pembanguan bangsa ini sangat penting. “Sehingga saya sangat setuju sekali, bahwa program penguatan kualitas pemuda Sumbagsel harus terus dilakukan,” tandas Susno.

Read more:

Susno Duadji Soroti Jalan Lingkar Prabumulih

Susno Duadji Soroti Jalan Lingkar PrabumulihSusno Duadji Soroti Jalan Lingkar Prabumulih

PRABUMULIH --Jika sebelumnya sempat heboh di pemberitaan mantan Kabareskrim, Komjen Pol (Purn) Susno Duadji menjadi petani pasca pensiun. Kali ini melalui akun facebooknya pria yang sempat tenar dengan kasus Cicak vs Buaya itu menyoroti jalan lingkar Timur Prabumulih yang rusak parah hingga membuat ratusan sopir truk mengalami kesusahan.

Dalam akun facebooknya Susno Duadji dan Susno Duadji kedua, pria kelahiran 1 Juli 1954 itu menulis derita sopir angkutan batubara, kayu dan angkutan lain yang terpaksa menginap berhari-hari di ruas Jalan Lingkar Timur Prabumulih akibat kerusakan parah di jalan yang belum lama beralih status menjadi jalan negara itu.

Di dalam akun facebook itu juga Susno Duadji mengupload empat foto, masing-masing foto dirinya bersama para sopir, ratusan sopir yang antre macet, jalan rusak dan foto dirinya memegang kayu menunjukkan kerusakan jalan melebihi lebar kayu, serta foto dirinya saat meninjau jalan lingkar timur Prabumulih yang rusak parah serta antrean panjang mobil-mobil truk yang didominasi truk angkutan batubara dan truk angkutan kayu bahan baku sebuah pabrik kertas.

Read more:

Sosialisasikan Susno Duadji, Semua Pihak Adalah Relawan

LAHAT – Banyaknya akun sosial media dan posko SD yang saat ini banyak bermunculan, merupakan respon atas keberadaan Susno Duadji yang menurut masyarakat layak memimpin Sumatera Selatan. Dari sekian banyak akun di media sosial, satu akun yang menarikan perhatian LahatOnline.com.

Dari penelusuran di jejering sosial facebook, Minggu (19/6), Akun Facebook@Barisansusnoduadji Kab Lahat mengupdate status tentang posisi SD saat ini. Poastingan akun ini ditayangkan pada hari Sabtu (18/6/2016) pukul 10.45 wib, tak hanya itu, akun ini juga membagi dan me-tag postingan ini ke 47 akun lainnya.

Kepada warga Sumsel : Sampai saat ini kita blm pernah dengar langsung statment Susno Duadji (SD) bhw SD akan ikut mencakonkan diri pada Pilkada Gub Sumsel 2018.

Adapun posko FB dan posko lapangan semua didirikan atas inisiatif relawan yang menamakan diri ; Barisan Susno, Dulur Susno, I love Susno, Dukung Susno, dll apa lah namanya, namun semua itu full inisiatif kita,”

Read more:

Susno Duadji Kritisi Kondisi Jalan Sumsel

Mantan Kabareskrim Susno Duadji menyampaikan keluhan sopir truk yang kerap melintasi Jalan Raya Lingkar Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, yang rusah parah. Susno menulis kembali keluhan sopir yang kini menjadi korban kemacetan total di wilayah itu.

"Sudah empat malam kami nunggu di sini, Pak. Sampai hari ini mobil kami dak pacak (tidak bisa) lewat, saro (sengsara) kami, Pak," bunyi petikan keluhan sopir yang dipublikasikan melalui akun Facebook Susno, Sabtu (11/6/2016).

Menurut Susno, sopir dan kernet terpaksa tidak melanjutkan perjalanannya lantaran khawatir dengan keselamatan jiwa dan kendaraan. Susno juga menyampaikan pengguna jalan harus mengeluarkan sejumlah dana karena peristiwa ini.

"Dan terbetik informasi bahwa pemilik truk harus iuran untuk perbaikan jalan raya tersebut. Kalau benar demikian halnya, lantas untuk apa rakyat harus membayar pajak dan berbagai kewajiban kalau fasilitas umum, seperti perbaikan jalan menjadi tanggung jawab pemilik kendaraan," kata Susno.

Read more:

You are here: Home