susnoduadji.com - susnoduadji.com

susnoduadji.com

 

Susno Duadji Transportasi Air Sarana Alternatif Angkutan Batubara

PALEMBANG – Dalam Diskusi Rutin Tenaga Pembangunan Sriwijaya (TP SRIWIJAYA) yang di gelar di Rumah makan Bebek Goreng HARISSA palembang, dihadapan Pengurus TP Sriwijaya, aktivis Lingkungan dan Mahasiswa, Susno Duadji nyatakan transportasi air merupakan alternatif sarana angkutan batubara, Selasa (20/9)

“Selain menggunakan transportasi kereta api, transportasi air menggunakan sungai lematang adalah salah satu alternatif lain angkutan batu bara” ujar Susno Duadji

“Perlu kajian khusus, dan kajian mengenai dampak lingkungannya, masyarakat yang hidup dialiran sungai juga harus diuntungkan”

“Selain menggunakan transportasi kereta api, transportasi air menggunakan sungai lematang adalah salah satu alternatif lain angkutan batu bara” ujar Susno Duadji

“Transportasi air berbiaya murah dan masyarakat yang hidup diair seperti nelayan ataupun perahu perahu pencari batu dapat aktif ikut serta angkut batu bara dengan perahu kecilnya”

“Ini bagian dari solusi menciptakan peluang kerja baru, ingat pekerjaan itu di ciptakan bukan di cari, solusi transportasi air merupakan solusi angkutan batu bara dimana saat ini jalan darat sudah padat” pungkas Susno

Read more:

Susno Duadji Poto Bareng Karyawan Bebek Goreng Harissa Palembang

PALEMBANG – Kehadiran Mantan Kabag Reskrim Polri, Komjend Pol (Purn) Susno Duaji pada saat sedang makan malam besama teman temannya di bebek goreng harissa palembang menjadi surprise bagi pengunjung dan karyawan, selasa/9/20.

Dari tempat Susno Duaji bersantap Bebek Bakar sampai keluar parkiran, Susno DUadji diminta untuk Selvi Photo bsrsama.

Dengan senyuman khasnya susno duaji tetap melayani karyawan dan pengunjung untuk foto bersama.

“Alhamdulilah kite pacak berkumpul disini pungkas susno di sela sela berfoto bersama”.

Susno duaji tetap melayani permintaan karyawan dan pengunjung untuk berpoto bersama dan terakhir berpoto dengan satpam diareal parkir (HENDRA).

Sumber : lahatonline

Susno : Potensi obyek wisata perlu dioptimalkan

PALEMBANG – Komjen pol (purn) SUSNO DUADJI mengatakan bahwa sumatera selatan kaya akan potensi obyek wisata perlu dioptimalkan.

Hal itu disampaikannya (20/9) di palembang, bahwa sumsel kaya dengan potensi wisata tetapi belum diberdayakan sehingga belum menjadi sumber pendapatan.

Potensi obyek wisata itu berhubungan dengan wisata air Wisata alam. Wisata budaya dan sebagainya.

Jika potensi wisata itu diharap secara optimal dipastikan pendpat daerah akan meningkat(BARDI/02)

Sumber : sriwijayaonline

Susno : Dengan Mesin Salah Satu Cara Atasi Import Produk Pertanian

PAGAR ALAM – Indonesia negara agraris yang sangat subur dengan hamparan lahan sangat luas, ditunjang iklim relatif sama sepanjang tahun, apalagi tenaga kerja tersedia cukup banyak, tambah hebat lagi karena hampir semua Perguruan Tinggi mempunyai Fakultas Pertanian.

Peternakan yang pinter – pinter jumlahnya amat banyak, dengan data yang demikian pasti Negeri yang dijuluki Nusantara ini adalah Negara yang makmur Gemah Ripah Loh Jinawi, Negara yang kaya raya sebagai eksportir berbagai komuditas pertanian.

Negara hebat dengan data seperti itu, Tapi faktanya tak demikian, Negeri kita yang kita banggakan ini menjadi pasar empuk yang menjanjikan bagi negara lain untuk memasarkan hasil komuditas pertaniannya, bayangkan penduduk kita 250 juta jiwa.

Bicara hal ini Ketua TP Sriwijaya Susno Duadji berkomentar, menurutnya, kita masih menjadi negara peng-import berbagai komuditas pertanian, mulai dari Beras, Jagung, Kedelai, Bawang Merah, Bawang Putih, hingga produk holtikutura lainnya seperti Mangga, Jambu, Klengkeng, Jeruk, Apel, Durian dan lain – lain.

“Lautan nya sangat luas, kok garam pun import pula, tentunya kondisi semacam ini tidak boleh kita biarkan. Import bukanlah cara yang tepat mengatasi masalah, karena import itu sangat berbahaya. Menhabiskan devisa, bikin malas kerja, malas mikir hanya cari gampang, bikin kita jadi tergantung dengan negara lain, ini akan berdampak negatif.

Read more:

Mesin Pertanian Salah Satu Atasi Impor

Indonesia negara agraris yang sangat subur dengan hamparan lahan sangat luas, ditunjang iklim relatif sama sepanjang tahun apalagi tenaga kerja tersedia cukup banyak, tambah hebat lagi karena hampir semua Perguruan Tinggi mempunyai Fakultas Pertanian, Peternakan yang pinter-pinter jumlahnya amat banyak, dengan data yang demikian so pasti negeri yang dijuluki Nusantara ini adalah negara yang makmur gemah ripah loh jinawi, negara yang kaya raya sebagai eksportir berbagai komuditas pertanian. He,,,, hebat kan !

Tapi fakta nya gak demikian, negeri yang kita banggakan ini menjadi pasar empuk yang menjanjikan bagi negara lain untuk memasarkan hasil komuditas pertaniannya, bayangkan penduduk kita 250 Juta jiwa.

Oi,,,, ala mak,,, kita masih menjadi negara peng-import berbagai komuditas pertanian ; mulai dari beras, jagung, kedele, bawang merah, bawang putih , holtikutura seperti mangga, jambu, klengkeng, jeruk, apel, durian juga ingatkan duren musang king, dll.
Lautannya sangat luas dan asin, eh,,, garam pun import pulak,,

Read more:

Indonesia Butuh Revolusi Politik Pangan

Subang, – Tak bisa dipungkiri, salah satu pembahasan tiap pertemuan negara di dunia ini adalah persoalan mengatasi ancaman krisis pangan, termasuk negara Indonesia. Dalam acara seminar nasional menyikapi persoalan panganyang bertemakan “Memperkuat Ketahanan Pangan Kemandirian dan Keamanan Nasional” di Aula Kantor Bupati Kabupaten Subang, Jawa Barat, berapa waktu lalu.

Acara yang diadakan koran Harian Umum Sinar Pagi Baru (SPB), dalam rangka puncak Hut yang ke 15. Hadir sebagai narasumber mantan Kabareskrim Polri, Komjen Pol Susno Duadji, Tri Wahyudi, (Perum Bulog), Irjen Pol Benny Mokalu, (Staf Ahli Kapolri), perwakilan dari Kementerian Pertanian dan Kemenko UKM dan Brigjen Pol Agus Riyanto (Karo Penmas Mabes Polri), sebagai pembuka acara Hut SPB yang ke 15.

Dalam pemaparannya, Susno langsung mengatakan dimasa reformasi ini justru nasib petani semakin kurang diperhatikan, khususnya oleh pemerintah. Hal itu terlihat, semakin tahun semakin banyak petani di desa yang berganti profesi.

Read more:

You are here: Home