Dibaca: 882 kali Ditulis oleh Administrator Jum'at, 19 Maret 2010 00:59
Raja mengatakan, pemblokiran uang dibuka pada 26 November 2009 atas sepengatahuan Susno sebagai Kabareskrim.
“Ini lebih gawat lagi. Pencairan dana dilakukan saat bareskrim demisioner kepemimpinan. Si Raja tidak lapor saya, tidak juga lapor Pak Ito. Jelas dia menelikung. Tangkap Raja, borgol dan masukkan ke sel malam ini juga,” kata Susno di
“Rakyat menunggu itu, bukan malah Susno yang akan diperiksa” lanjutnya.
Dia semangat mengungkap hal itu setelah sebelumnya mendengar pernyataan Raja pada jumpa pers Mabes Polri yang disiarkan live televisi. Ketika itu, di ruang siaran Radio Sonora Palembang, Susno juga langsung bereaksi mendengar klarifikasi Mabes Polri yang memojokkannya.
Menurut Susno, secara yuridis semakin kuat dugaan markus dan korupsi karena Raja sengaja menunggu kepemimpinan di bareskrim kosong. Kalau pun atas petunjuk jaksa menyatakan uang Rp 25 miliar tidak ada kaitan dengan kejahatan, berarti jaksanya ikut terlibat juga.
“Polisi dengan segala kewenangan mestinya buktikan kepemilikan, lalu kehalalan duit itu. Terlalu gampang membuka pemblokiran itu. Tanggal 26 itu di era tanggung jawab saya dan Ito. Wakabareskrim dilaporkan tidak (oleh Raja, red), kalau iya, berarti ‘cincai’ juga,” katanya.
Susno secara tegas mengaku tidak takut dilaporkan Radja dan Kapolda Lampung Brigjend Edmon Ilyas yang merasa nama baiknya telah dicemarkan. Susno malah balik bertanya, apa benar keduanya punya nama baik.
Pembentukan tim khusus untuk memeriksanya juga ditanggapi Susno. Cara-cara seperti itu dianggap cara lama untuk menghilangkan kasus utama markus dan korupsi di Polri yang melibatkan perwira berpangkat jenderal dan kombes.
Susno menegaskan tidak pernah menuding Raja dan Edmon sebagai makelar kasus. Makelar kasus adalah orang sipil yang sering muncul di Mabes Polri. Apakah Raja dan Edmon terlibat, itu yang harus dibuktikan. Agar independen penyidikan sebaiknya dilakukan KPK atau Kejaksaan.
“Segampang itu mereka katakan tidak terbukti. Mestinya periksa dulu saya, AK (Andi Kosasih) juga belum diperiksa, tapi sudah dikatakan tidak terbukti merekayasa kasus. Ini yang lapor mantan Kabareskrim. Nanti saya buka semua malah putus jantungnya,” kata Susno.
Pernyataan ini diungkap Susno saat berkunjung ke Kantor Sriwijaya Post Jumat malam usai bedah buku di TB Gramedia. Dia mengaku masih punya kasus yang lebih besar di Mabes Polri, tetapi minta diselesaikan terlebih dahulu soal makelar kasus yang dilaporkannya.
Sumber: Surya Online
| < sebelumnya | selanjutnya > |
|---|




Hanya orang-orang yang berjiwa jeleklah yang sering mengeluarkan kata-kata jelek"
malu mendengar kesaksian orang yang katanya pinter,cantik dan terlebih wakil rakyat...kacau ka..."
Komentar