Dibaca: 316 kali Ditulis oleh Icha Rastika | Pepih Nugraha Senin, 16 Januari 2012 13:41
JAKARTA - Uang sejumlah Rp 500 juta uang terkait proyek wisma atlet SEA Games disebut mengalir ke Kongres Partai Demokrat di Bandung 2010 untuk pemenangan calon Ketua Umum Demokrat saat itu, Andi Mallarangeng. Hal itu diungkapkan mantan anak buah Nazaruddin, Mindo Rosalina Manulang saat bersaksi untuk Nazaruddin yang menjadi terdakwa kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (16/1/2012).
"Kita berikan langsung untuk tim sukses pemenangan Pak Andi Mallarangeng di Bandung," kata Rosa.
Dia mengaku mengetahui ihwal pemberian uang ke Andi itu saat melihat catatan pengeluaran Grup Permai (perusahan Nazaruddin) yang dibuat Yulianis selaku Direktur Keuangan Grup Permai. Soal adanya uang yang mengalir untuk pemenangan Andi ini belum pernah diungkap Nazaruddin sebelumnya. Selama ini, Nazaruddin hanya mengatakan adanya dana Rp 50 miliar ke Kongres Partai Demokrat 2010 untuk pemenangan Anas Urbaningrum.
Uang itu, menurut Nazaruddin, diberikan oleh PT Adhi Karya, rekanan proyek pembangunan pusat olahraga, Hambalang, Jawa Barat. Adapun Nazaruddin didakwa menerima suap Rp 4,6 miliar dari Rosa dan Mohammad El Idris, manajer pemasaran PT Duta Graha Indah. Pemberian tersebut untuk memenangkan PT DGI sebagai pelaksana proyek wisma atlet.
Kasus ini juga melibatkan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Wafid Muharam. Menurut Rosa, dia pernah mengikuti pertemuan antara Nazaruddin dan Wafid terkait proyek SEA Games dan Hambalang. Saat itu, untuk wisma atlet SEA Games, Nazaruddin merekomendasikan PT DGI kepada Wafid. Kemudian Wafid meresponnya dengan mengaku siap melaksanakan jika atasannya dan DPR telah setuju.
Rosa juga mengatakan, Nazaruddin menyampaikan bahwa Andi Mallarangeng, Menteri Pemuda dan Olahraga saat itu sudah setuju. "Pak Nazar bilang dengan Pak Andi sudah 'ok', dengan teman Banggar oke, sudah clear and clean," tuturnnya.
Sumber : kompas.com
| < sebelumnya | selanjutnya > |
|---|




Hanya orang-orang yang berjiwa jeleklah yang sering mengeluarkan kata-kata jelek"
malu mendengar kesaksian orang yang katanya pinter,cantik dan terlebih wakil rakyat...kacau ka..."
Komentar