Dibaca: 630 kali Ditulis oleh Dede Suryana Sabtu, 30 Juli 2011 07:35
JAKARTA - Wacana pemaafan terhadap koruptor dan pembubabaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang digelindingkan Ketua DPR Marzuki Alie terus menuai reaksi.
Koordinator Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (Kompak) Fadjroel Rachman menilai, pernyataan Marzuki sangat melukai hati masyarakat yang selama menaruh harapan besar pada lembaga Ad Hoc itu.
“Ini pemikiran sesat yang sudah tidak termaafkan ya. Dan saya yakin masyarakat lebih suka jika Marzuki mundur (sebagai Ketua DPR) daripada KPK dibubarkan,” katanya kepada okezone, Sabtu (30/7/2011).
Mantan aktivis 98 ini juga mempertanyakan, apakah usulan yang diutarakan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini murni bertolak dari kekecewaan terhadap pejabat KPK yang dianggap sudah tidak lagi kredibel, atau hanya mewakili kepentingan partainya.
Diketahui, tiga petinggi KPK, Chandra M Hamzah, Ade Raharja, dan Johan Budi, kini tengah menjadi sorotan lantaran disebut mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, telah melakukan deal-deal tertentu dengan partai pemenang Pemilu 2004 itu.
Fadjroel khawatir, koruptor yang dimaksud Marzuki agar diputihkan adalah petinggi Partai Demokrat yang diserang Nazaruddin. Bahkan orang-orang tersebut dituding menggunakan dana APBN untuk kepentingan pribadi dan partai.
“Siapa tahu yang dia maksud harus diputihkan itu Anas Urbaningrum, Angelina Sondakh dan lain-lain. Dan ini pemutihan untuk Demorkat. Ini pikiran sesat yang harus ditolak,” tegasnya.
Selain itu, wacana kontroversial yang diusung Marzuki juga mencerminkan sikap pasrah dari pejabat negara yang mewakili lembaga penegak hukum terhadap maraknya kasus korupsi di tanah air.
Penegak hukum, kata Fadjroel, sudah mengaku kalah dengan koruptor dengan mewacanakan pemaafan. “Ya ditangkap dulu lah koruptor. Jangan ujug-ujug diputihkan. Marzuki malas berpikir,” tutupnya.
Sumber:okezone.com
| < sebelumnya | selanjutnya > |
|---|




Hanya orang-orang yang berjiwa jeleklah yang sering mengeluarkan kata-kata jelek"
malu mendengar kesaksian orang yang katanya pinter,cantik dan terlebih wakil rakyat...kacau ka..."