Senin, 21 Mei 2012
            Mobile

Terjemahkan

Browse this website in:

Polisi lupa kasus Tempo & ICW

Berita - Berita

Bookmark and Share

Harapan agar polisi segera mengungkap kasus pelemparan bom molotov kantor Majalah Tempo serta kasus penganiayaan aktivis ICW, tampaknya masih jauh panggang dari api.

Alih-alih memprioritaskan kedua kasus di atas, polisi malah sibuk mengurusi penangkapan Abu Bakar Ba’asyir. “Harusnya polisi memprioritaskan kedua kasus di atas,” ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane di Jakarta, Selasa (10/8).

Dari analisis IPW, penangkapan Ba’asyir tak lepas dari upaya pengalihan isu oleh Mabes Polri. Baik isu rekening ganjil perwiranya, kasus penganiayaan aktivis ICW Tama S Langkun, ledakan tabung elpiji di berbagai daerah, maupun pelemparan bom molotov ke kantor Majalah Tempo. “Termasuk dalam rangka meramaikan bursa pergantian Kapolri,” ujarnya.

Neta pun khawatir insiden penangkapan Ba’asyir beberapa tahun lalu terulang lagi. Saat itu Ba’asyir oleh pengadilan dinyatakan tidak bersalah. “Tapi tidak menuntut balik polisi, untuk pembelajaran kami sarankan kalau terbukti tak bersalah agar Ba’asyir menuntut kepolisian,” ungkapnya.

Saran di atas bertujuan agar ke depan polisi lebih hati-hati dalam menjalankan tugasnya serta senantiasa mengedepankan asas praduga tak bersalah. “Karena kita lihat polisi dalam hal ini tak hati-hati. Tokoh seperti Ba’asyir tak perlu ditangkap di jalanan, cukup dipanggil saja,” tandasnya.

Sumber: Waspada Online


Info TerkiniTerpopulerLain - lain

Komentar 

 
+1 #1 -ingatingat 10-08-2010, 22:58
institusi polri jangan di salah gunakan, institusi polri milik rakyat bukan milik oknum.
Balas tanggapan
 
 
0 #2 Polri mengecewakanawasmunafik 10-08-2010, 23:05
Kalau menghadapi selebritis, tokoh politik, koruptor, pejabat atau pengusaha yang disangka, diterapkan azas praduga tak bersalah, untuk pemeriksaan dan penyidikan tersangka cukup dikirimi urat panggilan. Tetapi ketika menghadapi seorang ulama yang tua renta dan sakit-sakitan, dikirimlah sepasukan bersenjata lengkap untuk menangkapnya. Bukankah ini juga menunjukkan kesombongan dari yang berkuasa dan berkekuatan menghadapi rakyat yang semestinya dilindungi? Bukankah ini juga pamer kedzoliman?

Jelaskan kepada rakyat dengan bukti-bukti yang tak terbantahkan tentang kesalahan si ulama sampai harus disergap dengan pasukan bersenjata seperti menghadapi AlQeda.

Sungguh sangat mengecewakan tindakan seperti itu.
Balas tanggapan
 
 
0 #3 mama paling kesel orang oonmusriadi 10-08-2010, 23:41
inget waktu kecil, di suruh beli beli sagu malah beli gendum.dak jadi deh buat pempek, pdhal ikannya udah di giling.gandum mana bisa di buat pempek, bengak!!!kata mama ku..he..he...jadi malu
Balas tanggapan
 
 
+1 #4 yayuka 11-08-2010, 09:00
Duuuhhh... negara ini makin kacau.. Pak SBY, tlg perhatianx dong jgn cuman diem dn ngeluh2 sj...
Balas tanggapan
 
 
0 #5 asmuni 11-08-2010, 10:46
Ya Allah tunjukkan yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Hanya ENGKAU yang Maha Kuasa...
Balas tanggapan
 
 
0 #6 Guest 11-08-2010, 20:04
sudah diduga sebelumnya, bahwa masalah majalah tempo dan penyerangan anggota ICW pasti gak dibahas dan gak bakal ketemu pelakunya...
Balas tanggapan
 
 
0 #7 PENGALIHAN ISUHari Susetia 12-08-2010, 11:49
Soal yang satu ini Republik Ini Jagonya.
Saat kasus Century lagi anget2nya, tiba2 tenggelam karena tertangkapnya teroris. Demikian juga Saat masyarakat mengikuti cerita Pak Susno, e... gembong teroris ditangkap lagi. Berita Pak SD tenggelam. Kasus aktivis ICW, Tempo, Teror Bom Tabung LPG 3 Kg, Pengadilan Tipikor lagi marak, gak ada hujan, gak ada secangkir kopi, e....Ustad Ba'asyir ditangkap. Headline news berganti. Beliau2 ini masih menganggap mudah untuk meng"kadali" rakyat.
Balas tanggapan
 

Tulis komentar


Kode Keamanan
Refresh

JAJAK PENDAPAT

Kasus Yang Menimpa Susno Duadji Penuh Rekayasa, Bagaimana Pendapat Anda?

SD TWITTER

Follow us on Twitter

SINDIKASI RSS

KOMENTAR BARU

PENGUNJUNG

Kami ada 83 tamu online
Mobile