Dibaca: 784 kali Selasa, 10 Agustus 2010 22:15
Harapan agar polisi segera mengungkap kasus pelemparan bom molotov kantor Majalah Tempo serta kasus penganiayaan aktivis ICW, tampaknya masih jauh panggang dari api.
Alih-alih memprioritaskan kedua kasus di atas, polisi malah sibuk mengurusi penangkapan Abu Bakar Ba’asyir. “Harusnya polisi memprioritaskan kedua kasus di atas,” ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane di Jakarta, Selasa (10/8).
Dari analisis IPW, penangkapan Ba’asyir tak lepas dari upaya pengalihan isu oleh Mabes Polri. Baik isu rekening ganjil perwiranya, kasus penganiayaan aktivis ICW Tama S Langkun, ledakan tabung elpiji di berbagai daerah, maupun pelemparan bom molotov ke kantor Majalah Tempo. “Termasuk dalam rangka meramaikan bursa pergantian Kapolri,” ujarnya.
Neta pun khawatir insiden penangkapan Ba’asyir beberapa tahun lalu terulang lagi. Saat itu Ba’asyir oleh pengadilan dinyatakan tidak bersalah. “Tapi tidak menuntut balik polisi, untuk pembelajaran kami sarankan kalau terbukti tak bersalah agar Ba’asyir menuntut kepolisian,” ungkapnya.
Saran di atas bertujuan agar ke depan polisi lebih hati-hati dalam menjalankan tugasnya serta senantiasa mengedepankan asas praduga tak bersalah. “Karena kita lihat polisi dalam hal ini tak hati-hati. Tokoh seperti Ba’asyir tak perlu ditangkap di jalanan, cukup dipanggil saja,” tandasnya.
Sumber: Waspada Online
| < sebelumnya | selanjutnya > |
|---|




Hanya orang-orang yang berjiwa jeleklah yang sering mengeluarkan kata-kata jelek"
malu mendengar kesaksian orang yang katanya pinter,cantik dan terlebih wakil rakyat...kacau ka..."
Komentar
Jelaskan kepada rakyat dengan bukti-bukti yang tak terbantahkan tentang kesalahan si ulama sampai harus disergap dengan pasukan bersenjata seperti menghadapi AlQeda.
Sungguh sangat mengecewakan tindakan seperti itu.
Saat kasus Century lagi anget2nya, tiba2 tenggelam karena tertangkapnya teroris. Demikian juga Saat masyarakat mengikuti cerita Pak Susno, e... gembong teroris ditangkap lagi. Berita Pak SD tenggelam. Kasus aktivis ICW, Tempo, Teror Bom Tabung LPG 3 Kg, Pengadilan Tipikor lagi marak, gak ada hujan, gak ada secangkir kopi, e....Ustad Ba'asyir ditangkap. Headline news berganti. Beliau2 ini masih menganggap mudah untuk meng"kadali" rakyat.