Senin, 21 Mei 2012
            Mobile

Terjemahkan

Browse this website in:

PDIP: Pengakuan Yusril Semakin Meyakinkan SBY Tak Bisa Lepas Tangan dari Centurygate

Berita - Berita

Bookmark and Share

Jakarta, RMOL. Tim Pengawas Century semakin yakin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak bisa lepas tangan dari megaskandal dana talangan Bank Century menyusul pengakuan mantan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra.

"Apa yang disampaikan itu itu melengkapi temuan-temuan sebelumnya yang dilakukan Pansus," ujar anggota Tim Pengawas Century Hendrawan Supratikno saat dihubungi Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 13/7).

Politisi PDI Perjuangan ini mengingatkan, pada saat Pansus meminta keterangan dari Kabareskrim Mabes Polri saat itu, Komjen Susno Duadji, hal itu juga sudah terungkap. Dari buku yang dibagikan Susno menyebutkan hasil penyelidikan Bareskrim September 2009 mengarah pada keterlibatan Boediono yang pada saat itu hendak dilantik sebagai wakil presiden.

"Hasil audit BPK yang beredar juga mengatakan hal yang sama bahwa Bank Indonesia bersalah dalam bailout Bank Century. Kalau lembaga audit negara dan lembaga penegakan hukum sudah mencapai kesimpulan yang sama, itu artinya tidak main-main lagi," imbuhnya.

Soal keterlibatan SBY, menurutnya juga bukan hal baru. Gurubesar Ilmu Ekonomi ini kembali mengingatkan soal Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perppu) 4/2008 tentang Jaringan Pengamanan Sistem Keuangan (JPSK) yang dikeluarkan Presiden SBY.

"Dengan mengeluarkan Perppu 4/2008 tentang JPSK, Pak SBY 'sudah mengetahui' bakal terjadi aji mumpung dalam perbankan nasional. Karena Perppu itu akan dimanfaatkan merampok uang negara melalui perbankan. Perppu persiapan untuk merekayasa bailout itu," tegasnya.

Dia juga mengingatkan, Perppu JPSK dikeluarkan pada 15 Oktober 2008. Waktu itu bersamaan dengan pemilik Bank Century Robet Tantular menginjakkan kakinya ke Bank Indonesia untuk menandatangani Letter of Commitmen tersebut. Padahal seumur-umur, ujarnya, Robert tidak pernah ke bekas kantor Boediono itu.

Sebelumnya, Mantan Menkum HAM, Yusril Ihza Mahendra baru-baru ini mengatakan ia dimintai pendapat oleh SBY usai Pilpres 2009. SBY bertanya kepada Yusril sebagai pakar hukum tatanegara tentang apakah yang akan terjadi bila Boediono ditangkap. Ketika itu SBY dan Boediono menunggu pelantikan keduanya sebagai Presiden dan Wakil Presiden. [zul]

Sumber: Rakyat Merdeka


Info TerkiniTerpopulerLain - lain

Komentar 

 
+1 #1 wowatul 13-07-2010, 13:59
:o :o :o
hadoh2....ga beres2 ni maslah....
moga cpt beres dah en jgn ada rakyat yg d korbankan.......

usut smuanya sampai keakar2nya......

moga indonesia q ttp jaya.....
Balas tanggapan
 
 
+1 #2 Menjadi Rakyat di Indonesia Sangat Tidak NyamanSuara Mangat 13-07-2010, 14:16
Tentu orang bertanya mengapa manjadi rakyat di Indonesia makin tidak mengenakan, tidak aman bahkan cendrung prustasi; betapa tidak, logika-logika yang dibangun elit pemegang kekuasaan negeri ini sangat bertolak belakang dengan logika rakyat tentang hidup bernegara; coba lihat elit dengan argumentasi yang culas saling memotong tentang kasu century, tentang biaya perjalan haji, tentang dana pajak yang ditileb oleh sebuah mafia, tentang berbagai kasus korupsi, tentang KPK, tentang kenaikan TDL yang diikuti dengan makin melambungnya harga-harga kebutuhan pokok, padahal perluasan lapangan kerja sangat terbatas dan peningkatan penghasilan tidak ada, jadi bagaimana rakyat bisa hidup di Indonesia, kalau penguasanya melebihi belanda dalam menghisab rakyat. Bagaimana pak Susno bisa memaknai seluruh prilaku, tindakan elit politik di Indonesia, Rakyat dibiarkan melongo dan bingung untuk memaknai berbagai kasus di Indoensia! Malah rakay sudah tidak peduli tentang masa depan mereka! karena korupsi di negeri ini memang benar-benar telah menjadi budaya!
Balas tanggapan
 
 
0 #3 kebaikan 13-07-2010, 14:29
nah...bener nich,,,menggebu k air di dulang terpercik muka sendiri..dulu khan ada yg bilang,,,jgn bermusuh Yusril....terlalu besar....org koq sdh dari dulu berkutat mslah urusan negara,,,koq dujadikan tersangka,,,akr g dia bilang mati satu mati semua....repot dach....nah bingung cari jaln keluar...hwhwhhwhwwhwhwh hwhhwwwwwaaaaa...mungkin awal tuk memberangus kebobrokan ya......
Balas tanggapan
 
 
+1 #4 Yusril sebagai Malaikat pembawa kebenaranKi puspo 13-07-2010, 15:00
Semoga Pak Yusril mau mengungkap semua Kemunafikan yang terjadi pada Pemimpin Bangsa saat ini
Balas tanggapan
 
 
0 #5 messi 13-07-2010, 15:26
ya begitu deh negaraku tercinta nga ad orang jujur.bgmn mau jujur yg jujur masuk bui :
Balas tanggapan
 
 
0 #6 odonk45 13-07-2010, 15:46
jika Pemimpin berfikiran bahwa atasan nya adalah tuhan ( ALLAH ) dan bawahan nya adalah manusia sama seperti dirinya..maka indonesia akan jaya..pempimpin kadang berteriak contoh lah rosulullah..tapi apa yang mereka katakan hanya lah make up..untuk penghias wajah..dan make up itu akan luntur ..selesai acara..
Balas tanggapan
 
 
0 #7 gondezz 13-07-2010, 16:00
SBENER NYA DAH BINGUNG MAU COMENT APA...
DI COMMENT PUN...NAMA NYA BEDEBAH TETEP BEDEBAH..
JERITAN RAKYAT..CM DI MASUKAN KUPING KANAN..KELUAR KUPING KIRI....
SLAMA GA ADA REFORMASI TOTAL..AQ GA YAQIN..NEGERI INI AKAN SEMAKIN LBH BAIK...
PEMIMPIN2 NYA..CM MIKIRIN PERUT NYA SENDIRI2...
MUNAFIK SEMUA...LONCAT SANA-LONCAT SINI..YG PENTING AMAN....
GILIRAN DAH TRPURUK..BARU MAU MEMBUKA AIB....
TERUS..WAKTU DULU BISA BERBUAT....NAPA GA BERBUAT..KLO TAU ITU SALAH...............
TP GPP, PENYESALAN SLL DTG BELAKANGAN...
WLOPUN DIKIT TERLAMBAT...AYO UNGKAP SEMUA PAK YUSRIL...
TINGGALKAN KEHORMATAN/KEPAHLAWANAN DALAM HIDUPMU...
MAJU TERUSSSS.....KITA MENDUKUNG..
Balas tanggapan
 
 
0 #8 Semakin terkuakray 13-07-2010, 16:05
Alhamdulillah semakin terkuak, Tuhan sendiri yang membuka dengan terang benderang.
Balas tanggapan
 

Tulis komentar


Kode Keamanan
Refresh

JAJAK PENDAPAT

Kasus Yang Menimpa Susno Duadji Penuh Rekayasa, Bagaimana Pendapat Anda?

SD TWITTER

Follow us on Twitter

SINDIKASI RSS

KOMENTAR BARU

PENGUNJUNG

Kami ada 81 tamu online
Mobile