Dibaca: 442 kali Ditulis oleh Kristantyo Wisnu Broto Kamis, 20 Oktober 2011 07:28
JAKARTA-- Oligarki elite parpol menyebabkan keputusan kader parpol masuk kabinet tidak transparan. "Itu harus lebih terbuka dan transparan," ujar Wakil Ketua MPR Hajrianto Y Thohari yang ditemui saat kunjungan pimpinan MPR ke Putrajaya, Malaysia, Rabu (19/10).
Ia dimintai tanggapan soal kontroversi pencopotan Fadel Muhammad sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.
Menurut Hajrianto, proses soal perombakan kabinet maupun pemilihan kader partai mengisi jabatan publik harus menjadi pelajaran bagi partai-partai agar bisa lebih terbuka.
Sebetulnya, kata Hajrianto, Partai Golkar sudah melakukan proses terbuka dan demokratis saat memilih calon pimpinan DPR. "Meski tidak perlu dilakukan seideal itu, yang penting dikomunikasikan secara terbuka," tukas Ketua DPP Partai Golkar itu.
Hajrianto meyakini problem transparansi tersebut terjadi di semua partai. "Sejumlah kawan di partai mengaku tidak tahu soal proses penunjukkan kader mereka ke kabinet," paparnya.
Pasalnya, kata dia, iklim keterbukaan partai-partai memang belum pasti. Sebab, keputusan masih diputuskan di tangan segelintir elite partai.
Sumber:mediaindonesia.com
| < sebelumnya | selanjutnya > |
|---|




Hanya orang-orang yang berjiwa jeleklah yang sering mengeluarkan kata-kata jelek"
malu mendengar kesaksian orang yang katanya pinter,cantik dan terlebih wakil rakyat...kacau ka..."