Dibaca: 466 kali Ditulis oleh Torie Natallova Selasa, 25 Oktober 2011 14:16
JAKARTA-- Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan penembakan yang terjadi di Papua yang menewaskan Kapolsek Puncak Jaya, AKP Dominggus Oktavianus Awes, belum masuk wilayah TNI. Menurut Menhan, peristiwa penembakan di Papua masih menjadi tanggung jawab Polri.
"Itu masih berupa ancaman mengenai keamanan publik yang terkait dengan polri bukan dengan kita," kata Menhan saat ditemui di gedung DPR, Selasa, (25/10).
Sementara itu, anggota Komisi I DPR Helmy Fauzi menilai TNI baik Kopasus belum perlu masuki Papua karena TNI tidak bisa menguasai massa yang melakukan tindak anarkis seperti polri.
Karenanya, Helmy merasa peran polisi sangat penting untuk mengatasi peristiwa-peristiwa kekerasan di Papua bukan TNI.
"Yang terdepan itu polisi, kecuali polisi kewalahan. Boleh (kirim) bantuan tapi atas pemintaan Papua. TNI mem-back up kerja-kerja polisi di lapangan," kata Helmy kepada wartawan.
Anggota Fraksi PDIP tersebut menambahkan, jika TNI terlibat langsung untuk menindak aksi kekerasan di Papua, bisa menimbulkan adanya pelanggaran HAM. TNI tidak disiapkan untuk mengatasi unjuk rasa.
Helmy mengingatkan agar Kopasus tidak terlibat dalam menangani aksi massa untuk menghindari benturan TNI dengan masyarakat.
"Kalau TNI terlibat langsung bisa menyebabkan tmbulnya kembali pelanggaran HAM. Karena TNI tidak di persiapkan unjuk rasa dan aksi massa, tapi fungsi pertahanan. Jangan sampai kopasus terlibat dlm menangani aksi massa, unjuk rasa. Andaikata ada fungsi perbantuan, istilahnya diminta polri. Ini menghindari agar tidak terjadi hal-hal seperti masa lalu TNI dibenturkan dengan masyarakat sendiri," ujarnya.
Seperti diketahui, Papua kini semakin memanas dengan banyaknya aksi penembakan seperti di Freeport hingga yang terakhir penembakan Kapolsek Puncak Jaya Papua saat berada di Bandara Mulia oleh orang tak dikenal.
Kejadian bermula ketika Kapolsek mendatangi Bandara Mulia untuk bertugas mengamankan Bandara, Senin (24/10). Kapolsek tiba-tiba disergap dari belakang oleh dua pelaku yang diduga masuk kelompok separatis bersenjata, Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Sumber:mediaindonesia.com
| < sebelumnya | selanjutnya > |
|---|




Hanya orang-orang yang berjiwa jeleklah yang sering mengeluarkan kata-kata jelek"
malu mendengar kesaksian orang yang katanya pinter,cantik dan terlebih wakil rakyat...kacau ka..."