Senin, 21 Mei 2012
            Mobile

Terjemahkan

Browse this website in:

Berita

Susno Bersumpah dari Dalam Tahanan

Berita

Sel tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, ternyata tidak bisa membungkam Komjen Pol Susno Duadji. Dari dalam sel tahanan, mantan Kabareskrim Polri itu bersumpah tidak pernah menerima uang atau apa pun dari Sjahrir Johan. Sumpah Susno itu tertuang dalam surat dengan tulisan tangan yang diterima detikcom, Jumat (20/5/2010).

"Bismillahirahmanirahim. Saya bersumpah demi Allah tidak pernah menerima atau menerima janji atau menerima uang atau apapun dari Sjahrir Johan atau dari siapapun terkait penyidikan kasus Arwana di Pekanbaru," tulis Susno dalam suratnya.

Susno menambahkan, justru dirinyalah yang mengungkap dugaan adanya mafia hukum dalam kasus Arwana. Menurutnya, dugaan suap terhadap dirinya hanyalah fitnah belaka.

 

Pers: Kapolri jangan kekang kami!

Berita - Berita

MEDAN/JAKARTA - Yang berkaitan dengan Susno Duadji, jangan diteruskan beritanya. Jangan terlalu diekspos dan dibesar-besarkan beritanya. Biarkan proses hukum yang berjalan. Tegakan dulu hukum berjalan. Itulah pernyataan Kapolri, Jenderal Bambang Hendarso Danuri kepada wartawan, baru-baru ini, yang disampaikan dengan nada serius dan tegas sebagai permintaan khusus agar media tidak memberitakan tentang perkembangan kasus yang melibatkan Susno, mantan Kabareskrim Mabes Polri, yang saat ini ditahan di Mako Brimob di Kelapa Dua, Depok.
   

Ribuan Facebookers Diperkirakan Ikut Aksi Dukung Susno

Berita - Berita

Ribuan facebookers diperkirakan akan mengikuti unjuk rasa mendukung mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duadji. Mereka akan mengenakan pita hitam di lengan.

Acara bertajuk "Dukung Susno Duadji untuk Kebenaran" akan dilakukan di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Senin (17/5/2010) pukul 12.30 WIB. Terhadap dukungan para facebookers ini, Susno Duadji melalui istri dan kuasa hukumnya mengucapkan rasa terimakasih.

 

Pengacara: Isolasi Terhadap Susno Duadji Berlebihan

Berita - Berita

Jakarta - Pengacara dan keluarga Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Susno Duadji memprotes sikap penyidik yang dinilai membatasi komunikasi Susno Duadji dengan keluarganya.

“Perlakuan Polisi terhadap Pak Susno sangat berlebihan dan terkesan dicari-cari,” tulis pengacara Susno Duadji, Henry Yosodiningrat dalam rilisnya ke detikcom, Minggu (16/5/2010).

Henry mencontohkan, saat putri Sulung Susno, Indira Tantri Maharani bersama dengan salah seorang keluarganya hendak menjenguk Susno di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, mereka dilarang masuk oleh petugas yang berjaga.

   

Susno Takut Diracun seperti Munir

Berita - Berita

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Kabareskrim Komjen (Pol) Susno Duadji yang kini mendekam di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, berhati-hati dalam mengonsumi makanan.  Susno takut bernasib seperti almarhum Munir, aktivis HAM yang tewas diracun karena gencar mengungkap buruknya penegakan hak asasi manusia (HAM) di Tanah Air. Kekhawatiran di-Munir-kan mencuat setelah dia ditangkap Propam Mabes Polri saat hendak terbang ke Singapura untuk berobat mata pada 12 April 2010.


 

Purnawirawan Polri Nilai Ada Kejanggalan dalam Proses Hukum Susno

Berita - Berita

Jakarta - Dukungan moril dari purnawirawan Polri terhadap Komjen Pol Susno Duadji terus berdatangan. Tidak hanya itu, Brigjen Pol (Purn) Marsudi Hanafi, salah satu purnawirawan, bahkan menilai ada kejanggalan dalam proses hukum terhadap Susno.
"Ada kejanggalan dalam proses hukum Komjen Pol Susno Duaji," kata Marsudi saat mengunjungi kediaman keluarga Susno di Jalan Cibodas I nomor 7, Puri Cinere, Depok, Jawa Barat, Sabtu (15/5/2010).

   

Tim Pengacara Susno Serukan Gerakan Pita Hitam di Lengan

Berita - Berita

Jakarta - Tim pengacara dan keluarga Komjen Pol Susno Duadji menyerukan gerakan penggunaan pita hitam di lengan. Hal ini dilakukan sebagai tanda keprihatinan terhadap tindakan Polri yang menangkap dan menahan Susno.

"Mulai hari ini tim pengacara dan keluarga Komjen Pol Susno Duadji akan mengenakan pita hitam di lengan sebagai tanda keprihatinan dan duka cita atas kesewenang-wenangan Polri," kata pengacara Susno, Henry Yosodiningrat lewat rilis kepada detikcom, Jumat (14/5/2010).

 

Mahfud: Susno Tersangka, Hukum Seperti di Hutan Belantara

Berita - Berita

Yogyakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD menilai penetapan Susno Duadji sebagai tersangka, menggemparkan penegakan hukum di Indonesia. Penegakkan hukum seperti diletakan dalam hutan belantara tanpa kejelasan.
"Perkara Pak Susno, jika benar memang harus ada penegakan hukum yang tegas," kata Mahfud menjawab pertanyaan watawan.
Hal ini dikatakan Mahfud di sela-sela peluncuran buku "Gus Dur; Islam, Politik dan Kebangsaan" terbitan LKIS dan Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia di RM Ny Suharti, Yogyakarta, Jumat (14/5/2010).

   

Bongkar Kasus Arwana, Susno Siapkan 44 Saksi

Berita - Berita

Jakarta - Susno Duadji telah menyiapkan 44 saksi untuk mengungkap kasus PT Salmah Arowana Lestari (SAL) yang membelitnya. Saksi-saksi itu untuk meringankan mantan Kabareskrim Polri itu.

"Ada 44 saksi yang sudah disiapkan Susno," ujar Munarman, delegasi dari Forum Umat Islam (FUI), usai menjenguk Susno di Mako Brimob, Kelapa Dua Depok, Jumat (14/5/2010).

Menurut Munarman, Susno akan dimintai keterangan kembali oleh penyidik. 5-6 Penyidik sudah mendatangi ruangan penahanan Susno di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

 

Tunggulah Catatan Susno dari Penjara

Berita - Berita

Para tokoh puncak Indonesia tempo doeloe maupun tokoh internasional banyak yang menghasilkan naskah bermutu dan berpengaruh justru dari balik jeruji penjara. Mereka umumnya punya banyak waktu buat menulis, meskipun dihadapkan pada pelbagai keterbatasan.

Kini, tokoh yang lagi ngetop mantan Kabareskrim Komisaris Jenderal Pol Susno Duadji, juga sedang menyiapkan naskah buku yang boleh jadi akan bikin merah padam banyak pihak. Meski dikurung dalam sel berukuran 3x4 meter persegi tanpa ventilasi, Susno terus menulis memakai bolpoin. Tidak ada laptop di sana.

   

SBY Minta Mafia Hukum di Polri Dibongkar

Berita - Berita

Denpasar - Presiden SBY meminta praktik mafia hukum yang diduga melibatkan mantan Kabareskrim Polri Komjen Polisi Susno Duadji dan dugaan adanya mafia hukum yang lebih besar di korps Bhayangkara dibongkar.

"Presiden meminta semuanya diselesaikan dengan tuntas," kata Ketua Satgas Pemberantas Mafia Hukum Kuntoro Mangkusubroto di sela-sela Pertemuan ke-3 Top Executive on Clean Government di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Kamis (13/5/2010).

Menurut Kuntoro, salah satu yang menjadi perhatian khusus SBY adalah semua keterangan yang diungkapkan Susno Duadji haruslah dianggap sebagai informasi yang valid, diteliti dan ditindaklanjuti.

 

Keluarga Dilarang Bawa Makanan, Susno Kesulitan Puasa

Berita - Berita

Sejak Komjen Pol Susno Duadji menjadi tahanan di Mako Brimob Kelapa Dua, keluarga mulai merasa di batasi untuk bertemu. Putri Susno, Indira mengaku ayahnya malah tidak boleh lagi menerima makanan yang diantar oleh keluarga. Susno pun jadi kesulitan makan sahur untuk berpuasa.

"Jadi Bapakkan mau puasa, tadi malam kita antar makan. Tapi nggak dibolehin sama penjaga di sana (Mako Brimob), kata petugasnya Bapak diet," kata Indira di rumahnya Jl Cibodas I, no 7 Puri Cinere, Depok Jawab Barat, Kamis (13/5/2010).

   

Istri dan Putri Susno Kunjungi Mako Brimob Untuk Buka Puasa Bersama

Berita - Berita

Istri Susno Duadji, Herawati dan anaknya kembali mengunjungi Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Keduanya ingin menemani Susno saat berbuka puasa. Herawati dan anak tiba di Mako pukul 17.15 WIB, Kamis (13/5/2010). Hera tampak mengenakan baju batik warna merah marun.  Hera yang mengendarai Honda CRV D 34 S ini tak mau berkomentar panjang soal kedatangannya ke Mako.

 

Susno Tak Lagi Bisa Terima Kiriman Makanan Keluarga

Berita - Berita

Berbagai pembatasan terus diterapkan terhadap Komjen Pol Susno Duadji pasca mendekam di rutan Brimob Kelapa Dua. Setelah blackberry-nya disita, Susno kini dilarang menerima kiriman makanan dari keluarga.

"Pak Susno sekarang tidak boleh lagi menerima kiriman makanan dari rumah," kata salah satu pengacaranya Tjoetjoe Sandjaja kepada detikcom, Kamis (13/5/2010).

Tjoetjoe menambahkan, intensitas pertemuan Susno dengan keluarga atau kerabat juga diperketat. Kini keluarga maupun temannya hanya bisa bertemu Susno 2 kali dalam seminggu.

   

Susno: PT Arowana Milik Makbul

Berita - Berita

Kuasa hukum Komjen Susno Duadji, Zul Armain Aziz, mengatakan, kliennya telah mengungkapkan bahwa pemilik PT Salma Arowana Lestari adalah Komjen (Purn) Makbul Padmanagara. Pernyataan itu dituangkan dalam berita acara saat Susno menjalani pemeriksaan sebagai saksi perkara itu.

"50 persen saham arwana milik Makbul Padmanagara. Itu dituangkan di BAP sebagai saksi dan ditanda tangan," ucap Zul di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (12/5/2010).Zul menjelaskan, kepemilikan saham PT SAL juga tertuang dalam berita acara pemeriksaan tersangka Sjahril Djohan. Susno menyebut 50 persen saham PT SAL milik Makbul ketika dikonfirmasi BAP Sjahril oleh penyidik. "Mana mungkin Pak Susno menerima uang Rp 500 juta," kata dia.

 

Banyak Nyamuk di Tahanan, Susno Tetap Bisa Tidur

Berita - Berita

Meski banyak nyamuk, Susno Duadji tetap bisa tidur. Herawati, istri Susno membawakan obat nyamuk untuk suaminya di tahanan.
"Iya tadi bawa obat nyamuk. Di dalam banyak nyamuk. Ya, alhamdulillah bisa (tidur)," ujar Herawati usai menjenguk suaminya di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Rabu (12/05/2010).
Menurut Herawati, kemungkinan suaminya bisa tidur karena kelelahan setelah diperiksa di Mabes Polri pada Senin (10/05/2010) lalu.

   

Halaman 267 dari 273

JAJAK PENDAPAT

Kasus Yang Menimpa Susno Duadji Penuh Rekayasa, Bagaimana Pendapat Anda?

SD TWITTER

Follow us on Twitter

SINDIKASI RSS

KOMENTAR BARU

PENGUNJUNG

Kami ada 78 tamu online
Mobile