Dibaca: 564 kali Ditulis oleh Dede Suryana Jum'at, 22 Juli 2011 08:46
JAKARTA - Publik mempertanyakan keseriusan penegak hukum untuk membekuk tersangka kasus suap wisma Atlet SEA Games, Muhammad Nazaruddin. Apakah polisi akan berhasil menangkap Nazaruddin?
Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Iberansjah psimistis bekas Bendahara Umum Partai Demokrat akan berhasil digelandang. “Saat ini KPK dan polisi enggak berdaya kok. Dan tidak ada sejarahnya koruptor yang lari ke luar negeri tertangkap,” katanya kepada okezone, Jumat (23/7/2011).
Terlepas dari Nazaruddin sengaja dilindungi atau memang cukup cerdik bersembunyi, hingga negara yang dia singgahi pun terkesan menutup-nutupi keberadaaanya.
“Kenyataannya memang seperti itu dan dia bernyanyi terus. Ini kan tanda tanya besar, apa kerja polisi dan KPK,” tegasnya. “Apalagi Menkum HAM-nya Patrialis Akbar, koruptor dihukum dua atau tiga tahun, baru setengah masa hukuman dilepaskan.”
Seharusnya, hukuman bagi pelaku korupsi lebih diperberat seperti China atau Korea. Dengan begitu, kata dia, peran polisi dan jaksa bisa dioptimalkan.
“Jadi kan enggak perlu KPK. Di China cukup polisi sama jaksa. Kalau koruptor hukum mati. Kalau di sini kan korptor lebih sakti dari polisi,” ujarnya.
Sumber:okezone.com
| < sebelumnya | selanjutnya > |
|---|




Hanya orang-orang yang berjiwa jeleklah yang sering mengeluarkan kata-kata jelek"
malu mendengar kesaksian orang yang katanya pinter,cantik dan terlebih wakil rakyat...kacau ka..."