Dibaca: 747 kali Ditulis oleh Bambang Widodo Umar Sabtu, 07 Agustus 2010 09:57
Jakarta - Pengamat kepolisian, Bambang Widodo Umar menilai perlu adanya lembaga independen untuk masuk dalam penyelidikan rekening gendut perwira polri. "KPK paling memungkinkan," katanya saat dihubungi TEMPO di Jakarta, Jumat (6/8).
Alasannya, kata Bambang, jika penyelidikan hanya dilakukan di kepolisian, ada kendala yang dialami dalam pemeriksaan internal terhadap para perwira tinggi tersebut. Tapi kendala itu akan hilang jika pemeriksaan dilakuka oleh lembaga independen. "Hingga kini, masyarakat masih menanti kelanjutan kasus tersebut," katanya.
Sebelumnya, Kepala Kepolisian, Jenderal Bambang Hendarso Danuri menyatakan, kasus rekening perwira polisi yang mencurigakan sudah selesai. Pernyataan Bambang tentu menuai kritikan.
Bambang Widodo Umar menilai pernyataan kapolri itu, menujukkan bahwa kemampuan kepolisian sudah maksimal. "Berarti memang kemampuannya seperti itu." Persoalan lainnya, , KPK juga tidak terlalu bergairah mengambil alih kasus rekening jumbo perwira polisi. "Masyarakat juga perlu mendesak KPK," ujarnya.
Bambang mengungkapkan, sebulan lalu, dia bersama Indonesia Corruption Watch bertemu dengan pimpinan KPK. dalam pertemuan itu, sebenarnya KPK memiliki data soal rekening itu sejak 2008. Namun, KPK masih melakukan telaahan lebih lanjut soal dugaan rekening bermasalah milik para perwira kepolisian. "Ada harapan untuk membuat kasus ini menjadi jelas," ujarnya.
Sumber: TEMPO Interaktif
| < sebelumnya | selanjutnya > |
|---|




Hanya orang-orang yang berjiwa jeleklah yang sering mengeluarkan kata-kata jelek"
malu mendengar kesaksian orang yang katanya pinter,cantik dan terlebih wakil rakyat...kacau ka..."
Komentar
Di negara ini polisi semakin arogan dengan kekuasaannya. harusnya polisi berkaca pada diri sendiri... Sudahkah POLRI bersih???? apakah di tubuh polri ada lingkaran setan? Hanya di negara ini polisi akan mengganti wasit olah raga! mgkn di negara ini polisi menonton sepak bola dalam menjaga pertandingan sepak bola.