Dibaca: 1115 kali Ditulis oleh Iwan Taunuzi Selasa, 21 Desember 2010 22:13
JAKARTA - Kasubdit Akun Bidang Keuangan Polda Jawa Barat, Iwan Gustiawan mengaku tidak ada inisiatif dari siapapun dalam pemotongan dana hibah pengamanan Pilkada Jawa Barat pada tahun 2008 silam. Ia mengatakan pihaknya hanya bekerja berdasarkan teknis saja.
Iwan mengatakan bahwa pihaknya mendapat perintah dari Kabidkeu Polda Jawa Barat yang saat itu dijabat oleh Maman Abdurrahman Pasha hanya terkait pertanggungjawaban kuitansi.
"Yang saya tahu atas perintah Kabidkeu bahwa pertanggungjawaban sesuai dengan kuitansi. Itu dikatakan kepada saya secara lisan," kata Iwan Gustiawan saat menjadi saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (21/12/2010).
Sementara, dalam masalah pemotongan dana Pilkada Jawa Barat, Iwan mengaku tak tahu-menahu soal itu. Pasalnya, Maman Abdurrahman Pasha kadang memerintah kepada dirinya dan kadang kala kepada stafnya yaitu Yultje Aprianti.
"Kalau langsung melalui saya, saya pasti tahu," tandasnya.
Namun, Iwan menambahkan, dalam institusi Kepolisian tidak mungkin seorang Kabidkeu melakukan perintah sendiri karena tidak bisa lepas dari hierarki perintah yakni Kapolda yang saat itu dijabat oleh Susno Duadji. "Kenyataannya begitu. Sebagai bawahan tidak punya kuasa untuk menolak," paparnya.
Sumber: Tribunnews.com
| < sebelumnya | selanjutnya > |
|---|




Hanya orang-orang yang berjiwa jeleklah yang sering mengeluarkan kata-kata jelek"
malu mendengar kesaksian orang yang katanya pinter,cantik dan terlebih wakil rakyat...kacau ka..."