Dibaca: 1866 kali Ditulis oleh Ayu Fitriana Senin, 26 April 2010 23:02
Jakarta - Isu yang dihembuskan politisi Hanura Syarifudin Suding soal adanya rencana salah seorang pimpinan Komisi III DPR untuk menemui Susno Duadji mentah. Semua pimpinan fraksi membantah tudingan Syarifudin itu, termasuk Ketua Komisi III Benny K Harman.
"Supaya jelas dalam ralat ini saya katakan, saya tidak pernah bertransaksi dengan Susno Duadji apalagi untuk membentuk skenario seperti yang disebutkan," kata Benny dalam klarifikasinya dalam rapat dengar pendapat dengan Polri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/4/2010).
Benny menegaskan, saat penangkapan Susno terjadi, dirinya berada di Indonesia. Bahkan dia memberikan komentar di salah satu TV swasta.
"Kalau mau bukti saya bisa menyediakan paspor saya untuk diperiksa. Cek manifes kalau dibutuhkan. Saya bisa sediakan besok pagi," tegasnya.
Pendapat Benny pun dikuatkan politisi Golkar Nudirman Munir. Dia siap bersaksi kalau Benny tidak berada di Singapura untuk menemui Susno.
"Saya siap menjadi saksi hidup. Pak Benny sedang bersama saya, sedang memberikan komentar di TVOne. Jadi tidak ke Singapura," tutupnya.
Dalam kesempatan itu Syarifudin Suding yang pertama kali mengembuskan isu itu mengelak. Dia beralasan tidka pernah menyebut nama Benny.
"Saya hanya meminta klarifikasi Kapolri, apakah Kapolri sudah mengendus adanya anggota Komisi III yang bertemu dengan Sjahril Djohan di Singapura," kata Syarifudin.
Isu soal adanya skenario pertemuan itu dimuncukan Syarifudin Suding. Dia menuding adanya anggota Komisi III yang hendak menemui Susno di Singapura. Isu soal ini sempat panas, bahkan sempat dilakukan pertemuan di ruang pimpinan Komisi III. Hingga kemudian terjawab sudah, isu ini hanya isapan jempol.
(ndr/asy)
Sumber : Detik News
| < sebelumnya | selanjutnya > |
|---|




Hanya orang-orang yang berjiwa jeleklah yang sering mengeluarkan kata-kata jelek"
malu mendengar kesaksian orang yang katanya pinter,cantik dan terlebih wakil rakyat...kacau ka..."
Komentar
yg benar2,, yg slh ttp slh.