Dibaca: 1291 kali Ditulis oleh Samuel Febriyanto Senin, 27 September 2010 19:05
JAKARTA - Masuknya nama mantan Panglima Besar TNI, Jenderal Purn Endriarto Sutarto menjadi anggota Tim Pembela Bibit dan Chandra (TPBC), dalam kasus persidangan gugatan SKPP di tingkat MA cukup menganggetkan. Diduga masuknya nama Endriarto untuk mengimbangi kekuatan besar dari dalang kriminalisasi terhadap Bibit dan Chandra.
Apabila hal itu benar, Endriarto berharap kehadirannya dapat membuat beking dari pihak-pihak yang menginginkan agar kedua Pimpinan KPK itu diseret berpikir hingga dua tiga kali melakukan perbuatannya.
"Kalau itu terjadi harapan saya yang merasa membekingi kasus ini janganlah, kasihan sama bangsa ini, semoga dengan saya masuk kesini, bisa membuatnya berpikir dua hingga tiga kali," tuturnya dalam acara jumpa pers yang digelar di Kantor KPK, Senin (27/6/2010).
Namun, ketika ditanya apakah dirinya menemukan sinyalemen adanya kekuatan besar yang membekingi kriminalisasi Bibit-Chandra, Endriarto enggan menjawabnya.
"Tapi begini, kan dalam persidangan Anggodo sudah jelas bahwa keputusan majelis hakim menyatakan Anggodo yang berusaha menyuap Bibit-Chandra namun gagal, bukannya pemerasan, kasus ini sebenarnya tidak ada," ujarnya.
Terkait dengan alasan bergabungnya dirinya ke TPBC, Endriarto mengaku dikarenakan dirinya merasa terpanggil untuk menyelamatkan KPK. Ia mengaku tidak mendapatkan bayaran sepeserpun ketika bergabung menjadi anggota TPBC.
Ia mengaku dirinya terpanggil, karena prihatin dengan nasip pemberantasan korupsi di Indonesia. "Rasa prihatin saya yang tinggi di tengah kinerja KPK yang kita banggakan dalam pemberantasan korupsi, tiba-tiba ditimpa kemalangan-kemalangan. Kasus ini direkayasa sedemikian rupa hingga Pak Bibit dan Chandra hampir menjadi terdakwa," tuturnya.
Ketika ditanya apakah dirinya akan mengajak purnawiarwan lainnya untuk bergabung ke TPBC Endriarto berseloroh. "Nanti saya juga ajak yang masih aktif," ucapnya.
Terpilihnya Endiarto menjadi anggota TPBC, menurut anggota TPBC lainnya, Alexander Lay setelah melalui proses seleksi yang ketat, diantaranya adalah adakah konflik kepentingan ketika bergabung dengan TPBC.
Sumber: Tribunnews
| < sebelumnya | selanjutnya > |
|---|




Hanya orang-orang yang berjiwa jeleklah yang sering mengeluarkan kata-kata jelek"
malu mendengar kesaksian orang yang katanya pinter,cantik dan terlebih wakil rakyat...kacau ka..."
Komentar