Dibaca: 264 kali Ditulis oleh Rizka Diputra Senin, 16 Januari 2012 10:07
JAKARTA - Polemik seputar proyek pembangunan ruang rapat Badan Anggaran (Banggar) senilai Rp20 miliar harus segera dituntaskan. Pasalnya, isu ini semakin tajam menjadi sorotan publik.
Oleh karenanya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak segera menyelidiki proyek tersebut.
"Saya kira ini layak usut, jangan tunggu-tunggu. Dalami saja dan tuntaskan. KPK tak perlu berlama-lama atau menunggu-nunggu lagi,” ujar Wasekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan kepada okezone Senin (16/1/2012).
Dia menambahkan, indikasi kejanggalan pembangunan ruang rapat Banggar sudah terlihat sangat jelas. Ketua Banggar kata dia, sangat tidak mungkin bila tidak mengetahui besarnya biaya yang dikeluarkan dalam proyek pembangunan ruang tersebut.
Menyoal masalah cuci tangan yang dilakukan oleh Marzuki Alie, Ramadhan menegaskan memang masalah pembangunan ruang ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan Ketua DPR karena semua yang bertanggung jawab adalah Ketua dan para anggota Banggar sendiri.
“Jika soal ini disasar ke Marzuki Alie, jelas aneh. Wong penanggung jawabnya ada, jelas, dan terang-benderang. Silakan dalami ke Ketua Banggar dan Sekjen DPR,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua DPR Marzuki Alie mengaku terkejut dengan biaya renovasi total ruang rapat Badan Anggaran DPR sebesar Rp20 miliar. Dia juga mempertanyakan pembelian sejumlah fasilitas ruang rapat yang dinilainya terlalu mewah.
Terkait hal ini, Koalisi Antimafia Anggaran menilai janggal pernyataan Ketua DPR Marzuki Alie yang mengaku tidak mengetahui proyek renovasi total ruang Badan Anggaran (Banggar) senilai Rp20 miliar.
Peneliti Indonesia Budget Center (IBC) Roy Salam yang tergabung dalam Koalisi LSM menyebut ketidaktahuan Marzuki hanya sekadar melempar tanggung jawab sekaligus mendongkrak citra dirinya di publik.
Sumber : okezone.com
| < sebelumnya | selanjutnya > |
|---|




Hanya orang-orang yang berjiwa jeleklah yang sering mengeluarkan kata-kata jelek"
malu mendengar kesaksian orang yang katanya pinter,cantik dan terlebih wakil rakyat...kacau ka..."
Komentar