Senin, 21 Mei 2012
            Mobile

Terjemahkan

Browse this website in:

Penyerangan HKBP Bekasi dan Politik Pencitraan SBY

Artikel - Artikel

Bookmark and Share

Menurut kuasa hukum gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Bekasi Saor Sigian, pidato Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) tidak memberikan solusi bagi masalah yang terjadi. Bagi pria ini, pidato SBY tak lebih dari sebuah politik pencitraan yang selama ini kerap ia lakukan.

Kuasa hukum gereja HKBP Bekasi Saor Sigian

Komentar Saor tersebut merupakan buntut kekesalan dari dirinya, yang mengatasnamakan jemaat gereja HKBP di Bekasi. Seperti kita ketahui, bahwa terjadi penyerangan terhadap jemaat HKBP Pondok Timur Indah, Mustikajaya ,Bekasi pada Minggu (12/9) pagi. Penyerang tersebut menelan korban, yakni seorang pengurus HKBP Asia Lumban Toruan (50) dan Pendeta Luspida Simanjuntak (40) yang mengalami luka.

Meski dianggap tidak memberikan solusi terhadap substansi masalah, yakni mengenai kebebasan dalam menjalankan ibadah, namun Kepolisian RI telah berhasil menetapkan sembilan tersangka penyerangan dua jemaat HKBP Bekasi.


SBY saat konfrensi pers mengenai tanggapan atas penyerangan jemaat HKBP Bekasi


Dalam sebuah wawancara, Kepala Kepolisian RI Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri mengatakan, pihak polisi akan terus mengembangkan penyelidikan untuk mengetahui motif terjadinya tindak kekerasan tersebut. Jika terbukti, mereka akan dikenakan pasal 351 dan pasal 352.


Kalo tidak terbukti bagaimana dong? Tidak mengakui perbuatan atau tidak ada alat bukti penyerangan atau saksi mata, misalnya?


“Harus segera diusut tuntas!” begitu kata SBY dalam pidatonya di depan sejumlah wartawan.


Benar sih kalo ada tindakan kriminal, harus segera diusut tuntas, Pak. Masalahnya kebebasan menjalankan agama gimana? Benar-benar dijamin oleh pemerintah nggak? Dijamin tidak ada lagi penyerangan?


Ya, begitulah susahnya kalo ingin dianggap baik oleh semua orang. Berusaha netral, tetapi sebenarnya tidak menentukan sikap. Bahasa kasarnya, tidak tegas, karena takut pada pelaku yang jelas-jelas melakukan. Di sinilah politik pencitraan memainkan perannya. Padahal kalo nggak main politik pencitraan, statementnya bisa jadi kayak begini…


“Mulai detik ini juga, ormas-ormas yang menyerang jemaat yang sedang beribadah, akan saya bubarkan!”


Maaf, itu pasti tidak mungkin terjadi. Jadi, ya anggap saja statement soal pembubaran ormas atau organisasi yang main hakim sendiri itu cuma dalam khayalan kita bersama saja.


Selamat tidur! Selamat bermimpi!


Jamaat HKBP Bekasi ketika sedang melakukan peribadatan (foto atas).


Salah satu korban penyerangan, yakni pengurus HKBP Asia Lumban Toruan (50).


Sumber: Kompasiana


Info TerkiniTerpopulerLain - lain

Komentar 

 
0 #1 Awas Serangan Lawan!taufik hidayat 15-09-2010, 11:28
Ada 3 hal yang harus dipertimbangkan :
a. Keseimbangan Berita ;
b. www.susnoduadji.com atau perwakilan kompasiana
c. Kesengajaan atau pembiaran

Siang ini saya akan diskusikan langsung dengan Bapak. Bila redaksi ini cerdas pasti bisa menangkap maksud saya, tapi bila tidak bisa membahayakan Bapak. Ada celah besar di website ini untuk menyerang 'habis' Bapak. Maaf saya tidak bisa vulgar menyatakan, sama halnya saya pengkhianat.
Mohon Maaf lahir batin.
Tidak semua niat baik & ikhlas akan diteima dengan tulus. Mudah2xan ada perbaikan. Terima kasih,

Taufik Hidayat
Balas tanggapan
 
 
0 #2 RE: Penyerangan HKBP Bekasi dan Politik Pencitraan SBYtaufik hidayat 15-09-2010, 11:53
mohon tanggapan saya tadi tidak untuk dimuat, terima kasih
Balas tanggapan
 
 
0 #3 RE: Penyerangan HKBP Bekasi dan Politik Pencitraan SBYblack 15-09-2010, 21:09
rakyat main hakim sendiri karena rakyat sudah mulai jenuh mencari penegak hukum yg benar. di negeri ini hukum hanya tegak thd yg bayar, bukan thd yg benar.. coba kompasiana tanya langsung dgn komjen susno bagaimana susahnya menegakkan kebenaran di negeri ini..
Balas tanggapan
 

Tulis komentar


Kode Keamanan
Refresh

JAJAK PENDAPAT

Kasus Yang Menimpa Susno Duadji Penuh Rekayasa, Bagaimana Pendapat Anda?

SD TWITTER

Follow us on Twitter

SINDIKASI RSS

KOMENTAR BARU

PENGUNJUNG

Kami ada 64 tamu online
Mobile