Ditulis oleh Administrator Kamis, 22 April 2010 10:16
Tampak bahwa keberadaan peniup peluit sangat diperlukan agar berbagai kecurangan atau kejahatan dapat dihentikan. Namun, laporan seorang peniup peluit harus berdasarkan fakta dan demi kepentingan yang lebih luas sehingga tidak disalahgunakan untuk pembunuhan karakter lawan politik, bisnis, atau memperoleh keuntungan tertentu.
Ditulis oleh Bakarudiin Is Minggu, 18 April 2010 23:07
Tak pelak lagi Komjen Susno Duadji, manta Kabareskrim itu merupakan figure polisi yang paling populer, bahkan konttroversial. Kepopuleran Susno, melebihi Kapolri. sendiri. Saat penuliS menelusur di Sarch Engine Google, dengan hanya mengetik “Susno Duadji”, keluar angka yang sangat fantastis, yaitu 459.000 temuan,. sementara Kapolri hanya 155.000 temuan.. Di jejarng Sosial Facebook pun ada account dukungan terhadap Susno Duadji dengan 5.000 lebih member.
Jenderal Bintang Tiga Polri itu memang istimewa, baik ditinjau dari pendidikan, karir/pekerjaan, maupun keberaniannya melawan arus. Dari segi pendidikan, Susno yang bernama lengkap Drs.Susno Duadji SH,Msc ini, menunjukkan bahwa dia seoarang yang pintar. Pendidkannya antara lain Akabri Polsi(1977), PTIK, Sarjana Hukum dan S2 Management, disamping Sespati Polisi.





Hanya orang-orang yang berjiwa jeleklah yang sering mengeluarkan kata-kata jelek"
malu mendengar kesaksian orang yang katanya pinter,cantik dan terlebih wakil rakyat...kacau ka..."