Senin, 21 Mei 2012
            Mobile

Terjemahkan

Browse this website in:

Kapolri dan Jaksa Agung: Akankah memenuhi harapan?

Artikel - Artikel

Bookmark and Share

Hampir setiap hari tidak luput dari pemberitaan media, dan topik diskusi issu tentang pergantian dua petinggi hukum di republik ini, yaitu pergantian kapolri dan pergantian jaksa agung yang menurut rencana pertengahan bulan oktober ini harus sudah dilaksanakan karena masa dinas kedua pejabat itu telah berakhir karena usia/alami.

Mengapa menjadi sorotan publik ?  Hal ini terkait dengan citra kedua lembaga penegak hukum itu yang dua tahun terakhir ini merosot tajam sampai ke titik nadir. Penyebabnya adalah antara lain:

adanya kecurigaan masyarakat bahwa  Polri dan Kejaksaan agung adalah perekayasa kriminalisasi pimpinan kpk antasari, bibit, dan chandera hamzah yang sampai dengan saat ini perkaranya belum tuntas. Issu rekaman pembicaraan Ade Rahardja deputi penindakan KPK dengan Ary Muladi ternyata hanya isapan jempol yang merupakan kebohongan publik yang tidak patut dilakukan oleh seorang Kapolri dan Jaksa Agung.

Kalau kita menyimak peradilan mafia hukum yang diungkap Komjen Susno duadji (SD) di pengadilan negeri Jakarta Selatan terungkap dengan terang benderang adanya rekaya dalam penyidikan perkara tersebut yang diduga untuk melindungi petinggi Polri dan Jaksa terbukti dengan tidak diajukanya ke pengadilan brigjen Edmon Ilyas, Raja Erizman, sejumlah Kombes, Jaksa Cyrus dan Fadli, namun berhasil dengan baik merekayasa perkara untuk SD sebagai wujud balas dendam.

Masih ada serentetan kasus lagi di mana polri dan jaksa dicurigai takut mengungkapnya yaitu kasus Bank Century walau sudah direkomendasikan dpr, kasus rekning gendut para pati Polri, kasus kasus percobaan pembunuhan terhadap Tama S Langkon aktivis ICW, kasus bom molotov kantor Tempo, dan baru-baru ini muncul kasus penganiayaan terhadap pendeta HKBP.

Momentum pergantian kapolri dan jaksa agung saat ini menjadi diskusi ramai di berbagai media dan berbagai forum diskusi untuk menentukan figur kapolri dan jaksa agung yang diharapkan dapat memimpin Polri dan Kejaksaan agung mereformasi intitusi tersebut sehingga menjadi penegak hukum yang bersih, tegas, manusiawi , dan independen.


Timbul pertanyaan apakah ya mungkin didapat figur yang demikian itu ? dan kalau figur tersebut didapat apaka ia akan mampu memenuhi harapan publik sebagai mana tersebut di atas ?


Pertama figur tersebut sulit didapat, kalaupun ada mungkin yang bersangkutan  tidak akan terpilih, karena besarnya kepentingan kelompok dan golongan terhadap polri dan kejaksaan sehingga figur yang akan dipilih adalah figur yang dapat melindungi kepentingan kelompok atau golongan dari yang mempunyai kewenangan untuk mengangkat dan memberhentikan kapolri dan jaksa agung.


Setelah kapolri dan jaksa agung diangkat maka dia tidak akan dapat bekerja maksimal dan independen karena pertama adanya politik balas budi karena telah dipilih menjadi kapolri dan jaksa agung, kedua karena nasibnya kapolri dan jaksa agung sangat ditentukan oleh yang mempunyai kewenangan untuk menjadikan mereka sebagai kapolri dan sebagai jaksa agung.


Rasanya sulit reformasi Polri dan Reformasi Kejaksaan akan terlaksana demikian juga dengan pewujudan keinginan masyarakat untuk memiliki polri dan kejaksaan yang independen, bersih, tegas, jujur dan berani di masa kepemimpinan kapolri dan jaksa agung yang akan datang, akan bernasib sama dengan masa kepemimpinan kapolri dan jaksa agung sebelumnya.


Kalau demikian di mana yang salahnya ?

Tentunya harus dirancang dulu bagaimana menjadikan institusi Polri dan Kejaksaan Agung sebagai Institusi yang Independen yang tidak bisa diintervensi oleh kekuasaan apapaun dan oleh sipapun yang harus diatur dengan undang-undang.

Apa yang paling menentukan ?

Tentunya diawali dengan sistem pengangkatan dan pemberhentian kapolri dan jaksa agung yang dapat menghilangkan politik hutang dan balas budi serta menghilangkan ketergantungan nasib kapolri dan jaksa agung kepada suatu kekuasaan (presiden, dpr, partai politik)
Harus dirancang agar kapolri dan jaksa agung hanya takut pada rakyat karena yang menilai baik buruk kinireja kedua pejabat itu adalah rakyat melalui komisi kepolisian.

Semoga pemikiran ini ada manfaatnya menjelang pemilihan kapolri dan jaksa agung baru !


Info TerkiniTerpopulerLain - lain

Komentar 

 
0 #1 RE: Kapolri dan Jaksa Agung: Akankah memenuhi harapan?Toreno 15-09-2010, 01:34
Harapan tinggal harapan! yang jelas aktor pengganti kedua pejabat dilembaga tsb berslogan '' ganti kulit,tapi isi tetap sama!!!'' yang dibutuhan sekarang bukan hanya sekedar berharap! dan berharap! tapi perlu tindakan yang nyata! segelah bentuk panitia reformasi total!,bergerak lah anak bangsa yg masih peduli akan nasib bangsa yang carut-marut ini! hanya dengan kekuatan tindakan rakyat harapan dapat terwujud!
Balas tanggapan
 

Tulis komentar


Kode Keamanan
Refresh

JAJAK PENDAPAT

Kasus Yang Menimpa Susno Duadji Penuh Rekayasa, Bagaimana Pendapat Anda?

SD TWITTER

Follow us on Twitter

SINDIKASI RSS

KOMENTAR BARU

PENGUNJUNG

Kami ada 59 tamu online
Mobile